
Suasana Diruangan itu masih hening, ketiga orang tua itu masih saja belum mengeluarkan suaranya. Sementara Rachel dan Ivan masih menunggu keputasan.
"Rachel...sayang, apa kamu yakin akan menikah dengan Ivan?" Mama Rani akhirnya mengeluarkan suaranya. Wanita parubaya itu masih belum yakin tentang ketulusan Ivan anak dari suaminya.
Mendengar Rani mengatakan itu, membuat Ivan mengepalkan kedua tangannya. Apa maksud wanita gila itu.
"Mama...Mas Ivan, Ayah dari bayi yang aku kandung. Kami melakukannya saling suka ma. Dan yang paling utama, aku yakin mas Ivan akan menyayangiku dan anak kami nanti." Seru Rachel yakin.
"Tapi Rachel..." ucapan Mama Rani terpotong.
"Tante tenang saja. Saya memang melakukan kesalahan, tapi saya akan bertanggung jawab. Saya sangat mencintai Rachel." Ucap Ivan sangat tegas.
"Kamu yakin? " tanya Rani tak yakin.
Ivan menahan emosinya. Memang brengsek wanita itu. Sepertinya wanita itu tak yakin akan ketulusan Ivan.
Ivan tak ingin perjuangan nya untuk mendapatkan Rachel gagal, hanya gara gara wanita ****** itu.
__ADS_1
"Saya yakin." ucap Ivan penuh penekanan.
Rani kesal, anak sambungnya tak pernah menganggapnya mama. "Hmm..." sahut Rani, walau bagaimanapun keputusan ada ditangan Rio.
Rio menghela nafasnya. Pria paruh baya itu melihat kesosok Ivan. Terlihat sekali kalau pria itu tulus mencintai anaknya dan tulus bertanggung jawab. Mungkin ia harus merestui keduanya untuk menikah.
"Hhah ... Baiklah Ivan, saya merestui kalian. Tapi, kalau kamu menyakiti putri saya. Jangan harap kamu akan bisa bertemu dengan anak kamu nanti." Suara Rio penuh dengan penekanan. Ia tak ingin anak perempuannya kecewa.
Rachel tersenyum bahagia, begitu pun Ivan. Keduanya sangat bahagia, akhirnya mereka mendapat restu.
Ivan menggenggam tangan Rachel. Ivan sungguh sangat sangat bahagia sekali. Tinggal selangkah lagi ia akan menikah dengan wanita yang dicintainya.
Pernikahan Ivan dan Rachel akan diadakan sebulan lagi. Papa Rio ingin secepatnya mereka menikah, agar kehamilan Rachel tak begitu kelihatan. Walau bagaimanapun, Rio tak ingin malu. Seorang pengusaha terkenal memiliki anak yang hamil sebelum menikah.
Rachel dan Ivan pun menyetujuinya. Tapi, Ivan meminta kalau pernikahan mereka dilakukan secara sederhana saja dulu, ia mau hanya keluarga saja yang diundang. Itu semua untuk kebaikan saja, ia tak ingin Rindi mengganggu Dan setelah anak mereka lahir, Ivan akan melangsungkan resepsi pernikahan mereka.
Papa Rio, mama Alya dan Mama Rani menyetujui permintaan Ivan. Dari mulai sekarang mereka semua akan mempersiapkan segala keperluannya.
__ADS_1
****
Dibelahan bumi lainnya. Sepasang suami istri yang lagi berbulan madu yaitu pasangan Keindra dan Mega. Sudah hampir sebulan mereka di Paris. Mega ingin melanjutkan bulan madu mereka Ke Korea. Namun, Alya, kakak dari suaminya menelpon keduanya, memberitahukan bahwa Rachel akan menikah bulan depan. Jadi, mau tak mau mereka harus pulang Ke Indonesia.
"Yank, kita tunda dulu ya ke Korea nya?" seru Keindra.
Mega mencebikan bibirnya, walaupun kecewa sebenarnya. Tapi, Mega tak boleh egois. Dengan berlapang dada harus kembali ke Indonesia sore ini.
"Yank...jangan cemberut dong, mas janji, setelah acara pernikahan Rachel selesai, kita akan ke Korea." seru Keindra menyakinkan.
Mega mengangguk pelan. Keduanya merapaikan pakaian mereka dan memasukannya kedalam koper.
"Yank...ini kan, masih pukul satu siang. Gimana kalau satu ronde dulu." Pinta Keindra menggoda.
"Ih...mas?! Baru juga tadi pagi, sampai berjam jam. Ini, kamu mau lagi. Apa gak capek?!" ucap Mega sebel.
"Sayang...ayok. Mas pengen banget ini." rengek Keindra.
__ADS_1
Tak ingin berdosa kepada suami. Mega mengabulkan permintaan sang suami. Tanpa babibu lagi, Keindra menggendong sang istri ke atas ranjang. Dengan memulai dengan pemanasan, Keindra menyatukan diriny dengan Mega.