Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 48


__ADS_3

"Mas Rey". Panggil wanita itu dengan suara manjanya.


Laras yang melihatnya terkejut. Dan jantungnya seakan mau lepas. Dia tahu siapa wanita itu.


"Mas....". Laras tidak bisa meneruskan perkataannya lagi. Karena ponselnya terjatuh dan sambungan video pun terputus.


Sedangkan Reyhan yang panik dan frustasi. Marah kepada Chintya. Ya perempuan yang tiba - tiba masuk itu adalah Chintya. Wanita yang menyukai Reyhan sedari dulu.


"Apa yang kau lakukan di sini Chintya?!!!". Bentak Reyhan.


"Mas Rey tenang dulu. Maaf aku tidak tahu kalau mas lagi telponan sama istri mas". Ucap Chintya berbohong. Padahal dia sengaja masuk ke kamar Reyhan. Karena sedari tadi diluar dia mendengarkan Reyhan sedang menelpon istrinya. Kesempatan untuk Chintya untuk masuk.


"Keluar kamu!!!!". Bentak Reyhan lagi.


Chintya pun keluar dari kamar Reyhan. Setelah pintu tertutup Chintya tertawa puas melihatnya. Akhirnya rencana berhasil. Pasti Laras akan marah besar kepada Reyhan.


Reyhan yang tidak tenang memikirkan istrinya dikarenakan sedari tadi Laras istrinya di telpon tidak menjawab telponnya. Bahkan Beberapa menit kemudian ponsel istrinya tidak aktif. Semakin frustasi Reyhan memikirkannya. Pasti Laras akan salah paham kepadanya.


Sekali lagi Reyhan ingin menelpon istrinya. Namun dari dirinya tak kunjung diangkat oleh istrinya.

__ADS_1


"Ayolah sayang angkat telpon mas". Seru Reyhan frustasi. Di cobanya sekali lagi namun tetap tak diangkat oleh istrinya.


Reyhan mengumpat kasar. Ia mencoba mencari kontak Miko asisten pribadinya, ingin mengatakan pada Miko kalau dia akan pulang malam ini juga dan untuk rapat besok, Miko akan ditemani Gebi sang sekretaris yang akan ia minta menyusul ke kota Y.


Setelah memberi tahukan semuanya kepada asistenya Miko. Reyhan segera chek out dari hotel dan langsung menuju bandara. Beruntung sekali ada penerbangan malam.


Didalam perjalan Reyhan merasa kacau. Dia takut istrinya marah dan kecewa kepadanya. Sampainya dirumah nanti Reyhan akan menjelaskan semuanya.


Saat kakinya sudah menginjak di halaman rumahnya. Suasana Rumah terlihat tenang dan lampu juga sudah banyak dipadamkan. Sepertinya Mama dan istri tercintanya sudah mulai tidur.


Untunh Reyhan membawa kunci cadangan. Jadi dia tak perlu membangunkan orang rumah untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka dan Reyhan pun menguncinya kembali. Ia pun segera berjalan menuju kamarnya.


Perlahan Reyhan masuk kedalam selimut dan memeluk istrinya sepelan mungkin.


Reyhan memeluk istrinya dengan erat. Laras yang merasa terganggu pun terbangun dan dilihatnya ternyata suaminya sudah pulang. Dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 2 pagi. Dilihatnya wajah tampan suaminya. Dielusnya pipi suaminya dengan pelan. Tapi Reyhan yang merasakan elusan di pipinya terbangun dari tidurnya.


"Sayang...mas pulang. Mas ingin menjelaskan semuanya. Mas ingin....". Ucapan Reyhan terpotong karena Laras menyelanya.


"Mas. Laras percaya sama mas". Ucap Laras mengelus pipi suaminya.

__ADS_1


"Sayang. Mas akan tetap menjelaskannya. Mas tidak tahu kalau Chintya ikut dengan Papanya. Karena yang mas tau hanya Pak Samsul yang mengikuti rapat di kota itu. Mas sama sekeli tidak mengetahui kalau Chintya ikut dengan papanya". Ujar Reyhan.


"sssttttss....Laras masih ngantuk mas". Ucap Laras menutup mulut suaminya dengan jari telunjuknya.


"Sayang. Kamu tidak marah kan?". Tanya Reyhan takut.


Laras tersenyum manis kepada suaminya. Dan meringsek kedalam pelukan suaminya.


"Sayang. Laras nggak marah. Laras paham kok. Laras tahu pasti itu semua akal - akalan mbak Chintya aja". Ucap Laras lembut dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Terimakasih sayang. I Love you istriku". Ucap Reyhan Lega. Akhirnya tidak sia - sia dia pulang malam ini juga.


"I Love you too suamiku". Balas Laras dengan lembut.


Mereka berdua melanjutkan tidurnya.


bersambung....


Malam ini aku up lagi ya semuanya.....

__ADS_1


__ADS_2