
Silvi sangat bahagia anak perempuannya telah hamil, dan ia akan menjadi seorang nenek.
"Kamu hamil sayang?" tanya mama bahagia.
"Iya ma. Aku akan menjadi seorang ibu. Mas Kei pasti senang mendengar kabar ini ma." seru Mega bahagia.
"Kamu kasih tahu suami kamu sana sayang?" suruh mama.
"Nanti aja, aku mau kasih kejutan ke Mas Kei. Minggu depan kan Mas Kei ulang tahun Ma. Aku mau kasih kado ini ma." seru Mega antusias.
Mama Silvi mengangguk setuju. "Mama mau tidur sebentar sayang." ucap mama Silvi.
"Ya udah ma. Mama istirahat ya. Mega mau sama Mas Kei dibawah ma." ujar Mega. Ia menaikan selimut sang mama sampai dada.
Mega meninggalkan Mamanya dikamar, ia pun berjalan menuju ke suaminya yang masih menikmati kopi yang dibuatnya.
"Mas...." panggil Mega manja.
"Sayang, gimana keadaan mama?" tanya Kei, pria itu menarik tangan sang istri dengan lembut dan mendudukan Mega di pangkuannya.
Mega pun mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami. Dengan berani ia mengecup bibir sang suami. "I Love You mas..."bisik Mega manja di telingan Keindra.
__ADS_1
Keindra sedikit kaget, kenapa istrinya jadi manja seperti ini. "Love you too sayang..." balas Keindra. Pria itu ******* bibir mungil istri tercintanya. Kei ingin melakukan lebih, tapi karena ia mengingat tempatnya tidak pas dan Kei akan ada rapat penting sebentar lagi.
"Yank...mas jadi pengen" seru Keindra menahan gairahnya.
Mega membalas dengan kekehan. "Hehe...sabar ya sayangku, nanti malam?" bisik Mega lagi.
"Bener Yank?" tanya Keindra antusias.
Mega menganggukan kepalanya.
*****
Pasangan Rachel dan Ivan.
"Yank...kamu pengen apa? Biar mas belikan." Tanya Ivan. Kini keduanya berada didalam kamar.
Rachel membalas dengan gelengan saja. Masih enggan ngomong dengan Ivan.
Ivan mengerti kalau kekasih hatinya masih sangat kecewa kepadanya. "Sayang...mas tahu kamu pasti masih kecewa sama mas kan?" Ivan sungguh tak sanggup didiamkan oleh Rachel.
"Harus seperti apa mas lakukan agar kamu bisa memaafkan mas? Katakan sayang, mas pasti lakukan." ucap Ivan lagi.
__ADS_1
Rachel masih enggan menyahut. Ia masih memalingkan wajahnya kearah lain. Masih enggan menatap wajah Ivan.
Ivan menghela nafasnya. Mungkin sang kekasih butuh waktu. Akhirnya Ivan membiarkannya, memberi kekasihnya ruang sendiri.
"Sayang...mas minta maaf sekali lagi. Mas sangat mencintai kamu." serunya dan mengecup dahi Rachel dengan sayang.
"Mas kekantor ya? Kalau kamu pengen sesuatu, telpon mas ya?" ujar Ivan. Pria itu membiarkan Rachel sendiri dulu. Ia pun berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar.
Setelah Ivan keluar dari kamar itu. Barulah Rachel menolehkan wajahnya dan menatap kearah pintu. Rasanya tak tega melihat kekasihnya seperti itu. Bayi yang ada didalam rahimnya sangat ingin dipeluk oleh pria itu.
Mata Rachel berkaca - kaca. Ia sangat merindukan pelukan Ivan. Memendam rindu, Rachel memejamkan matanya, ia ingin tidur.
*****
Diperusahaan Ivan.
Ivan menyibukan dirinya sesaat, sejujurnya ia sangat tak bisa seperti ini. Diabaikan oleh wanita yang sangat dicintainya. Pria itu juga sangat merindukan pelukan Rachel.
Dengan menyibukan diri, mungkin akan mengurangi kerinduannya. Pekerjaan Ivan memang benar benar banyak sekali.
Sedang asyik bekerja, ia dikejutkan oleh suara hempasan pintu.
__ADS_1
Brakkk....