Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Pernikahan Part 2


__ADS_3

Shinta tetap penasaran. Apa yang terjadi sebenarnya. Ia harus mencari tahu. Sandra sepertinya tidak bahagia bersama Ricko. Wajahnya yang cantik. Sekarang pucat sekali.


Shinta sangat penasaran. Ingin rasanya ia menanyakan apa yang terjadi di antara mereka.


"Mas, aku ke toilet dulu ya?." ucapa Shinta tiba - tiba.


"Mau mas temani sayang?." tanya Miko.


"Gak usah sayang. Bentar ya?." ucap Shinta. Ia pun berdiri dari duduknya dan langsung pergi ke toilet.


Ricko yang melihat Shinta pergi menuju toilet iya pun menyusul Shinta. Miko ingin sekali memeluk mantan istrinya itu.


"Shinta." Panggil Ricko.


Shinta baru saja selesai dari toilet dan ingin menuju ke tempat kekasihnya berada. Tapi ia bertemu dengan Ricko.


"Mas. Kamu..." Ucapannya terpotong.


Ricko dengan tiba - tiba memeluknya dengan erat. "Mas merindukanmu." Bisiknya.


"Mas, lepas! Ini gak benar, kamu sudah menikah dan aku juga akab menikah dengan mas Miko. Lepas mas.!!" Ucap Shinta.

__ADS_1


"Sebentar saja Shinta. Aku sangat merindukanmu."


Shinta membiarkan Ricko memeluknya hanya untuk beberapa menit saja. Setelah Ricko sudah puas. Ia pun melepaskan pelukannya. Dan mundur beberapa langkah.


"Mas, kamu gak boleh seperti ini lagi. Cintailah Sandra mas. Kalian akan diberikan anak sebentar lagi." Ucap Shinta lirih.


"Aku tidak mencintainya Shinta. Cintaku hanya untukmu.!!" Ucap Ricko sedikit berteriak.


"Cukup mas.! Lupakan aku. Jalani hidup kita masing - masing.!" Bentak Shinta.


Shinta yang tidak ingin memperpanjang masalah ia pun pergi dari tempat itu. Meninggalkan Ricko sendiri.


Shinta sekarang sudah berada di samping kekasihnya. "Sayang. Lama banget sih dari toiletnya?." Rengek Miko.


"Maaf sayang. Tadi rame." Balasnya sambil tersenyum.


********


Resepsi pernikahan Silvi dan Hendri telah selesai. Semua para undangan telah berpulangan. Hanya keluarga Reyhan yang masih berada di hotel itu. Mereka menginap disana saja untuk beristirahat. Kasihan anak - anaknya.


Sandra pulang sendiri tanpa ditemani oleh suaminya. Dia tidak tahu dimana keberadaan suaminya setelah dia melihatnya di toilet tadi. Ia sudah sangat lelah, Sandra ingin mengakhiri saja pernikahannya dengan Ricko. Ricko tidak pernah mencintainya.

__ADS_1


Shinta dan Miko sedang diperjalanan menuju rumah Shinta. Shinta masih memikirkan tentang hubungan Sandra dan Ricko. Apa yang sebenarnya terjadi. Dia tadi melihat Ricko pulang sendirian. Shinta mencari keberadaan Sandra. Kemana dia, kenapa tidak pulang dengan suaminya.


Sampailah Shinta dan Miko di depan halaman rumah Shinta. Miko mengantarkan kekasihnya itu terlebih dahulu kerumahnya.


Mobil Miko sudah tak terlihat lagi. Shinta yang penasaran dengan hubungan Sandra dan Ricko. Ia tak jadi masuk kerumahnya. Ia pun pergi ke apartemen Sandra. Ia ingin menanyakan semuanya kepada Sandra.


Tidak butuh waktu lama, Shinta telah sampai di apartemen Sandra. Dipencetnya bel pintu apartemen milik Sandra.


"Hai...boleh saya masuk." ucap Shinta.


"Mbak Shinta. Silahkan mbak." balas Sandra.


Shinta melihat wajah Sandra yang sangat pucat sekali. "Kamu sehat kan Sandra? Wajah kamu pucat sekali." Ucap Shinta khawatir.


"I..ya mbak. Aku sehat." Jawabnya gugup.


Sebenarnya kesehatan Sandra beberapa minggu lalu sangat drop sekali. Ia mengalami Anemia yang cukup parah. Dokter menyarankan jangan terlalu lelah. Lelah fisik sih tidak. Tapi lelah hati, pikiran yang dialami Sandra saat ini.


Dokter mengatakan Penyakitnya bisa membahayakan kondisi sih ibu. Sih ibu bisa saja mengalami pendarahan setelah melahirkan. Sandra sudah pasrah dengan keadaannya. Setelah anak ini lahir dia akan menyerahkannya kepada Ricko. Sandra tahu dirinya tak mampu bertahan lagi.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2