Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD Season 2


__ADS_3

Alya sangat mual sekali. Kenapa dengannya.


"Sayang...kamu kenapa sayang?" tanya mami Laras khawatir.


"Alya gak tau mami. Kepala Alya pusing. Apa karena nangis terus tadi ya Mi?" ucapnya.


Mami Laras hanya tersenyum. Mungkin saja pemikirannya tentang anaknya ini benar.


"Sayang...apa kamu sudah datang tamu bulanan bulan ini?" tanya mami Laras memastikan.


Alya terkejut. Kenapa ia melupakan hal itu. Alya lari kekamarnya. Menggapai laci lemari pakaiannya dan mengambil benda panjang pipih berwarna putih itu dan segera berlari ke kamar mandi.


Mami Laras yang kebingungan anaknya berlari tiba tiba, langsung berlari menyusul sang anak ke kamarnya.


"Sayang! Kamu gak apa apa?" tanya mami Laras di depan kamar mandi sang anak.


Pintu kamar mandi terbuka memunculkan Alya dengan wajah yang susah di jelaskan. Yang jelas ia bahagia sangat bahagia.


"Kamu kenapa sayang?' tanya mami Laras khawatir.


"Mi, Alya....." Alya menyerahkan benda pipih itu pada maminya. Di sana tertera dua garis merah yang menandakan Alya positive hamil.


"Ya Tuhan, kamu hamil sayang?" Mami Laras terharus memegang benda pipih itu. Ia menatap Alya penuh sayang.


"Iya Mi, Alya hami"ucapnya senang.

__ADS_1


Mami Laras menangis bahagia. Tak percaya ia akan menjadi seorang nenek. Anaknya hamil, Alya hamil. Anak yang sangat ia perjuangkan hak asuhnya. Anak sambungnya yang sudah sangat ia anggap anak kandungnya. Kini sang anak akan memberikannya seorang cucu. Ia akan menjadi seorang nenek. Suaminya Reyhan pasti akan senang mendengar kabar baik ini. Tanpa terasa air matanya terjatuh dari matanya.


"Selmat ya sayang? Ya Tuhan, Mami akan jadi nenek? Aaaaa, mami benar benar gak percaya ini. Mami jadi nenek, papi kamu jadi kakek dan kamu jadi seorang ibu nak."


Alya lagi lagi mengangguk. Wanita itu memeluk maminya dan menangis dalam pelukan sang malaikat tanpa sayapnya itu.


"Ya udah, kamu kasih tau Rio gih?" suruh mami Laras. "Mami juga mau kasih tau papi kamu ini" ucap Mami Laras senang.


"Nanti Mi, Alya mau kasih kejutan sama Mas Rio." Seru Alya sembari tersenyum jahil.


"Ya udah. Terserah kamu sayang. Mami mau kasih tau papi dulu." ucap Mami segera pergi dari tempat itu menuju kamar.


Sebelum membuka pintu kamar Alya, mami Laras berhenti dan berkata. "Sayang, kamu harus makan. Makanan sudah siap di meja makan. Kasih ada dedek bayi di perut kamu." ucap mami yang di angguki sang anak.


Mami Laras menuju kamarnya untuk menemui suaminya.


"Mas..." panggil mami Laras.


Reyhan yang asyik membaca buku di sofa kamar mendongakan kepalanya. "Iya sayang...?" jawabnya.


"Mas, kamu akan jadi kakek mas. Alya anak kita hamil" ucap mami Laras dan memeluk Reyhan dengan erat. Ia sangat bahagia.


"Maksud kamu? Alya anak kita hamil sayang? Ya Tuhan...mas bahagia sayang." ucap Reyhan membalas pelukan sang istri.


"Sekarang Alya mana? Anak itu sudah makan?" tanya Reyhan.

__ADS_1


"Alya masih di kamarnya mas. Sekarang kita ke bawah yuk. Makan malam dulu. Nanti Alya nyusul." ajak Laras.


Reyhan menjawab dengan anggukan. Dan berjalan menuju ruang makan.


Sementara itu Alya.


Sepeninggalan Mami Laras, Alya segera berjalan menuju lemari nakas sebelah ranjangnya dan mengambil sebuah kertas yang sudah berisikan tulisan yang sengaja ia beli dua minggu yang lalu tanpa sepengetahuan Rio suaminya.


Alya lalu meletakan tespack di dekat kertas itu dan letakannya di atas meja sofa dikamarnya. Alya kembali menuju ranjang dan meraih ponselnya lalu membuka aplikasi kamera dan menjepretnya beberapa kali.


Setelah dirasa hasilnya bagus. Alya segera membuka aplikasi chat nya dengan suaminya dan mencari foto yang tadi ia jepret lalu mengirimkannya ke room chat tersebut.


Setelah mengirim foto itu, Alya pun meninggalkan ponselnya di kamar. Sedangkan ia segera turun ke bawah untuk bergabung di ruang makan bersama mami papinya dan adiknya Keindra. Ia ingin mengisi perutnya dan memberi tahu kabar gembira ini. Iya yakin ketika nanti ia sedang makan suaminya pasti heboh menelpon dirinya.


"Papi, mami." panggil Alya.


Reyhan yang lagi duduk di kursi meja makan berdiri seketika melihat anaknya menuju meja makan. "Sayang...selamat ya. Kamu akan menjadi mama." ucap Reyhan bahagia. Ia memeluk putri kesayangannya. Tanpa terasa air matanya terjatuh di wajahnya.


"Iya Pi. Papi juga akan mnejadi seorang kakek. Kakek yang tampan." ucap Alya menggoda.


Bahagia rasanya. Reyhan sangat bahagia melihat putri kesayangannya juga bahagia.


"Kak Alya hamil? Wah...berarti Kei akan jadi seorang Om dong Kak." ucap Keindra sang adik senang.


Alya menganggukan kepalanya dan tersenyum. Ia mengelus perutnya yang masih rata. Bahagia sekali rasanya. "Baik baik di dalam ya sayang. Mama dan papa sangat bahagia dengan kehadiran kamu."

__ADS_1


bersambung.....


vote.....vote.....


__ADS_2