
"Tuan Rey, tolong bebaskan anak saya. Jangan masukkan dia di penjara. Saya akan membawanya pergi jauh dari Negara ini. Saya akan mengobatinya. Chintya ... pernah seperti ini juga. Pikirannya tak waras. Saya mohon Tuan Rey." Pak Samsul benar - benar memohon.
"Apa yang terjadi kepadanya?". tanya Reyhan.
"Tuan Rey, anak saya dulu juga pernah seperti ini. Akal sehatnya hilang. Tuan Rey, dia terlalu terobsesi kepada anda. Ketika dia tahu anda ingin menikah dia histeris." Pak Samsul menceritakab semuanya. Chintya terlalu terobsesi ingin memiliki Reyhan.
"Saran saya, masukan dia kerumah sakit jiwa saja. Dia akan ditangani oleh dokter ahli." saran Reyhan.
"Iya tuan. Tapi saya mohon, saya akan membawanya ke rumah sakit jiwa di luar negeri saja." Pinta Pak Samsul.
"Saya rasa, di sini juga rumah sakitnya bagus - bagus. Saya tidak ingin suatu saat Chintya kembali mencelakai keluarga saya." ucap Reyhan tegas.
Sementara itu keadaan Laras belum menunjukkan apa - apa. Sudah 5 hari Laras belum sadarkan diri.
Reyhan duduk dengan setian disampingnya. Reyhan optimis kalau Laras pasti akan sadar dari komanya. Tidak perduli berapa lama pun dia akan menunggu.
__ADS_1
"Sayang, apa kau tidak merindukan ku? Apa kau tida rindu kepada anak - anak kita? Mereka merindukanmu" Reyhan terus menciumi punggung tangan istrinya. Bidadari hatinya.
"Sayang, bangun. Mas mohon sayang. Aku sangat mencintaimu." ucap Reyhan lirih. Rasanya separuh nyawanya hilang tanpa sang istri disampingnya. Tak terasa air mata jatuh di pipinya. Dia sangat merindukan istrinya. "Sayang bangun. Anak - anak menunggumu."
"Mas...Aku juga mencintaimu." Ucapku dengan mata terpejam. Kudengar pria itu terdiam. Tampaknya tak percaya bahwa dia mendengar suaraku.
"Sayang, apa kau baru saja bicara?" Tanya Reyhan tak yakin. "Sayang?" Tanyanya lagi, berusaha meyakinkan diri.
"Laras, kalau kau bangun kau harus buka matamu." Perintahnya pelan.
"Ya Allah, sayang kau sudah bangun" Reyhan sangat senang dan bahagia akhirnya istrinya bangun dari komanya. Reyhan memeluk tubuh istrinya dengan erat. Pelukannya begitu erat sampai Laras terasa sesak.
"Mas..."Tegur Laras. "Sesak" Protes Laras lirih. Reyhan melepaskan pelukannya. Meraih wajahku dengan kedua tangannya. Matanya menatap wajahku dengan penuh takjub.
"Terimakasih." Ucapnya disetiap kecupan yang diberiknnya pada Laras.
__ADS_1
"Terimakasih telah kembali sayang." Reyhan mengecup dahi, kedua pipi. Hidung. dan bibir istrinya.
Laras hanya bisa tersenyum dengan tindakannya. "Oh ya, kau haus sayang." Reyhan mencari botol air mineral yang diletakan dibagian bawah lemari nakas.
"Minum sedikit ya sayang. Pelan - pelan." Perintahnya. Laras pun menganggukan kepalanya. Reyhan meletakkan botol itu ke atas nakas.
"Aku sangat bahagia. Sangat - sangat dan sangat bahagia. Aku mencintaimu. Sangat - sangat dan sangat mencintaimu." Reyhan kembali mengecup seluruh wajah istrinya kembali.
Laras tersenyum, suaminya begitu menanti dirinya bangun. Suaminya sangat mencintai dirinya.
"Laras juga mencintimu mas." ucap Laras yang masih terasa lemah.
Beberapa hari Laras koma. Dan akhirnya Laras bangun juga dari komanya. Semua keluarga telah di beri kabar dengan bangunnya Laras dari komanya. Alya, putri kecilnya sangat bahagia mendengar maminya telah bangun.
Dia ingin sekali menemui maminya itu. Dia ingin mencium seluruh wajah maminya. Dia sangat merindukannya.
__ADS_1
Bersmabung....