
Pernikahan Mega dan Keindra sudah dekat lagi. Sekitar dua minggu lagi.
"Sayang...I Love You..." bisik Keindra sambil memeluk Mega dari belakang.
"Kenapa kak? Manja banget..." tanya Mega.
"Emang gak boleh manja, kamu kan calon istri kakak." sahut Keindra.
"Boleh kak. Terimaksih ya kak. Sudah menerima cinta ku ini." ucap Mega lembut.
"Iya sayang. Seharusnya dari dulu, kakak nerima cinta kamu. Ternyata cinta kamu itu begitu tulus sayang." seru Keindra.
Mega membalikan badannya ke hadapan Keindra, dan menatap wajah tampan calon suaminya itu. Ia tersenyum, dan memeluk erat tubuh itu, begitu hangat sekali. Keindra tak mau kalah, ia juga membalas erat tubuh Mega.
"Mudah mudahan, kita berjodoh sampai maut memisahkan ya kak?" bisik Mega didalam pelukan Keindra.
"Amin sayang..." sahut Keindra.
*****
Sudah seminggu ini, Ivan tak ada kabarnya. Ponselnya terus tidak aktif. Setiap kali Rachel ke kantornya, selalu saja tak ada. Kemana kekasihnya itu. Rachel takut terjadi sesuatu kepada pria itu.
Bahkan Rachel datang ke apartemen Ivan, namun lagi lagi Rachel kecewa. Ia sudah sangat lelah sekali. Entah kenapa kesehatannya akhir akhir ini tak enak. Kepalanya selalu pusing dan gampang lelah.
Namun, Rachel tak memperdulikannya. Mungkin saja ia memang lagi kelelahan. Hanya butuh istrirahat mungkin akan lebih segar.
*****
Sementara itu.
__ADS_1
Ivan pria brengsek itu, selalu saja bersembunyi dari Rachel. Wanita itu selalu mencarinya di kantor, namun Ivan bersembunyi. Begitu pun ketika Ivan berada di apartemen.
Ivan juga, sering melihat Rachel. Tanpa sengaja ia melihat Rachel di sebuah minimarket. Ivan sebenarnya sangat merindukan wanita itu, ia melihat wajah Rachel yang pucat. Pria itu memandangi Rachel dari kejauhan. Hatinya sakit, kekasihnya itu memegangi dahinya. Sepertinya Rachel mengalami pusing.
Ivan ingin turun dari mobilnya dan membantu Rachel. Namun, egonya muncul. Ia hanya melihat dari kejauhan saja. Setelah Rachel tak nampak lagi, Ivan pun meninggalkan tempat itu.
Ivan kini selalu menghabiskan waktunya dengan Sisil, ia mencoba melupakan Rachel dengan selalu bercinta dengan Sisil. Namun, wajah Rachel selalu terlintas di benaknya. Ivan mengerang frustasi. Kenapa, wajah Rachel selalu terbayang, bahkan ia lagi merengguh nikmat bersama Sisil. Wajah Sisil berubah menjadi Rachel.
"Sayang...kamu kenapa?" tanya Sisil, di dalam pelukan Ivan. Ia melihat kekasihnya melamun, entah memikirkan apa.
"Hmm...gak papa sayang. Kamu istirahat saja." sahut Ivan.
Sisil pun menurut, ia memjamkan matanya dan terlelap.
*****
Waktu sudah berlalu begitu cepat. Pernikahan Mega dan Keindra sudah di depan mata. Wanita cantik sedang menatap wajahnya di cermin. Ia tersenyum bahagia, sebentar lagi, beberapa jam lagi, ia akan menjadi Nona Muda Angkasa. Pria yang dulu ia kejar cintanya, kini akan menjadi suaminya.
Sedangkan, di lantai bawah. Seluruh keluarga telah mempersiapkan prosesi ijab kabul, yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Jantung Keindra begitu berdetak, tangannya begitu dingin. Padahal Keindra sudah berkali kali latihan untuk mengucapkan ijab kabul.
Semuanya telah selesai, dan Keindra tengah bersiap untuk mengucapkan ijab kabul. Ia sudah menjabat tangan calon mertua yang akan menjadi mertuanya. Dengan mengucapkan kata Bismillahirohmanirohim.... dengan satu tarikan nafas Keindra mengucapkannya. Dan terdengar kata SAH.
*SAH....
SAH...
SAH...
Alhamdulilah*.....
__ADS_1
Kini pasangan Keindra dan Mega telah resmi menjadi pasangan suami istri. Keindra tersenyum bahagia, mengucap syukur. Berdoa, kelak nanti rumah tangganya dengan Mega Samawa... amin.
Dikamar Pengantin.
Mega mengucapkan kata syukur, akhirnya sah juga. Mega pun di bawa turun kebawah untuk bertemu dengan suaminya.
Menuruni anak tangga dengan perlahan, di dampingi oleh kakak iparnya. Alya, sungguh bahagia adiknya melepas masa lajang nya dengan wanita pilihannya.
Keindra begitu terpesona melihat kecantikan sang istri. Senyum bahagia selalu terkembang di wajah keduanya.
Mega sudah berada di samping Keindra. Pria itu memasangkan cincin pernikahan. Mega menyalami suaminya dan Keindra mengecup dahi sang istri begitu lembutnya.
"Cantik..." bisik Keindra.
Pipi Mega bersemu merah. Suaminya mengatakan cantik.
Prosesi ijab kabul telah selesai, dan sore nanti pukul empat , akan diadakan resepsi pernikahan mereka di hotel milik keluarga Angkasa.
Kini seluruh keluarga telah bergegas ke hotel tersebut. Begitupun pengantin. Keduanya akan beristirahat di hotel saja.
*****
Dikamar tamu Mansion Kekuarga Angkasa.
Rachel mondar mandir dikamar, ia sungguh frustasi, setelah mengetahui hasilnya. Ia penggangi benda pipih itu, ia sungguh tak menyangka, di benda itu terdapat garis dua. Rachel sungguh tak menyangka, kini ia sedang Hamil, hasil perbuatannya dengan Ivan.
Yang membuatnya frustasi, sampai sekarang Ivan tak kunjung dapat ditemui. Ia sangat takut sekali, takut kalau Ivan hanya mempermainkannya saja. Apa yang harus ia katakan kepada kedua orang tuanya. Mama Alya dan papa Rio pasti sangat kecewa kepadanya.
"Mas Ivan, kamu kemana? Aku takut Mas..." ucapnya lirih sambil memegang perutnya yang masih datar.
__ADS_1
Bersambung....
Vote ya....