
Hari berganti hari pernikahan Alya dan Rio sudah sangat bahagia. Sudah tidak adalagi yang mengganggu rumah tangga mereka. Tapi, tak tahu juga. Masih ada Rani yang masih belum ikhlas dengan kebahagian mereka.
Sekarang saja Rani masih tidak suka melihat mereka bahagia. Rani selalu melihat dari kejahuan saja. Bahkan untuk bertemu dengan Rachel putrinya saja ia tidak bisa. Karena Rio selalu saja memberi pengawalan yang ketat untuk Rachel. Walaupun yang menjaga Rachel dari kejauhan. Tapi Rani tidak di biarkan untuk bertemu dengan Rachel.
"Brengsek...aku ingin bertemu dengan anak ku saja tidak bisa!" geram Rani di dalam mobilnya. Ia mengikuti Rachel ke sekolahnya, namun ia melihat ada pengawal suruhan Rio yang selalu mengawasinya. Itu membuat Rani tidak bisa berbuat apa apa.
Rani masih menunggu kesempatan untuk menemui Rachel. Bel berbunyi pertanda seluruh siswa dan siswi telah waktunya pulang. Rani belum melihat keberadaan Rachel putrinya. Ia terus saja menunggu di dalam mobil. Tampaklah Rachel lagi berjalan keluar gerbang bersama temannya.
Rani merasa terkejut, melihat teman yang berjalan bersama Rachel. "Bukannya, itu anaknya mas Toni ya?" gumam Rani. "Ternyata anak sialan itu satu sekolah dengan Rachel" ucapnya. Rani sedikit khawatir kalau saja nantinya Rachel mengetahui kebenarannya. Siapa ia sebenarnya. Padahal Rachel sudah mengetahui semuanya.
"Bisa gawat kalau Rachel mengetahuinya dari anak sialan itu!!" geram Rani. Ia tak bisa membiarkannya.
Anak sialan yang di sebut Rani adalah Rindi sahabat Rachel anak dari kekasih Rani. Rindi telah di jemput supirnya, dia pun segera naik ke mobilnya dan berpamitan kepada Rachel. Rindi pun pergi. Ini kesempatan Rani untuk bertemu dengan putrinya.
"Rachel..." panggil Rani.
Rachel merasa di panggil menoleh kearah suara itu. Betapa terkejutnya ia melihat siapa yang memanggil namanya. Wanita yang di bencinya, wanita yang membuatnya kecewa besar. Wanita itu mamanya.
Rachel memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia tidak ingin bertemu dengan mamanya. Rachel sangat kesal supirnya sangat lama sekali menjemputnya.
"Sayang...mama kangen banget sama kamu. Boleh mama ngobrol sama kamu?" pinta Rani dengan wajah memelas.
"Maaf saya tidak bisa. Mama saya dirumah sedang menunggu saya!" ucap Rachel ketus. Walaupun ia kesal dengan keberadaan Rani. Ia tetap menolak tidak bisa bertemu.
"Sebentar saja sayang...mama mohon?" ucap Rani.
"Anda tidak mendengar saya?! Saya tidak bisa. MAMA saya menunggu dirumah" ucap Rachel dengan suara tinggi dan menekankan kata mama, ia menekankan bahwasan nya mamanya hanya Mama Alya.
__ADS_1
"Mama juga mama kamu sayang?!" ucap Rani sesikit kesal.
Rachel menatap Rani dengan tajam. Ia tidak suka kalau Rani menyebutkan dirinya mama. Untung saja supir pribadi Rachel datang. Dengan sedikit berlari Rachel menuju mobilnya dan dengan cepat memasuki mobilnya dan menyuruh sang supir cepat cepat melajukan mobilnya.
Rani meneriaki Rachel. "Rachel...!!!" teriak Rani. "Brengsek...awas kalian. Akan aku balas...!!!" gumam Rani emosi.
Di dalam mobil menangis tersedu. Dari lubuk hati paling dalam, sungguh Rachel tidak tega melihat mamanya seperti tadi. Memohon kepadanya ingin mengobrol saja. Bahkan mamanya berteriak memanggil namanya. "Mama, Rachel kangen sama mama" gumam Rachel dalam isakannya. Sejujurnya Rachel juga sangat merindukan mamanya itu. Tapi, mengingat perbuatan mamanya ia menjadi benci dan jijik.
Pak Supir melihat Nona mudanya menangis merasa iba. Ia tahu hubungan Nona mudanya dengan mama kandungnya. "Kasihan nona Rachel" gumam Pak supir.
"Nona, kita mau kemana dulu?" tanya pak supir.
"Langsung pulang aja Pak" ucap Rachel masih terisak.
"Baik Non"
Supir membawa Rachel pulang ke Penthouse Tuan besarnya yaitu kerumah Tuan Rio.
Alya yang baru saja keluar dari kamarnya melihat putrinya duduk di sofa dengan wajah sedih. "Sayangnya mama kenapa?" tanya Alya lembut.
"Mama...hiks..."Rachel memeluk erat tubuh Alya. "Tadi Rachel ketemu mama Rani...hiks..." ucapnya menangis.
Alya menarik nafasnya perlahan. "Sayang...kamu jangan nangis. Tenangkan diri kamu" ucap Alya.
"Apa yang harus Rachel lakukan ma? Mama Rani ingin bertemu dengan aku ma" Isak Rachel.
"Kamu...ingin bertemu dengan mama Rani? Mau mama temani kamu sayang?" ucap Alya.
__ADS_1
Rachel merenggangkan pelukannya dan melihat wajah mama Alyanya. Kenapa hati mamanya ini sungguh baik sekali.
"Mama...apa boleh ma?" tanya Rachel.
"Iya sayang...besok, kita temui mama kamu ya? Tapi, jangan beri tahu papa ya sayang? Mama takut papa kamu gak kasih izin kita sayang" ucap Alya. Ia akan menemani Rachel bertemu dengan Rani. Mungkin saja Rani merindukan putrinya. Tapi, ia tidak akan memberi tahu suaminya.
"Terimakasih mama" seru Rachel memeluk Alya lagi.
*********
Apartemen Sudirman Park.
Weekend besok Reina akan kerumah orang tuanya di Bandung. Ia sangat merindukan mamanya dan juga Jihan putri kecilnya. Reina sebenarnya seorang single Parent. Ia memiliki seiramg putri kecil yang masih berumur lima tahun. Putrinya tinggal bersama mamanya di Bandung. Reina hanya mempunyai mama saja. Papanya meninggal di saat ia masih sekolah. Perusahan papanya ia yang menjalankannya. Ditangannya perusahaan itu maju pesat. Sekarang ia mempunyai banyak cabang salah satunya di Jakarta ini. Perusahaan yang di Bandung di pegang oleh adik mamanya bernama Firman.
Weekend besok ia akan ke Bandung bertemu dengan mama dan Jihan putri kecilnya. Reina memang mempunyai seorang anak. Tapi ia belum menikah. Mengingat masa lalu Reina sangat menyakitkan hatinya. Betapa hancurnya ia dulu ketika masih sekolah.
Bersambung.....
Ada apa dengan Reina sebenarnya ???
jangan lupa
vote .....
like...
hadiah....
__ADS_1
komen....
terimakasih.....