Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 39


__ADS_3

Ivan tak bisa berbuat apa apa, ketika ada wanita yang paling ia benci dirumah calon mertuanya. Pria itu hanya bisa menahan emosi yang sudah berada diubun ubun.


"Rachel..."Panggil mama Rani.


Rachel merasa canggung, ia dipeluk oleh mama Rani nya. Ia tahu, kekasihnya itu sangat membenci mamanya itu. Dapat dilihat wajam datar kekasihnya.


"Ma...mama." ucapnya lirih.


"Mama kangen banget sama kamu." Seru mama Rani.


Rachel hanya mengangguk dan tersenyum. Tujuan Rachel kesini ingin bertemu dengan papa Rio dan mama Alya.


"Papa, mama." Panggil Rachel kepada Rio dan Alya.


"Iya sayang kenapa?" sahut mama Alya lembut.


"Mama...Mas Ivan mau ngomong sesuatu." seru Rachel sambil menatap Ivan.


Ivan yang ditatap tersenyum tipis, sambil menahan amarahnya. Ia harus menahan amarahnya. Tak ingin merusak suasana.

__ADS_1


Sebelum berbicara Ivan menghela nafasnya. "Tante, Om. Saya, kesini, Ingin meminta restu kepada kalian. Saya akan menikahi Rachel." Seru Ivan tegas.


Papa Rio mengernyitkan dahinya. "Kenapa secepat ini. Sudah sebulan ini, kamu tak pernah nampak. Kemana kamu? Terus...kenapa tiba tiba ngelamar anak saya?" ucap Papa Rio heran.


Ivan menelan salivanya. Ia harus jujur. "Om...Tante, sa...saya, sebulan ini, ada pekerjaan. Ada masalah diperusahaan saya. Jadi, saya fokus ke perusahaan saya." Ivan belum bisa jujur, kenapa ia tak menampak diri. Tapi, ia akan berkata jujur tentang masalah kehamilan Rachel.


"Dan...sa...saya, ingin...bertanggung jawab kepada Rachel. Karena Rachel lagi...ha...hamil." seru Ivan gugup.


Mama Alya, papa Rio dan mama Rani merasa terkejut. Rachel mereka hamil?


Sementara Rachel hanya bisa menunduk takut. Pasti, mama dan papanya telah kecewa.


Ruangan itu hening sejenak. Para orang tua masih shock, terutama papa Rio. Putri kesayangannya hamil sebelum menikah. Ia menatap kerah sang putri. Ternyata, putrinya selalu murung, mengurung diri dikamar karena dirinya hamil dan takut Ivan tak bertanggung jawab.


Mama Alya menatap sendu putri sambungnya itu. Ada rasa kecewa didirinya. Kenapa, putri kesayangannya itu tak bisa menjaga dirinya.


Sedangkan Mama Rani. Ia merasa kalau kekasih anaknya itu sedikit berbohong. Seperti ada yang aneh. Ia berpikir kalau Ivan anak sambungnya tak tulus kepada Anaknya.


"Om...tante. Maafkan saya. Saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya. Saya...akan menikahi Rachel bulan depan om, tante." Ucap Ivan.

__ADS_1


Ketiga orang tua itu masih belum ada mengeluarkan suara. Rio, Alya dan Rani. Mereka masih belum bisa berkata kata.


"Papa...hiks...maafin Rachel." ucap Rachel. Wanita itu mendekati sang papa dan bersujud di kaki sang papa.


Ivan kasihan melihat kekasihnya. Ia pun ikut bersujud di kaki papa Rio. "Om...maaf. Restui saya dan Rachel." ucap Ivan memelas.


Rio menghela nafas. Putrinya hamil sebelum menikah. Namun, melihat kegigihan Ivan. Ia harus merestui mereka. Yang terpenting Ivan mau bertanggung jawab kepada anaknya.


"Hah...sebenarnya papa kecewa sama kamu Rachel. Kamu Hamil sebelum menikah. Tapi, karena Ivan mau bertanggung jawab, Papa...merestui kalian." ucap Rio datar.


Air mata Rachel luruh, ia merasa malu kepada papanya. "Hiks...terimakasih pa." Seru Rachel.


"Terimakasih Om." ucap Ivan juga.


Rachel beralih ke mama Alya nya. "Ma...Rachel minta maaf. Buat mama kecewa juga." seru Rachel bersalah.


Alya hanya memandang wajah sang anak, menatap sendu. Air mata Alya juga luruh.


"Mama...ma...maaf." Rachel juga bersujud di kaki sang mama.

__ADS_1


__ADS_2