Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 36


__ADS_3

Setelah kedatangan Rindi ke kantor Ivan, membuat Ivan bertekat untuk menemui Rachel wanita yang sangat di cintainya. Ivan akan melupakan dendamnya. Yang terpenting, ia bisa hidup dengan wanita yang di cintainya dan bersama anak anaknya.


Ivan membersihkan tubuhnya dengan mandi, merapikan penampilan nya yang berantakan. Setelah selesai, Ivan langsung bergegas ketempat Rachel. Ia akan meminta maaf, kalau perlu berlutut di kaki Rachel.


Sebelum pergi, Ivan berpesan kepada asisten pribadinya, ia menitip pekerjaan. Karena ia akan menyelesaikan masalahnya dengan Rachel.


Ivan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tempat yang pertama ia datangi adalah apartemen sang kekasih.


Tak butuh waktu lama, Ivan sampai di basment apartemen. Ivan menyiapkan hatinya, mudah mudahan Rachel mau memaafkannya.


Ivan berjalan dengan gagah menuju unit Wanitanya. Ivan sampai di depan pintu unit Rachel. Ivan menarik nafasnya dalam dalam. Mencoba menekan pasword pintu unitnya Rachel, namun paswordnya telah di ganti. Akhirnya ia memencet bel pintu.


Ting...tong...ting...tong...


Berkali - kali Ivan memencet bel, tak ada juga sahutan. Tak ingin menyerah, Ivan memencet lagi. Akhirnya pintu dibuka.


***


Di dalam apartemen Rachel. Ia lagi di kamar mandi. Berendam air hangat untuk menenangkan tubuhnya. Ia mendengar suara bel pintu unitnya berbunyi.


"Siapa sih yang datang..." gumam Rachel.


Rachel menyelesaikan berendamnya. Ia memakai bathrobe nya dan melilitkan handuk di rambutnya yang basah. Berjalan menuju pintunya,


Ceklek.....

__ADS_1


"Sayang...." bisik Ivan.


Deg...


Rachel bergeming, ia begitu terkejut dengan kedatangan pria yang sangat ia tunggu kedatangannya. Matanya berkaca - kaca.


"Ma...mas Ivan?" ucapnya lirih.


"Rachel sayang...." ucap Ivan lagi.


Ivan ingin masuk, namun..."Stopp!! Tetap di situ saja mas." teriak Rachel.


"Sayang..." ucap Ivan lirih. "Mas, ingin bicara sebentar saja. Kasih mas waktu sayang. Mas akan jelaskan semuanya." Seru Ivan memohon.


Braakkk....


"Rachel sayang...Buka pintunya...!" teriak Ivan dari luar. "Mas akn tunggu di depan pintu ini, sampai kamu membukanya." teriak Ivan lagi. Ivan berdiri tegak, ia akan menunggu Rachel membuka pintu.


Rachel di dalam menangis tersedu sedu. Ayah dari anak yang dikandungnya telah datang. Perasaannya bercampur sedih dan senang.


Dadanya terasa sesak sekali. Rachel masih menangis. Wanita itu masuk ke kamarnya. Ia mengganti pakaiannya. Membaringkan tubuhnya di ranjang, dan menutupi tubuhnya di balik selimut tebalnya. Ia masih menangis.


Rachel mencoba memejamkan matanya. Namun sedari tadi tak bisa. Perutnya terasa lapar, ia belum makan apa pun sedari tadi.


Mencari makanan di dapur, langkahnya terhenti, ia menatap pintu apartemennya, apakah Ivan masih berada di luar.

__ADS_1


*Ting...tong...ting...tong...


"Sayang*...." panggil Ivan lirih.


Ivan nya masih di luar. Rachel menarik nafas nya panjang. Mungkin ia akan memberi kesempatan Ivan berbicara. Dengan perlahan Rachel membuka pintunya.


Ceklek....


Ivan mengembangkan senyumnya. "Sayang....Boleh mas masukan?" tanya Ivan lembut.


Rachel mengangguk pelan. Ivan melangkahkan kaki nya masuk kedalam.


"Duduklah mas..."ujar Rachel.


"Iya sayang ...Mas akan jelaskan semuanya, Kemana mas selama ini." ucap Ivan.


Rachel mengangguk. Ia menunggu Ivan berbicara. "Sayang...maaf, mas...ada masalah perusahaan, Mas pergi ke Singapura. Perusahaan disana ada masalah, jadi...mas tidak menemui kamu. Dan...mas tahu, kamu hamil, mas akan tanggung jawab. Ayo kita nikah sayang...Kita besarkan anak kita bersama." Untuk sementara ini, Ivan berbohong. Nanti, setelah aman. Ia akan berkata jujur kepada Rachel.


"Kamu, percayakan sayang?" tanya Ivan.


Sebenarnya Rachel kurang yakin. Namun, apa salahnya Ia memberikan kesempatan kepada Ivan.


Rachel mengangguk pelan. Ivan bangkit dari duduknya. Ia memeluk Rachel dengan erat.


"Terimakasih Sayang..." bisiknya.

__ADS_1


__ADS_2