
Lelah setelah seharian menemani sang Ratu Hati. Keindra akan melakukan apa pun agar istri tercintanya itu tak merajuk lagi. Diakuinya dirinya memang salah, mengabaikan Mega karena banyaknya pekerjaannya.
"Yank...ini mas buatkan susu coklat untuk kamu." Setiap malamnya Keindra selalu membuatkan susu untuk istrinya.
"Lagi gak pengen susu coklat." Seru Mega dingin dan datar. Istrinya itu ternyata masih ngambek.
"Jadi, kamu mau susu rasa apa sayangku?" tanya Keindra lembut.
"Mau susu Rasa strobery." Jawab Mega.
"Baiklah tuan Putri." Keindra mengalah saja. Kei membuat susu rasa strowbery.
Susu sudah selesai dibuat, Kei membawanya dan akan memberikannya kepada sang istri.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka, dengan menampilkan senyuman manisnya Kei berjalan ke arah ranjang, dimana sang istri berada.
"Ini sayang, susunya." Keindra memberikan susu nya kepada Mega.
Mega menerimanya, wanita hamil itu pun meneguknya sampai habis dan memberikan gelas kosong ke suaminya.
Tanpa mengucapkan terimakasih. Mega langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur. Tubuhnya membelakangi sang suami.
__ADS_1
"Yank...masih ngambek ya? Terus, mas tidur diamana?" Tanya Keindra.
"Aku mau tidur sendiri." Ucapnya.
Keindra menghela nafasnya, sebaiknya mengalah saja.
Sayangnya, jam demi jam telah berputar dan Mega yang tidak bisa tidur, "Duh, anak mama. Kamu kenapa? Kangen papa ya?" Ucap Mega pada anaknya yang masih dalam perut.
"Sayang...mama itu masih ngambek sama papa. Bekerja samalah." Ucap Mega lagi. Namun kenyataanya, Mega tak bisa menahan keinginan itu, selain sang anak yang didalam perut, dirinya juga pengen dipeluk sang suami. Akhirnya Mega kalah juga, Mega melangkah pergi untuk menyusul suaminya. Suaminya itu pasti diruang kerjanya, dan Mega pun kesana.
Ceklek....
Mega melihat suaminya masih belum tidur. Sosok itu tengah membaca sambil duduk di sofa.
Membuat Keindra gemas melihatnya, dia tersenyum dan meyimpan bukunya. Mendatangi Mega dan membentangkan tangannya, membiarkan sang istri masuk kedalam pelukannya. Menghirup aroma tubuh Keindra yang selalu menjadi candunya.
"Mau tidur dimana sayang?" tanya Keindra masih memeluk Mega.
"Dikamar aja mas." Bisik Mega lirih, ia sungguh merutuki dirinya.
"Ok sayang." Keindra menuntun sang istri untuk masuk kekamar mereka. Tempat paling nyaman.
Kini keduanya sudah berada di atas ranjang mereka. Mega masih memeluk tubuh suaminya, menghirup dalam dalam aroma sang suami. Keindra pun membalasnya.
__ADS_1
"Sayang..maafkan mas ya? Jangan ngambek lagi." Bisik Keindra lembut.
Mega hanya mengangguk. Dia pun sebenarnya tak bisa berlama lama ngambek.
Keudanya pun tertidur dengan lelap.
****
Disebuah Aparteman mewah.
Seorang pria tampan lagi galau, sang pujaan hati masih marah kepadanya. Jimmy tak ingin kehilangan Rindi. Hatinya sudah jatuh ke Rindi. Sudah berkali - kali Jimmy menelpon Rindi, tapi tak pernah dijawab oleh Rindi. Wanita itu benar - benar mengacuhkannya. Jimmy juga pernah mencoba menemui Rindi di rumahnya, tapi, sosok itu tak pernah ada.
"Argghh...kemana kamu sayang?!" teriak Jimmy prustasi. Jimmy membanting ponselnya kelantai sampai ponsel itu hancur.
Tak ingin menyerah, Jimmy menyuruh anak buahnya mencari keberadaan sang pujaan hatinya.
Di Mansion Ivan.
Rindi juga sebenarnya sangat merindukan kekasihnya itu, tapi egonya sangat tinggi. Dia masih sangat kesal dan marah.
Kekasihnya itu selalu menelponnya tapi, tak pernah dijawab oleh Rindi. Dia hanya memandang ponselnya berdering.
Bahkan dia tau kalau Jimmy selalu mencarinya dirumahnya. Untuk sementara ini, Rindi akan menginap di rumah Ivan dan Rachel saja.
__ADS_1
Bersambung....