Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 7


__ADS_3

Reyhan dan Laras begitu terkejut mendengar permintaan Mega.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Laras lagi.


"Mami...Mega mau Mami dan Papi menikahkan Mega dan kak Keindra. Mega mencintai Kak Kei Mi, Pi." seru Mega tanpa ragu.


"Sayang .... apa kalian saling mencintai?" kali ini Reyhan yang bertanya.


Dengan berat hati, Mega menggelengkan kepalanya. "Tidak Pi, hanya Mega yang mencintai Kak Kei, Mega mohon Mi, Pi." mohon Mega.


"Mega...Pernikahan itu buka untuk main - main. Kalau hanya kamu yang cinta, itu akan membuat diri kamu sakit sayang..." jelas Mami Laras Lembut.


Mega menundukan kepalanya. Ia tahu, kalau lah ia menikah dengan Keindra, bisa di pastikan pernikahan mereka takan bahagia. Keindra pasti akan sangat membencinya.


"Mami, Papi, kalau kalian merestui nya, pasti kak Kei akan menyetujuinya. Mega mohon Mi, Pi." Mega terus meyakinkan Laras dan Reyhan.


"Gak bisa gitu sayang, Mama dan Papa kamu juga harus tahu ini semuanya. Maaf sayang, papi harus memikirkannya terlebih dahulu." ucap Reyhan. Ia tak habis pikir, kenapa Mega meminta seperti itu. Ia tahu hubungan antara putranya Keindra dan Mega tidak lah akur. Dan, apalagi Keindra menyukai Rachel. Ini semua membuat kepalanya pusing saja. Reyhan tak ingin darah tinggi nya naik, ia mengajak sang istri untuk masuk ke kamar mereka, dan membiarkan Mega di tempat itu.


Mega menghela nafasnya kasar. Hanya dengan menikah dengan Keindra ia bisa selalu dekat dengan Keindra. Mega ingin Keindra memberikannya waktu tiga bulan saja, untuk membuat Keindra mencintai dirinya. Kalau tiga bulan tak juga ada cinta, Mega rela di ceraikan oleh Keindra.

__ADS_1


Silvi mencari keberadaan putrinya, ia melihat putrinya duduk di bangku taman sendirian. Silvi melihat putri nya duduk sambil melamun.


"Sayang....kok melamun?" Mama Silvi mengagetkan Mega.


"Mama...ngagetin aja." seru Mega mengelus dada nya.


"Lagian, kamu melamun gitu. Ada apa Nak? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Mama Silvi.


Mega menghela nafasnya pelan. Apa permintaannya ini sungguh keterlaluan?


"Huh...Ma? Mega ingin menikahkan Mega dan Kak Kei." Bisik Mega lirih.


uhuk...uhuk... "Maksud kamu apa sayang?" Silvi sangat terkejut mendengar permintaan anak nya ini.


"Cinta boleh sayang. Tapi, gak begini caranya." Seru Silvi, ia tak habis pikir dengan permintaan putrinya ini.


"Ma, mungkin dengan cara ini Kak Kei akan lebih melihatku. Ma, aku hanya butuh tiga bulan saja, kalau dalam waktu tiga bulan Kak Kei tidak mencintaiku, maka....Mega rela untuk di ceraikan Ma." lirih Mega. Ia tak harus melakukan apa lagi. Cintanya dengan Keindra terlalu dalam.


Silvi melebarkan matanya, ia tak percaya dengan apa yang di katakan oleh putrinya ini. Meminta menikah, dan dalam tiga bulan tak ada cinta, rela di ceraikan. "Apa Maksud kamu?!" pekik Mama Silvi.

__ADS_1


"Ma..." ucap Mega memohon.


"Gak?!" bentak Mama Silvi. Silvi meninggalkan Mega sendirian duduk di bangku taman. Ia tak akan menyetujui permintaan Mega. Gak akan rela, ia memberikan putrinya.


Duduk sendiri menyendiri. Tak terasa air matanya jatuh begitu saja. Mega sebenarnya sudah lelah mengejar cinta yang tak akan termiliki, namun hatinya tak bisa berhenti untuk mencintai Keindra. Pria yang sedari kecil ia sukai, yang selalui ia ikuti kemana pun.


*************


Mobil mewah milik Keindra berhenti di halaman Mansion, dengan senyum tampannya ia turun dari mobilnya dan mebukakan pintu mobil untuk pujaan hatinya.


"Silahkan turun Tuan Putri." Ujar Keindra lembut sambil menundukan sedikit tubuhnya. Ia membukakan pintu Mobil untuk Rachel.


"Terimakasih." sahut Rachel ramah.


Keduanya berjalan bergandengan tangan. Rachel tak pernah menolak perlakuan manis dari Keindra. Ia senang, Om nya ini memperlakukannya seperti ini. Bahkan kekasihnya saja tak semanis Keindra.


Mega yang sudah berada di ruang keluarga, melihat Keindra dan Rachel bergandengan tangan. Mega cemburu, sangat. Ia memalingkan wajahnya. Bahkan Mega pergi dari ruangan itu untuk menghindar, tak ingin semakin sakit.


Mega melewati keduanya begitu saja tanpa sedikit pun menyapa. Mega naik ke lantai atas menuju kamar tamu. Hati nya begitu sesak.

__ADS_1


Sementara itu Keindra mengernyit kan dahinya. Gadis pengganggu itu tak menyapanya. Entah kenapa Keindra geram melihatnya, ia tak suka Mega mencuekin dirinya. Entah kenapa.


Bersambung........


__ADS_2