
Rani sudah berada di dalam mobilnya. Ternyata sangat sakit melihat orang yang kita cintai berselingkuh di depan mata kita sendiri.
Rani sudah tak bisa menahan air matanya. Ia menangis terisak. Perbuatannya di balas oleh Rio. Walaupun Rani mempunyai pria simpanan. Tapi hati dan cintanya hanya untuk Rio. Rio cinta pertamanya. Ini semua karena karir dan ketenaran saja dia rela menjadi simpanan para produser. Padahal menjadi seorang istri Dari Rio Tama Baharsya Rani tidak perlu bekerja. Cukup dirumah mengurus anak saja sudah cukup. Harta Rio tujuh turunan tak akan habis.
Rani mulai menyesali perbuatannya. Haruskah dia mengakhiri semuanya. Haruskah ia meninggalkan dunia keartisannya. Yang sudah dirintisnya dari awal.
Rani harus benar - benar berpikir. Ia harus mengakhirinya. Kalau tidak ia akan kehilangan Rio cintanya.
Sementara itu di cafe Alya dan Rio masih duduk manis sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang. Rio memandangi wajah Alya yang cantik. Sebenarnya di awal ia tidak tega menjadikan Alya sebagai alat balas dendamnya ke Istrinya Rani. Gadis cantik, pintar seperti Alya tidak pantas di jadikan umpan. Rio memang sedikit ada ketertarikan kepada Alya, tapi rasa sakit hatinya yang telah dibuat oleh istrinya. Membuat Rio membenci seorang wanita.
"Mas? Kenapa? Kok melamun sih." tanya Alya lembut.
Rio yang sedari tadi melamun sambil memandang wajah Alya, sedikit terkejut ketika Alya menegurnya. "Hah...maaf sayang. Mas tidak fokus melihat wajah cantik kamu." ucapnya berbohong.
Alya merona mendengar apa yang dikatakan Rio. "Mas ih...gombal." manja Alya.
Rio tersenyum melihat Alya merona. "Kamu cantik." ucapnya lagi. "Maafkan aku Alya, aku hanya berpura - pura menyukai kamu. Maafkan aku. Aku harus mengakhirinya." Batin Rio.
__ADS_1
********
Sebulan sudah Alya menjalin hubungan dengan Rio. Alya meras seminggu ini Rio kelihatan berbeda. Tidak seperti biasanya. Sikap romantis yang ditunjukan oleh Rio tidak pernah lagi di tunjukannya. Sikap Rio seperti diawal mereka bertemu, sangat dingin dan datar. Ia juga selalu menghindar dari Alya.
Siang ini Alya ingin mengajak Rio untuk menemaninya kesebuah mal. Alya ingin membelikan kado untuk adiknya Keindra. Karena besok adik laki - lakinya itu berulang tahun. Alya juga ingin mengundang Rio untuk menghadiri acara ulang tahun adiknya.
Lagi - lagi Rio menolak. Dengan alasan ia sibuk dengan pekerjaannya. Alya berpikir kenapa Rio berubah dratis seperti itu. Apa ia sudah tidak mencintai Alya lagi. Alya tidak mau berfikir negatif. Ia harus positif, mungkin saja kekasihnya itu memang lagi sibuk.
Alya pergi ke mall sendiri. Ia mencari kado yang pas untuk adiknya tersayang. Alya membelikan Keindra sebuah jam tangan yang limitid edition. Sudah mendapatkan kadonya. Alya pergi menuju restoran, ia ingin mengisi perutnya dengan makanan.
Alya memilih restoran nusantara. Restoran itu menyediakan makanan khas Indonesia. Alya sangat menyukai makanan Indonesia. Dan Reatoran itu adalah restoran favorit Rio. Ia selalu diajak makan di tempat itu.
"Papa?!!." teriak Rachel.
Rio melambaikan tangannya. "Papa?Maaf ya Rachel telat datangnya. Tadi Rachel nunggu mama jemput." ucap Rachel manja.
"Iya gak papa sayang. Terus mama kamu mana?." tanya Rio.
__ADS_1
"Mama gak bisa kesini pa. Mama cuma nganter aku aja."
"Ya udah kita makan ya?." pinta Rio.
Alya yang sedari tadi mnedengarkan percakapan mereka. Ia merasa terkejut ternyata Rio sudah menikah dan mempunyai anak. Jadi, selama ini ia sudah di bohongi. Sakit rasanya. Pantas saja akhir - akhir ini Rio menjauhinya.
Alya melangkahkan kakinya menuju meja Rio. Dengan sedikit sesak di dadanya. Alya ingin menyapa Rio. Ia ingin kejelasan dari Rio.
"Mas Rio..?" panggil Alya lirih. Namun bisa didengar Rio. Rio pun menoleh kearah suara.
Betapa terkejutnya ia melihat seseorang di belakangnya. Seorang yang menatapnya sendu dan raut wajahnya sangat kecewa.
"Alya...?"
Bersambung....
Tukan...ketahun deh...pasti sakit banget tu Alya nya. Jahat banget ya Rio nya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, beri hadiah dan vote ya. Terimakasih.