
Sinar matahari yang menghangatkan tubuh mereka bertiga, kembali menyambut kebahagian sepasang suami istri itu. Reyhan yang sudah mengenakan stelan jas kerjanya kini duduk diatas meja makan bersama anak kesayangannya Alya, mereka sedang menunggu sarapan yang dibuat wanita kesayangannya.
"Selamat pagi kesayangan mami", ucap Laras sambil mencium pipi putri kesayangannya.
"Ehhmm..., Alya aja ne yang dicium?", ujar Reyhan yang cemberut.
"iya deh, kesayangan mami yang satu lagi selamat pagi", ucap Laras mencium pipi suaminya.
"Makasih sayang", jawab Reyhan tersenyum.
"Alya sayang hari ini pergi sekolah diantar pak supir ya?", ucap Laras.
"iya mami, Alya pergi dulu ya mami, papi", ucap Alya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"mas, Laras ganti pakaian dulu ya?", ucap Laras.
Laras yang baru saja selesai bersiap dan keluar dari kamar, sudah mengenakan pakaian kuliahnya berwarna peach model kemeja yang dipadukan dengan celana jeans. Wanita itu berjalan menghampiri suaminya yang tengah menatap padanya lalu mengecup bibir suaminya itu dengan singkat.
"wangi banget", ujar Reyhan penuh selidik.
"hah?, biasa juga gini mas", sahut Laras seraya mendudukan tubuhnya di atas tempat duduknya.
"Kamu mau kemana?", tanya suaminya.
__ADS_1
"Mas, Laras kan mau kuliah", ucap Laras.
"hmm...maaf sayang", jawab Reyhan.
Drrtt....Drrtt...
Mereka yang sedang menikmati sarapannya tiba tiba berhenti mendengar suara notif pesan dari ponsel Laras.
💌 Laras, aku mohon aku ingin bertemu sama kamu di cafe biasa kita dekat kampus kamu, aku harap kamu datang ya. (Ricko).
Laras yang membacanya kaget, ternyata Ricko ingin bertemu dengan dirinya. Laras yang ingin memberitahukan kepada suaminya diurungkannya, karena menurutnya biarlah dia menemui Ricko, dia ingin menjelaskan kepada Ricko, dia akan mengatakan jangan mengganggu nya lagi karena dirinya sudah bahagia bersama suaminya dan anaknya.
"Dari siapa sayang?", tanya Reyhan kepada Laras penuh selidik.
"Ough..., mas antar ya kekampus nya", ujar Reyhan.
"Iya mas, tapi bentar ya Laras ambil buku Laras dulu, kayaknya ketinggalan dikamar deh mas", ucap Laras dan beranjak dari tempat duduknya, Laras pun meletakan ponselnya diatas meja makan.
Reyhan yang penasaran siapa yang mengirimi pesan kepada istrinya, dia merasa kurang yakin kalau yang mengirimi pesan adalah Shinta, karena biasanya Shinta tidak pernah mengirim pesan dia langsung nelpon saja. dan ada raut keterkejutan diwajah istrinya setelah membaca isi pesan tersebut. Dan akhirnya Reyhan pun membaca pesan itu tanpa sepengetahuan istrinya, setelah membacanya Reyhan mengepalkan tangannya, dia kecewa terhadap istrinya, kenapa tidak jujur.
Laras yang kembali dari kamar pun mengajak suaminya berangkat.
"Ayo mas, nanti telat", ajak Laras. Karena dia ingin bertemu dengan Ricko terlebih dahulu.
__ADS_1
"Baru jam berapa juga, emang kamu ada jadwal kuliah pagi?", ucap Reyhan dingin.
"Ng..gak mas...", jawab Laras gugup.
"Ya sudah ayo", ajak Reyhan dingin dan berlalu begitu saja meninggalkan Laras.
Laras yang melihat perubahan raut wajah suaminya menghela nafas saja dan beranjak dari duduknya menyusul suaminya.
Diperjalanan menuju kampus hanya keheningan saja yang tercipta. mereka saling diam. Laras yang sedari tadi melihat raut wajah kesal suaminya merasa bertanya tanya, kenapa.
Sampai di depan kampus mobil pun berhenti, Laras yang masih duduk didalam menunggu suaminya membukakan pintu untuknya, tapi hari ini suaminya menyuruhnya turun. dan setelah itu melajukan mobilnya begitu saja.
Laras semakin heran dengan perubahan sikap suaminya, dia pun hanya mengangkat bahunya saja.
Sebelum Laras masuk ke dalam kampusnya dia menemui Ricko terlebih dahulu di cafe seberang kampusnya. Tanpa sepengetahuan Laras seseorang mengikutinya sampai kecafe.
Sampai dicafe Laras melihat seorang Pria yang sedang menunggunya, ada raut kerinduan diwajahnya, rasa rindu yang tidak bisa dibendung lagi akhirnya Ricko memeluk tubuh Laras dengan erat.
"Aku merindukanmu Laras", ucap Ricko.
"Kak Ricko jangan seperti ini", jawab Laras sambil melepaskan pelukannya.
Sepasang mata yang melihat mereka sedari tadi hanya mengepalkan tangannya dan menahan emosinya.
__ADS_1
Bersambung.....