
Tidak terasa sudah dua bulan setelah Laras melahirkan. Dan Keindra anaknya sudah berumur dua bulan. Alya dan papinya sedang bermain dengan baby Kei. Sang papi yang gemar mengganggu dan menjahili sang putra membuat Alya selalu gemas terhadap papinya.
"Papi, jangan gangguin baby Kei. Nanti nangis papi." ucap Alya gemas.
"Papi gemes banget lihat nya sayang. Lihat ini pipi gembulnya.Pingin di cubit." ucap papi Reyhan sambil mentoel - toel pipi baby Kei.
Laras menghela nafasnya kasar. Sudah biasa melihat pemandangan antara putrinya dan suaminya selalu untuk mengganggu dan menjaga baby Kei.
Laras segera mengambil Keindra dari gendongan Reyhan. Membawa dirinya duduk diatas sofa ruang tv dan menyusui keindra disana.
Sedangkan sang suami masih terus gencar mengganggu anaknya.
"Mas, jangan ganggu Keindra dong? anaknya lagi nyusu." ucap Laras kesal.
"Iya nih papi, jangan ganggu adik Kei dong. Nanti nangis lagi adiknya." ucap Alya ketus.
"Kok papinya di marahin terus sih?" ucap Reyhan cemberut.
"Habisnya papi godain adik terus." ucap Alya.
"Tau ne papi suka banget godain anak." ucap Laras.
"Baby Kei lucu sayang. Liat ne pipinya tembem banget." seru Reyhan dengan raut bahagia.
Laras hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah suaminya. Laras melihat Alya yang sudah tertidur di sofa ruang tv. Laras merasa bahagia ternyata putrinya sangat menyayangi adiknya. "Terimakasih sayang, kamu menyayangi adik kamu" gumam Laras dalam hati.
"Mas, bawa Alya kekamarnya. Kasihan dia tidur di sofa kayak gitu." pinta Laras.
__ADS_1
"Ok sayang." Reyhan pun memindahkan Alya tidur di kamarnya. Di kecupnya kening sang putri dengan penuh sayang. Dan meninggalkan Alya menuju ruang tv kembali untuk menemani sang istri yang sedang menyusui baby Kei.
Reyhan melanjutkan aksinya untuk menggoda anaknya. Di toel - toel nya pipi tembem baby Keindra.
"Mas udah dong, gangguin mulu. Sebel deh." ucap Laras kesal sambil memukul lengan suaminya.
"Lihat ne sayang, gemes banget." ucap Reyhan tersenyum.
"Keindra lagi nyusu mas. Jangan di ganggu dulu." ucap Laras kesal.
Reyhan langsung menatap Laras. "Oke kita bikin perjanjian. Sekarang aku biarin Keindra nyusu sama kamu, tapi...." Reyhan menghentikan ucapannya.
"Tapi?"
"Tapi setelah itu, mas yang nyusu sama kamu."
Wajah Laras langsung memerah saat bisikan lembut Reyhan di telinganya mengalun begitu saja.
"Itu sih mau kamu mas.."
"Ya udah kalau nggak mau... Kei..."
"Iya iya, ya udah iya. Tapi jangan gangguin Keindra." Reyhan tersenyum senang.
"Tentu sayang." seru Reyhan dengat semangat.
Reyhan menunggu dengan tenang, tapi makin lama melihat Keindra yang terus nyusu kepada Laras membuat Reyhan tegang seketika.
__ADS_1
Dengan cepat Reyhan mengambil posisi di bawah di depan sofa tepat di hadapan Laras.
"Mau apa?" tanya Laras curiga.
"Mau lakuin sesuatu..."
Tanpa aba - aba, Reyhan merenggangkan paha Laras dan menarik Laras sedikit kebawah dan semakin bersandar di sofa.
"Mas mau apa?" Laras tertahan.
Reyhan tak menjawab. Dia melanjutkan aksinya."Ssssttt...jangan ribut sayang. Nanti ada yang denger."goda Reyhan.
Ingin rasanya Laras membrontak, namun tak bisa. Akhirnya Laras menahan sekuat tenaga agar tak mengeluarkan desahannya. Sementara Keindra masih di pangkuan Laras masih nyusu.
"Mass...please jangan sekarang. Nanti aja mas." mohon Laras. Laras sudah tak bisa menahannya keluarlah desahan itu lagi. Di tatapnya Keindra sudah tertidur.
"Mas..." panggil Laras memneri kode kalau Keindra sudah tertidur. Dikerjai seperti itu membuat nafsu Laras menggila. Ia sudah tidak tahan untuk melanjutkan kepermainan yg lebih panas lagi.
Reyhan yang paham langsung berdiri dan menggendong Keindra. Dan membawa Keindra dengan terburu - buru kekamar mereka dan meletakannya di box bayinya.
Setelah dirasa aman, Reyhan turun kebawah dan menuju ke istrinya. Reyhan melihat Laras mengunci seluruh pintu dan menutup gorden yang terbuka.
Reyhan tertegun melihat Laras setelahnya. Istrinya itu berjalan mendekatinya dengan gerakan seksinya yang begitu menggodanya. Reyhan sudah tak sanggup menahan hasratnya yang sudah lama berpuasa. Di ciumnya bibir seksi istrinya dengan sedikit paksaan.
"Kau begitu menggoda sayang!." bisik Reyhan di telinga Laras.
"Masss...." erang Laras.
__ADS_1
Sambil berdiri tanpa pegangan apa pun, mereka melakukan penyatuan mereka dengan penuh gairah.
Bersambung.....