
Seluruh keluarga kedua nya sangat bahagia mendengar kehamilan Alya. Apalagi papi Reyhan dan mami Laras, mereka sangat antusias sekali. Mereka akan menjadi opa dan oma. Papi Reyhan selalu menuruti keinginan sang putri. Dan ia juga ingin Alya dan Rio tinggal dirumahnya saja. Ia tidak ingin jauh dari sang putri. Mau tidak mau Rio pun mengalah. Alya, Rio dan Rachel pindah kerumah Reyhan dan Laras.
"Yank, kan kita punya rumah sendiri. Papi kamu itu rese banget." ucap Rio sebel.
"Ya gak papa kali mas. Kan hitung hitung hemat mas." jawab Alya tertawa.
"Ck. Suami kamu ini kaya Lo sayang. Masih sanggup ya ngebiayain kamu dan anak anak kita nanti." Rio berdecak kesal terhadap sang istri.
Alya hanya tertawa melihat sang suami. Ia tahu kalau suaminya itu selalu dibuat kesal oleh sang papi. Karena Papi Reyhan yang cerewet. Sebagai menantu yang baik dan sabar Rio selalu saja nuruti kemauan sang mertua.
"Mas kesel sama papi kamu." ucapnya.
"Duh...suami aku lagi kesel? Aku bilang papi ya?" ancam Alya menggoda.
"Eh...jangan dong Yank. Tega kamu?!" ucap Rio memohon.
Pecah lah ketawa Alya. Suaminya sangat takut sekali dengan papinya. Selama kehamilnnya ini Alya selalu saja menggoda dan menjahili suaminya.
...*****************...
"Mas aku pengen." Rio terkekeh mendengar rengekan manja istrinya.
__ADS_1
"Pengen apa Yank?" Ucap Rio menggoda. Rio terkekeh melihat rona merah di pipi sang istri.
"Ituu..." ucap Alya ambigu. Rio makin gemas melihat istrinya.
"Itu apa Yank? Yang jelas dong sayang." Alya menggigit bibirnya gugup. Beberapa hari ini, semenjak kehamilannya Alya sangat sensitive. Dapat sentuhan dari Rio membuat Alya langsung ingin bercinta dengan suaminya.
"Pengen itu Lo mas. Masa kamu gak tahu?" Ucap Alya lirih dengan malu malu. Tubuhnya sudah menempel erat pada suaminya.
"Kalau kamu gak bilang, mana mas tahu Yank." Rio sengaja menyentuh leher bagian belakang dengan lembut sekali. Disana adalah area paling sensitive sang istri. Hanya sentuhan ringan saja, sukses membuat Alya mendesah.
"Sayang ayo buruan?" kini Rio mulai menggesekan bagian bawah tubuhnya yang sudah mengeras pada Alya. Alya memejamkan matanya sambil mendesah menikmatinya. Alya sangat mendamba tapi suaminya tidak mengerti juga. Sangat menyebalkan. Alya tidak tahan lagi. Dia menaiki tubuh suaminya dan mulai membuka kancing kemeja Rio satu persatu. Rio tersenyum walaupun sedikit kaget. Ia suka dengan istrinya yang mulai liar di ranjang. Ketika Rio akan melepaskan kemeja dari tubuhnya, langsung di tahan oleh Alya.
"Celananya gak di lepas sayang?" Ucap Rio heran ketika istrinya yang nakal itu mulai menciumi dadanya. Rio melenguh nikmat dibuatnya.
"Mas jangan nayak mulu. Ini kemaun anak kita mas. Nikmati aja." ucap Alya polos. Ia terus saja menciumi dada sang suami. Sampai mereka bergulat di atas ranjang mereka. Sungguh luar biasa kali ini sang istri. Hormon kehamilannya sangat aneh sekali, tapi Rio sangat menyukainya.
...**************...
Sementara itu ditempat lain.
Morgan sedang sibuk menggantikan Rio di kantor. Dengan banyaknya kerjaan yang menumpuk harus dikerjakan. Siang ini ia akan meeting dengan Reina. Wanita cantik dan pintar. Wanita yang membuat hatinya bergetar.
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul satu siang. Waktunya Morgan akan bertemu dengan Reina. Dengan merapikan penampilannya Morgan bergegas ke tempat tujuan. Di sebuah restoran mahal, mereka akan melakukan perjajian kontrak dan sekalian makan siang bersama.
Seorang wanita sudah lumayan menunggu lama di restoran itu. Sudah hampir 25 menit lamanya Reina menunggu Morgan. Reina mendengus kesal. "Lama banget sih?" gumam Reina sambil melihat alrogi ditangannya.
Terlihat dari kejauhan seorang pria berjalan menuju tempat Reina duduk. Dengan mengembangkan senyum manisnya.
"Maafkan saya Nona Reina." ucap Morgan.
"Anda terlambat dua puluh limat menit Tuan Morgan." ucap Reina kesal.
"Ah. Maafkan saya Nona." Mohon Morgan.
Reina mendengus kesal. "Baiklah."
Morgan duduk berhadapan dengan Reina sambil memandang wajah cantik sang wanitanya. Haruskah Morgan mengatakan dan mengutarakan niatnya, selain membicarakan tentang pekerjaan. Morgan ingin menyatakan niatnya untuk menyatakan perasaannya dengan Reina dan mengajak Wanita itu untuk menikah. Morgan sudah mengetahui semuanya tentang Reina, masa lalu kelam Reina juga mengetahuinya. Morgan menyuruh orang suruhan mencari tau tentang Reina.
Morgan juga tau kalau Reina mempunyai seorang putri. Ia akan menerima Reina apa adanya. Setelah selesai dengan makan siang mereka. Mereka berdua mulai membahas kerjasama mereka, dan akhirnya bersepakat untuk melakukan kerjasama antara perusahaan Rio dan Reina. Setelah menandatangani kontrak, Morgan mulai aksinya.
Dengan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dari saku celananya. Morgan mengatakan. "Will you marry me?".
Bersambung.....
__ADS_1