
Tidak suara di dalam mobil, hanya keheningan yang ada. Dari cafe tadi Alya masih diam membisu. Wajah murung mengingat senyuman Rachel. Alya merasa kalau ia telah merebut mas Rio dari mbak Rani. Padahal ia tahu kalau Rani lah yang salah.
Rio melirik ke arah Alya. "Sayang...kamu kenapa? Jangan diamin mas sayang" ucap Rio lembut sambil menggenggam tangan kekasihnya.
"Alya gak apa apa mas, mas fokus aja nyetirnya" sahut Alya. Alya kembali murung hanya menatap jalanan dari jendela mobil.
Rio tak bisa melihat wanita yang di cintainya itu terus - terusan murung seperti ini. Rio menepikan mobilnya di pinggir jalan. Ia membuka safetybelt Alya dan juga dirinya. Ditariknya Alya kedalam pelukannya. "Sayang...tolong jangan seperti ini, bicaralah sama mas, jangan diam" ucap Rio sambil memeluk erat tubuh kekasihnya.
"Hiks...mas...apa aku salah mencintai dirimu. Mas, mbak Rani sepertinya masih mencintai kamu" ucap Alya menangis di pelukan Rio.
Rio merenggangkan pelukannya. Ia menangkup kedua pipi Alya dengan tangannya. "Dengarkan mas sayang...dihati ini hanya ada nama kamu. Tidak ada nama wanita lain. Sudah tak ada lagi cinta untuk orang lain. Termasuk Rani sekalipun. Hanya kamu sayang" ucap Rio tulus.
"Kau masih meragukan mas sayang?" ucapnya lagi.
Alya menggeleng pelan. "Justru Alya takut kehilangan mas, takut mas kembali luluh dengan mbak Rani" seru Alya berlinang air mata.
"Sayang...percaya sama mas, Rani tidak akan bisa meluluhkan hati mas lagi." ucap Rio tegas.
Alya berhambur kepelukan Rio. "Maafin Alya mas. Alya meragukan mas" isaknya.
"Mas antar pulang ya? Kamu istirahat dirumah, besok kita fitting baju pernikahan kita. Mas jemput kamu di kampus nanti" ucap Rio.
Alya mengangguk di dalam pelukan Rio. Mereka melanjutkan perjalanan mereka. Hari sudah mulai gelap. Rio mengantar kan Alya pulang.
Sampailah mereka, Rio membukakan pintu mobil untuk Alya.
"Mas gak singgah?" tawar Alya.
__ADS_1
"Gak sayang...kamu istirahat ya?" ucap Rio sambil mengelus pipi Alya.
Alya mendekatkan dirinya ke Rio. Dengan kilat Alya mengecup bibir Rio. Alya menjauhkan dirinya tapi dengan cepat Rio menarik tubuh Alya dan mencium bibir Alya lebih dalam lagi.
Cukup lama mereka menikmati ciumannya. Sampai nafas keduanya kehabisan nafas. mereka berdua menyudahi ciumannya. "Terimakasih sayang" ucap Rio mengilap bibir basah Alya.
Alya mengangguk malu. Niatnya hanya mengecup saja, tapi Rio malah ******* bibirnya.
"Mas pulang ya?" ucap Rio dan mengecup dahi Alya.
Mendapat ciuman dari sang kekasih membuat perasaannya sedikit tenang. Rio pun meninggalkan rumah Alya. Ia teringat akan hal tadi di cafe. Sebelum ia ke Penthouse nya, terlebih dahulu ia kerumah dimana ada Rani disana. Rio benar - benar muak dengan tingkah Rani.
Dengan menahan emosinya, Rio memasuki rumah itu. Tanpa permisi Rio meneriaki Rani.
"Rani?!! Keluar!!" teriak Rio emosi.
"Mas, kamu kenapa teriak - teriak sih?" seru Rani bingung.
"Rani!!. Sebaiknya kau pergi dari rumah ini!! Dan kalau perlu pergi dari negara ini!! Jangan ganggu aku dan Alya." ucap Rio emosi.
"Mas?! kamu ngusir aku? Rachel masih butuh aku mas.Aku mamanya" ucap Rani meninggi.
"Aku gak peduli. Rachel akan tahu siapa mamanya sebenarnya!Pergilah Rani, biar Rachel bersamaku. Akan aku jelaskan kepadanya siapa sebenarnya mamanya!"
"Kamu tega mas?" Ucap Rani terisak. Ia takut kalau Rio benar - benar akan mengatakan ke Rachel tentang keburukan dirinya.
"Sudah cukup!!! Keluar dari rumahku!!" bentak Rio megusir Rani dan Rio menarik Rani untuk keluar dari rumahnya. Habis sudah kesabaran Rio. Ia sudah muak dengan Rani. Wanita tak tahu malu.
__ADS_1
Rachel mendengar suara keributan di bawah. Ia mendengar papanya mengusir mamanya. Dengan cepat ia turun ke lantai bawah. Ia melihat mamanya ditarik paksa oleh papanya.
"Stop Pa?!" ucap Rachel tak terima mamanya di tarik seperti itu.
"Kalau mama pergi dari sini, Rachel juga akan ikut!!" ucap Rachel menangis.
"Papa udah gak sayang sama aku dan mama. Papa lebih sayang sama tante Alya. Dia sudah merebut papa dari mama!!" teriak Rachel dengan tangisannya.
Rani yang masih ditarik lengannya oleh Rio tersenyum sinis. Rachel anaknya akan membelanya.
Rio harus menjelaskan semuanya ke Rachel sekarang juga. "Rachel, tante Alya orang baik. Dia tidak pernah merebut papa dari mama kamu. Papa mencintainya. Kau pikir mama kamu ini orang baik?! ucap Rio sambil menunjuk Rani.
Rani ketakutan kalau Rio akan mengatakan kepada Rachel tentang kebusukan dirinya.
"Sayang...justru mama kamu yang selingkuh di belakang papa!"
Bersambung......
Nanti siang aku sambung lagi. Segini dulu up nya. Jangan lupa....
vote...
like....
HADIAH...
komennya.....
__ADS_1
Terimakasih.