
Reyhan memperlihatkan ruang chat dengan Chintya.
"Uda mas blokir", ujar Reyhan.
Laras tiba tiba mengerutkan dahinya saat membaca pesan yang dikirim Chintya kepada suaminya yang mengatakan kalau dia mencintai suaminya, lalu tiba tiba tersenyum saat membaca jawaban dari suaminya.
"Aku Hanya Mencintai Istriku?", ujar Laras membacakan balasan pesan Reyhan.
Reyhan menganggukan kepalanya lalu mengecup bibir Laras dengan singkat.
"Terimakasih mas, aku mencintaimu", ujar Laras sambil memeluk Reyhan.
Reyhan sedikit terbangun dan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya cukup lama. Ciuman yang lama kelamaan berubah menjadi sebuah ******* ******* kecil yang membuat keduanya semakin terhanyut. Reyhan pun melepaskan pagutannya lalu menatap mata istrinya dalam dalam.
"Maafin sikap mas tadi dirumah Chintya sayang, mas nggak ada hubungan apa apa sama dia, dia cuma temen mas", ujar Reyhan dengan penuh penyesalan.
Laras melingkarkan kedua tangannya pada tengkuk leher Reyhan lalu menariknya dan kembali mengecup bibir Reyhan dengan singkat.
"Jangan pernah bertemu dengan Chintya hanya berdua saja mas, ajak Laras atau Pak Miko, maaf mas sebenarnya Laras cemburu melihat kedekatan mas dengan Chintya", sahut Laras.
__ADS_1
Reyhan menganggukkan kepalanya lalu kembali mencium bibir Laras sedalam mungkin, saling memberi kehangatan satu sama lain. Mengisi kehangatan dimalam yang indah ini.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Dipagi hari yang cerah ini dan tepatnya di hari minggu, sepasang suami istri yang masih tertidur dibawah satu selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka berdua akibat pergulatan panas semalam.
Laras yang telah terbangun terlebih dahulu, dilihatnya suaminya masih tertidur dan jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Laras pun bangkit dari tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia tekan kran shower hingga air keluar membasahi tubuh polosnya. Dia mengingat perbuatan mereka semalam, suaminya memberikan kehangatan dengan banyak cinta, Laras hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum mengingatnya.
Tiba tiba Laras dikejutkan oleh dua lengan kekar yang melingkar ditubuhnya. Laras mematikan kran shower dan melihat kebelakang.
"Mas, ngagetin aja!", ucap Laras terkejut.
Kedua tangan Reyhan meremas dua gundukan kenyal milik istrinya dengan sensual, diikuti hisapan pada lehernya dan membuat satu dan kepemilikan lagi yang sudah mulai memudar.
"Ahh....mmaasss", satu desahan dari Laras tersebut membangunkan kembali gairah Reyhan.
Reyhan semakin kencang meremas salah satu gundukan kenyal milik istrinya lalu sedikit mendorong Laras agar membungkukan tubuhnya. Dan tanpa melakukan pemanasan, kejantanan Reyhan sudah kembali menegang, ia arahkan ke pintu kewanitaan istrinya, lalu dalam satu sentak kejantanan tersebut berhasil masuk dengan sempurna dan membuat Laras melenguh nikmat.
Desahan demi desahan kembali terdengar dan kini memenuhi setiap sudut ruangan kamar mandi, hingga Laras dan Reyhan sampai pada pelepasan pertama mereka dipagi hari. Napas keduanya sama sama memburu. Laras yang sangat kelelahan hampir terjatuh jika saja Reyhan tidak memegangi tubuh kecil istrinya.
__ADS_1
"Mas, udahan ya?, Laras capek mas", ujar Laras kelelahan.
"Nambah satu kali lagi boleh?", tanya Reyhan menggoda.
Laras srketika berbalik dan memberi tatapan tajam pada suaminya yang kini tengah tersenyum menatapnya.
"Udah ya mas ya, semalam aja uda tiga ronde, ditambah barusan, masa mas mau lagi sih?", gerutu Laras.
Melihat wajah gemes istrinya membuat Reyhan tergelak lalu mengecup bibir istrinya yang cemberut berulang kali.
"Mas, udahan yuk, ini kan hari libur, Laras mau jemput Alya dirumah mama mas", rengek Laras.
"ih...gemesin banget kamu sayang", ucap Reyhan sambil menarik hidung mancung istrinya.
Mereka berdua pun membersihkan tubuh mereka. Setelah selesai mereka memakai pakaian dan menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
Bersambung.......
hay ketemu lgi kita, jgn lpa like, coment dan vote ya.
__ADS_1