Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 69


__ADS_3

Shinta sudah sadarkan diri. Dia berada diruangan VVIP. Saat membuka mata Shinta melihat Laras sahabatnya yang sedang menangis.


Laras sangat sedih melihat keadaan Sinta. Dengan tubuh yang di perban di mana - mana di tubuhnya.


"Shinta?" Laras tersenyum penuh syukur saat melihat Shinta sadar.


"Ras. Gue dimana?." tanya Shinta yang sudah sadarkan diri.


"Lo di rumah sakit Shinta." Jawab Laras.


Tubuh Shinta sungguh sangat sakit semuanya. Bahkan untuk menggeser sedikit ke samping saja ia langsung meringis.


"Lo butuh sesuatu?." tanya Laras.


"Minum." jawabnya singkat. Laras langsung berdiri mengambilkan minum untuk sahabatnya.


"Makasih Ras." ucap Shinta.


"Untung tadi ada Kak Miko yang cepat bantu lo. Kenapa lo gak nelpon Mas Reyhan?".


"Maaf Ras. Gue gak mau ganggu waktu lo bedua, lagian lo lagi hamil Ras."

__ADS_1


"Ras. Leher lo kenapa?." tanya Shinta ketika melihat ada perban di leher Laras.


"Oh ini. Tadi setelah Lo pingsan, penjahatnya narik aku dan ngancem Mas Reyhan dan Kak Miko pakai pisau yang di tarok di sini." jelas Laras sambil memegang lehernya membuat Shinta meringis. "Tapi untung orang Mas Reyhan cepat pukul pelakunya. Tapi udah gak apa-apa kok Shin, Lo gak usah khawatir." ucap Laras.


"Kandungan kamu gimana?." tanya Shinta lagi.


"Dedeknya baik aja. Dia kuat di sini." ucap Laras sambil mengelus perut nya.


Shinta tersenyum, dia sangat senang mendengar sahabatnya tidak kenapa - napa.


"Shin. Lo harus terimakasih sama Kak Miko. Dia udah nyelamatin Lo. Lo kayaknya jodoh deh sama Kak Miko." canda Laras.


"Nggak mau gue!." tanpa pikir panjang Shinta langsung menolak.


"Nggak!." tolak Shinta lagi.


"Kalau gak mau kenapa muka lo merah gitu?." goda Laras.


"Udah deh Ras. gue mau istirahat." ucap Shinta menahan malu.


Akhirnya Laras pun meninggalkan Shinta sendiri di kamar rawat inap nya. Laras membiarkan Shinta istirahat.

__ADS_1


Shinta memikirkan perkataan Laras yang mengatakan bahwasannya dia mau menjodohkannya dengan Miko. Sebenarnya pun Shinta menyukai Miko. Tapi, Shinta merasa tidak pantas untuk Miko, Shinta bukannya gadis lagi. Menurut Shinta Miko adalah pria baik. Dia pantas mendapatkan seorang perempuan yang baik juga. Rasa cinta yang di rasakan oleh Shinta untuk Miko akan di simpannya dalam hatinya saja. Bukannya cinta tidak harus memiliki.


*************


Sedangkan di tempat lain. Miko sudah membabi buta menghajar pria yang tadi menduduki tubuh Shinta dan mencoba menelanjangi gadis itu. Bahkan Reyhan pun tak sanggup melerainya.


"SIAPA YANG MENYURUH KALIAN BRENGSEK !!!." teriak Miko kesetanan.


"Ko, uda Ko. Dia bisa mati jika ---"


"Biarin dia mati. Gue akan bunuh bajingan ini sekarang juga!!." geram Miko dengan wajah penuh emosi.


"Udah bro. kalau dia mati, kita gak bisa korek siapa yang nyuruh mereka." bujuk Reyhan. Reyhan pun merasa geram melihat pria itu karena telah melukai leher istrinya.


Tapi dia tidak mau gegabah. Dia yakin kalau ini semua rencana dari Silvi dan Evan sepupu dari Shinta. Reyhan muak dengan tingkah Silvi. Entah apa mau Silvi.


Reyhan yang sudah tidak tahan untuk menghajar pria jahat itu.


"Berani kau menyentuh keluargaku, tak kan kubiarkan kau tenanga!."


BUKKK

__ADS_1


Pria itu jatuh pingsan karena dapat tendangan dari Reyhan. Semua yang ada di sana menatap Reyhan horor. Tadi Reyhan yang mencoba melerai, sekarang malah Reyhan yang menendang pria itu sampai pingsan.


Bersambung......


__ADS_2