Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 67


__ADS_3

Malam hari tiba. Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Setengah jam lagi Rindi harus sampai ke aparteman Jimmy.


Rindi sudah memakai gaun pemberian Jimmy. Sungguh sangat seksi penampilan Rindi. Jantungnya berdebar sangat kencang, rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ketika Rindi dulu mengejar cinta Keindra tak sedebar seperti ini.


Sampai di basment aparteman, Rindi memarkirkan mobilnya. Sebelum turun, Rindi menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya.


"Kenapa jantung gue bedebar seperti ini?" Rindi memegang dadanya.


Setelah tenang, Rindi turun dari mobilnya dan menutup pintu mobil. Dengan langkah pelan Rindi melangkahkan kakinya menuju unit tempat Jimmy.


Tak terasa, Rindi sampai juga di depan pintu unit Jimmy. Lagi lagi Rindi mengatur nafasnya sebelum menekan tombol bel.


Ting...tong...ting...tong...


Tiga kali Rindi menekan bel, pria tampan itu tak kunjung membuka pintunya. Rindi sedikit kesal dibuatnya. Rindi merapatkan outernya untuk menutupi tubuhnya yang terbuka.


Setelah menekan bel yang kelima barulah Jimmy membukakan pintunya. Dengan senyum yang terkembang, Jimmy menyambut kedatangan Rindi.


Rindi menekuk wajahnya, dia sungguh sangat kesal dengan Jimmy. Kenapa lama sekali membuka pintunya.


"Sorry baby, tadi aku di kamar mandi. Jangan cemberut dong." Seru Jimmy merayu.


Dengan masih cemberut, Rindi masuk kedalam unit Jimmy. Rindi menatap sekelilingnya, sungguh sangat mewah.


"Baby...buka dong outernya." suruh Jimmy.

__ADS_1


Rindi menurut, dia membukanya dengan perlahan.


Jimmy tampak kagum melihat bentuk tubuh Rindi. Dengan tatapan mesumnya, Jimmy memandang tubuh seksi Rindi.


"You're very sexy baby..." bisikan Jimmy begitu menggoda.


Pipi Rindi merona merah. Menurutnya Jimmy sangat manis.


Jimmy mengajak Rindi ke ruang makan. Ruang makan yang disulap begitu indah seperti restoran di hotel bintang lima.


Rindi begitu kagum dengan ruangan itu. "Wah...cantik sekali." gumam Rindi pelan masih bisa didengar oleh Jimmy.


"Lebih cantik kamu Baby..." bisik Jimmy mesra di telinga Rindi.


"Terimakasih..." sahut Rindi tersenyum.


Jimmy membawa Rindi keruangan itu dan mempersilahkan tuan putri cantik untuk duduk dan menikmati makanan.


"Silahkan dimakan Baby." Ucap Jimmy.


Keduanya pun menikmati makan malam. Hanya suara sendok dan garpu yang terdengar.


****


Di Mansion Mewah Keluarga Angkasa.

__ADS_1


Pasangan suami istri di Mansion itu adalah pasangan yang sangat romantis. Keindra sang suami menjadi suami siaga untuk istri tercintanya yang lagi hamil muda.


Kandungan Mega sudah berjalan tiga bulan. Syukurnya Mega tak mengalami mual mual tiap pagi. Malah Mega selalu bernafsu makan, banyak maunya.


Keindra sang suami lah yang mengalami mual di pagi hari.


Hoek...hoek...hoek....


"Sayang....!" teriak Keindra dari dalam kamar mandi.


Mega mendengar teriakan suaminya. Mega menghampiri sang suami. "Ya Allah mas." pekik Mega. Wanita itu melihat suaminya terduduk lemas diatas lantai kamar mandi. Wajah Keindra begitu pucat.


"Mas..." Mega membantu suaminya untuk berdiri.


"Sayang...sampe kapan mas akan seperti ini?" tanya Keindra merengek. Sungguh dirinya tak sanggup.


"Maaf mas. Itu kan berarti anak kamu, sayang sama Daddy nya." Seru Mega. Istrinya itu membaringkan Keindra di ranjang.


"Ini bukan menyayangi Daddy nya. Tapi, menyiksa Daddynya." rengek Keindra.


Mega terkekeh geli melihat sang suami. "Maaf mas. Sabar ya sayangku."


Keindra memasang wajah cemberutnya. Tak apalah dia seperti ini, asalkan istri tercintanya sehat.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2