Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD S2


__ADS_3

Sebulan sudah kepergian Rindi. Selama itu tidak ada kabar darinya untuk Rachel. Rindi masih saja bersembunyi. Sudah dipastikan Rindi pergi dari Rachel karena masih merasa kecewa kepada Rachel. Rachel menyadari itu.


Sebulan ini Rachel tidak memiliki semangat untuk melakukan apapun. Untuk bersekolah saja ia tak semangat. Ingin rasanya ia pindah dari sekolah itu.


Kabar kegalauan Rachel sampai ke Keindra. Laki - laki yang menyukai Rachel sedari masih SD sampai sekarang. Keindra sangat sedih melihat Rachel sedih. Ia mencoba untuk menghibur Rachel tapi tidak bisa, Rachel selalu saja ingin sendiri.


Alya sebagai mama sambungnya pun tidak tahu lagi gimana cara untuk menghibur putrinya. Semua cara telah ia lakukan. Namun Rachel tetap berdiam diri tidak seperti dulu.


Rio sang papa kandung pun sama seperti mama Alya. Tidak bida berbuat apa apa. Papa Rio sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Rindi. Namun tidak ketemu juga.


Seluruh anggota keluarga menghibur Rachel. Opa Reyhan, Oma Reyhan, opa Faishal dan oma Revi. Tidak ada yang bisa menghibur Rachel.


Alya sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Kali ini ia harus bisa mengajak Rachel bicara.


Ceklek....


"Boleh mama masuk Sayang?" tanya Mama Alya.


"Masuklah Ma." lirih Rachel.

__ADS_1


"Sayang...mama gak bisa lihat kamu seperti ini terus Nak. Kak Rindi pasti kembali. Ia hanya menenangkan dirinya saja. Ayolah Nak, jangan seperti ini." Alya sudah tak bisa menahan tangisnya lagi. Ia berbicara sambil mengeluarkan air mata.


"Jangan mengurung diri di kamar terus Nak. Mama....hiks...." Alya tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi.


Rachel sontak kaget. Ia mendengar tangisan sang mama. " Ma, mama. Maafin Rachel. Maafin Rachel. Jangan nangis ma." Rachel panik melihat sang mama menangis tersedu.


"Ma, udah dong ma. Rachel janji gak akan berdiam diri di kamar terus. Ma." Rachel memeluk sang mama erat. "Jangan nangis." ucapnya lirih.


"Kembali lah seperti Rachel yang dulu Nak." pinta mama Alya.


"Iya, iya Ma. Rachel akan menjalankan hidup Rachel seperti biasa. Rachel akan menerima keputusan kak Rindi ma. Mama jangan nangis lagi." pinta Rachel.


Alya mengangguk dan menghapus air matanya. Ia tersenyum kepada Rachel. "Sekarang kita keluar yuk. Papa dan Kak Keindra nunggu kamu di meja makan. Kita makan malam bareng sayang." ajak sang mama.


"Iya Ma, Rachel ikut mama. Kita makan bersama." Rachel ikut bersama mama Alya untuk keluar menuju ruang makan.


Tiga bulan berlalu. Sepertinya Rindi tidak ingin kembali lagi. Rachel mengerti akan keputusan sahabatnya itu. Tapi, Rachel yakin sahabatnya itu akan kembali lagi walaupun entah kapan. Ia tetap akan menunggunya.


Rachel menjalankan hari harinya seperti biasa. Selalu tersenyum ramah kepada semua orang.

__ADS_1


Menyampingkan masalahnya dengan Rindi. Membuka lembaran baru.


"Mama, pagi ini Rachel pulang sekokah agak lama Ma. Rachel ada Eskul Ma." ucap Rachel di sela sela menikmati sarapan paginya.


"Eskul apa sayang. Kamu bawa bekal ya. Biar mama siapin." tawar sang mama.


"Musik Ma. Rachel makan di kantin aja ya Ma." seru Rachel.


"Ya sudah. Yang penting kamu makan sayang."


Kehamilan Alya sudah memasuki bulan keenam. Selama kehamilannya Alya tidak diizinkan oleh Rio kemana mana tanpa nya. Alya merasa bosan dirumah terus. Hari ini ia ingin mengunjungi sang Mami. Ia ingin bertemu Mami Silvinya.


"Mas...Alya kerumah Mami Silvi Ya?" ucap Alya. Alya menlpon suaminya meminta izin.


"Bentar lagi Mas pulang sayang. Besok saja kita pergi. Besok Mas free." sahut Rio di sebrang sana.


"Mas...Alya maunya sekarang." rengek Alya.


"Nggak sayang..." tegas Rio.

__ADS_1


"Mas jahat. Aku gak mau lihat mas." Alya mematikan ponselnya. Bahkan menonaktifkan ponselnya.


Rio mengela nafasnya kasar. Apa ia keterlaluan terlalu posesif dengan istrinya? Rio melakukan ini untuk kesehatan dan keselamatan sang istri. Ia tak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Alya hampir saja celaka. Sebuah mobil ingin menabraknya. Rio tahu mobil itu milik siapa. Mobil itu milik Rani mantan istrinya. Ternyata Rani masih dendam dengan Alya.


__ADS_2