Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 55


__ADS_3

"Tante jangan." Pinta Laras. Dan seketika itu juga tante Mia heran melihat keponakan nya itu.


"Kenapa sayang." Tanya tante Mia.


"Gak apa apa tante. Nanti mas Rey khawatir sama Laras. Laras hanya kecapekan saja tan."Jelas Laras. Padahal Laras sedikit stres mendengar orang - orang membicarakannya. Dan sudah banyak berita di media sosial yang memojokan nya. Dia berharap suaminya tidak meliahatnya. Tapi itu tidak mungkin pasti suaminya mendengar dan melihatnya.


Tante Mia yang sangat khawatir melihat keadaan keponakannya yang begitu pucat dan lemas. Tanpa sepengetahuan Laras Tante Mia menelpon suami Laras.


Shinta membantu Laras dan menyelimuti tubuhnya bersamaan dengan bersamaan asisten rumah tangga yang membawa teh manis hangat.


Tante Mia kembali ke kamar. Dia melihat keadaan Laras semakin lemas saja. "Sayang. Kamu cerita sama tante ada apa sebenarnya". Tanya Tante dengan lembut dan sambil mengelus kepala Laras.


Shinta membuka ponselnya dan menyodorkannya kepada Tante Mia. "Ya Allah. Apalagi ini?" Pekiknya setelah selesai membaca artikel yang di tunjukan oleh Shinta. "Wanita ular itu berniat mencari masalah." Gerutunya lagi.

__ADS_1


"Kami baru tau pada saat makan siang tadi tan. Orang - orang berbisik dan ternyata tentang artikel ini tan. Sepertinya wartawan akan mencari kebenarannya. Ini yang membuat Laras stres dan tiba - tiba pusing. Saya takut kenapa - kenapa sama bayi nya tan." Shinta melirik shabatnya. Wajah Laras sudah mulai merona lagi setelah meminum teh manis tadi.


Tante Mia kembali mengusap kening Laras. "Dokter sebentar lagi kesini. Kamu makan dulu ya sayang?." Pintanya lembut. Laras hanya mengangguk pelan. Ia bahkan tidak mempunyai tenaga untuk bersuara. Laras pun hanya memakan makanannya hanya beberapa suap saja.


Dokter Suci pun datang untuk memeriksa keadaan Laras. Dokter Suci adalah dokter keluarga Reyhan, Dia yang selalu memeriksa keadaan Laras ketika hamil. Melihat kondisi Laras yang sangat lemas. Dokter suci pun menginfus tangan Laras. Setelah Dokter memeriksa semuanya. Shinta memandang dokter itu dengan serius."Apa yang terjadi dengan Laras, Dok?." Tanyanya khawatir.


"Maaf jika saya mengatakan ini. Tapi untuk berjaga - jaga di kemudian hari. Dan saya juga sudah mengatakan ini pada Nona Laras sebelumnya. Resiko kehamilan Nona Laras ini dikatakan cukup serius. Tidak ada masalah dengan bayi nya. Perkembangannya normal. Masalahnya ada pada Nona Laras. Saya sudah mengatakan semua kemungkinan pada Nona Laras. Bukan untuk menakutinya, tapi supaya lebih mawas diri. Kondisinya saat ini bisa berefek buruk padanya. Termasuk kemungkinan terjadinya Depresi. Memang hal ini masih berupa kemungkinan. Namun jika Nona Laras selalu merasa tertekan dan banyak pikiran berkelanjutan. Hal seperti ini bisa saja terjadi. Dan satu lagi kemungkinan yang akan terjadi terjadinya pendarahan telah melahirkan. Dan kita harus berjaga jaga akan kemungkinan bayi lahir prematur."


"Saya akan terus memantau kesehatan Nona Laras." Ucap sang Dokter.


Tante Mia dan Shinta mengangguk. Tante Mia meraih tangan sang Dokter dan meremasnya. "Terimakasih." Ucapnya tulus.


Dokter Suci menangkup punggung tangan Tante Mia. "Itu sudah kewajiban saya Nyonya. Disisi lain saya sebagai dokter keluarga Tuan Reyhan saya ingin yang terbaik untuk keluarga mereka. Saya yakin Nona Laras wanita yang kuat." Tante Mia pun mengangguk.

__ADS_1


Setelah mengatarkan Dokter Suci ke depan rumahnya. Shinta dan tante Mia kembali duduk di sofa ruang tv. Tante Mia sangat berterimakasih kepada Shinta.


"Terimakasih Shinta. Kalau tidak ada kamu tante tidak tau apa yang terjadi." Ucap tante Mia tulus.


"Laras sahabat saya Tan. Dan Laras sudah saya anggap seperti adik saya sendiri." Sahut Shinta tulus dan di angguki oleh tante Mia.


"Ini semua gara- gara perempuan ular itu!." Ucap Tante geram.


"Apa yang harus kita lakukan tan?. Apa kita harus mengatakan kepada Reyhan." Ucap Shinta.


"Tante sudah mengatakan semuanya kepada Reyhan. Tante minta Reyhan harus menyelesaikan semuanya. Dan bertindak tegas kepada mantan istrinya itu. Kalau tidak, jangan harap Laras akan balik lagi kerumahnya. Gak akan tante biarkan Laras terus menderita seperti ini." Ucap tante Mia tegas.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2