
Rachel tahu siapa yang memanggil namanya itu. Ia tidak ingin menoleh karena ia takut kalau sahabatnya Rindi akan tahu siapa wanita selingkuhan paanya. Wanita itu adalah mamanya. Seseorang yang meneriaki namanya itu. Ia berharap Rindi sahabatnya tidak menoleh kearah orang itu.
"Rachel sayang?" panggil Mama Rani. Orang yang meneriaki nama Rachel itu adalah Rani. Mama dari Rachel, wanita selingkuhan papanya Rindi.
Ingin rasanya Rachel pergi dari tempat itu membawa Rindi sahabatnya untuk menjauhi mamanya itu. Tapi, sudah terlambat mama Raninya sudah datang menghampiri mereka. Rani tidak tahu kalau teman yang duduk bersama Rachel itu adalah calon anak tirinya yang sangat membencinya dan juga sangat ia benci.
Ketika Rindi menoleh kearah Rani, Rachel memejamkan matanya. Ia takut akan reaksi Rindi. Rindi diam terpaku, dadanya serasa sesak menahan emosinya, ingin rasanya ia memaki wanita yang ada di hadapannya. Tapi ia tahan karena wanita itu mengenali Rachel sahabatnya. Apakah Rachel mengenali wanita ular itu?.
"sayang kamu disini? Ma..." ucapan Rani di sela oleh Rachel dengan cepat.
"Maaf tante, saya dan teman saya harus pergi!" ucap Rachel dingin dan ia menarik tangan Rindi menjauh dari tempat itu.
Rani terkejut mendengar Rachel putrinya memanggil dirinya tante. Begitu juga Rindi juga kaget, Rachel sahabatnya mengenali wanita jalang itu.
Rachel masih menarik tangan Rindi menuju mobilnya. Mereka harus pergi dari tempat itu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diingini oleh Rachel.
__ADS_1
"Rachel tunggu?! Tangan aku sakit !" seru Rindi.
Rachel melepaskan tangan Rindi. "Maaf kak?" ucap Rachel.
"Hel, kamu kenal wanita jalang itu? Kok dia manggil kamu sayang?" tanya Rindi beruntun.
"Aa...aku kenal sih kak, dia saudara jauh aku kak" ucap Rachel takut dan menunduk. Ia takut kalau saja Rindi akan kecewa dengannya.
Melihat reaksi Rachel seperti itu. Rindi tahu kalau Rachel malu mempunyai saudara seperti wanita jalang itu. Rindi menghela nafasnya pelan. "Kamu gak usah khawatir Rachel. Aku gak akan marah sama kamu. Toh, wanita jalang itu hanya saudara jauhkan?" tanya Rindi.
"Kamu tenang, kita masih sahabatan kok" ucap Rindi.
Sebuah mobil sport keluaran terbaru menghampiri mereka. Ternyata Ivan, kakak laki - laki Rindi menghampiri mereka. Ivan memiliki wajah yang sangat tampan dan di juluki seorang playboy di sekolahnya. Ivan siswa kelas 2 SMA di sekolah Internasional milik papanya. Rachel saja sangat terpesona dengannya. Rachel hanya beberapa kali bertemu dengan Ivan. Tapi, setiap bertemu Ivan, Rachel sungguh gugup sekali.
"Kak Ivan?! Panggil Rindi.
__ADS_1
Ivan tersenyum dan menghampiri mereka berdua. "Kalian masih disini? Pulang bareng kakak yuk?" ajak Ivan.
"Rachel bawa mobil kak" sahut Rindi sang adik.
Rachel mengangguk. Iya kak" jawabnya malu malu.
"Lo bawa supirkan? Suruh aja supir Lo pulang. Kita pulang bareng aja" seru Ivan.
Rachel mengangguk lagi. Ia pun menghampiri mobilya dan meminta supirnya pulang duluan saja. Pak supir pun mngiyakannya. Dan Rachel tak lupa memberi kabar mama Alya nya, kalau ia akan pulang bareng Rindi sahabatnya. Setelah itu mereka bertiga pergi dari tempat itu.
*********
Lagi lagi Rani kecewa akan sikap Rachel putrinya. Putrinya menjauhinya, bahkan putrinya memanggil dirinya tante. Segitu bencinya Rachel dengan dirinya. Sampai sampai tak mengakuinya mama lagi. Rani menebak ini pasti ulah dari istri baru mantan suaminya.
Ia bersumpah akan membuat perhitungan dengan Alya karena telah meracuni pikiran putrinya untuk menjauhi dirinya.
__ADS_1
bersambung.........