Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 66


__ADS_3

Masih dikantor Reyhan.


"Sayang. Udah dong makan ice creamnya. Nanti kamu sakit sayang". Ucap Reyhan lembut kepada istrinya.


"Dikit lagi ya mas. Enak banget soalnya ini". Ucap Laras sambil menunjukkan ice cream yang ada ditangannya.


Reyhan melihat sudah ada 4 Cup besar ice cream kosong di atas meja sofa. Reyhan tidak ingin istrinya sakit. Tapi percuma dilarang pun tak akan di dengar oleh istrinya. Bisa- bisa istrinya akan ngambek.


"Tapi. Habis itu udah ya?". ucap Reyhan.


Laras yang di larang pun tidak peduli. Dia masih saja memakan ice cream nya. Saat Laras hendak memasukan suapan ice creamnya lagi, Reyhan menahan tangan istrinya.


"Udah ya sayang. Uda banyak kamu makannya". Ucap Reyhan.


"Ih...mas Reyhan nyebelin. Laras bilang kan dikit lagi". Kesal Laras. Laras ngambek dan mengkrucutkan bibirnya.


"Sayang. Jelek tau kalau ngambek". Ucap Reyhan lembut.


Laras memalingkan wajahnya dari Reyhan. Ia masih kesal pada suaminya. Karena melarangnya memakan ice cream.


"Mas. Yang pengen itu anak mu!". Ketus Laras sambil mengelus perut buncitnya.


Laras masih saja memalingkan wajahnya dari Reyhan.


Reyhan ingin mendekati istrinya, dan ingin memeluknya. Tapi Laras menghindar dari suaminya. Ia berpindah duduknya.

__ADS_1


"Yaaang,Jangan marah". Rengek Reyhan memberanikan diri memeluk Laras. "Yaaang." panggilnya lagi dengan nada manja. Reyhan mendusel dusel kan kepalanya ke tubuh istrinya.


"Yaang, jangan marah lagi dong." Reyhan terus mencoba mengajak Laras berbicara.


Laras yang diajak berbicara pun tidak peduli. Laras masih kesal terhadap suaminya. Ia masih ingin memakan ice creamnya.


"Sayang, maafin mas. Makan ice cream nya nanti lagi. Nanti kamu sakit sayang. Kasihan anak kita sayang." ucap Reyhan dengan lembut sambil memberi pengertian.


Emosi ibu hamil memang selalu gampang berubah. Sebentar marah, sedih, banyak maunya. Laras yang melirik suaminya dan akhirnya mau memaafkan suaminya.


"Laras maafin mas. Tapi, mas janji nanti izini Laras makan ice cream lagi ya." ucap Laras dengan tersenyum manis.


"Mas janji sayang." ucap Reyhan berjanji.


Sementara itu Miko baru aja sampai di lantai dasar tempat mobilnya di parkir. Masih dengan Shinta yang mengikutinya dari belakang membuat Miko merasa terganggu.


"Gue mau ikut lo kesana".


"Hahh?, bukan urusan lo. Cari kesibukan yang lain aja lo sana." tolak pria itu dengan ketus. Miko langsung berjalan menuju mobilnya setelah sebelumnya Ia mematikan alarm mobil dan membuka kunci.


Ketika Miko masuk kedalam mobilnya, dengan cepatnya Shinta sudah duduk manis di dalam mobil Miko dan membuat Miko naik pitam.


"Lo budek ya?, ngerti bahasa manusia nggak sih lo? Turuunn!!!!". Teriak Miko mengusir wanita itu secara terang -terangan.


"Nggak!!". Tolaknya.

__ADS_1


"Turun Shinta!!!".


Shinta diam ditempatnya dan tak berniat beranjak. Bahkan Shinta sudah memasangkan seat belt nya yang membuat Miko jengah.


Miko kembali membuka pintunya dan berjalan menuju tempat Shinta duduk. Melepaskan seat belt yang tadi sudah terpasang dan menarik Shinta secara paksa. Shinta tetap membrontak. Miko pun berusaha menarik Shinta turun. Walaupun Shinta sudah berusaha mempertahankan posisi duduknya sekuat mungkin, namun tetap ia bisa diangkat oleh Miko.


Shinta sudah berhasil ditarik Miko untuk keluar dari mobil.


"Miko!!!" teriak Shinta kesal.


"Peduli gue. Lo cari kesibukan sendiri".


"Tapi gue mau ikut".


"Bodo".


"MIKO!!".


"GAK PEDULI GUE!!".


"Dasar cowok Jahaaattt!!".


Baammm!!!


Pintu mobil sudah tertutup dan dikunci Miko dari dalam. Alhasil Shinta tak bisa masuk lagi. Miko pun langsung menstater mobilnya dan meninggalkan Shinta sendiri di basment Kantor nya Reyhan.

__ADS_1


Shinta sampai berteriak kesal. Ia mendumal kasar saat Miko tak mau mengajaknya. Tanpa Shinta sadari, ada yang tengah meliriknya dari dalam mobil.


__ADS_2