Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD Season 2


__ADS_3

Dengan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dari saku celananya. Morgan mengatakan.


"Will you marry me?".


Reina sangat terkejut dengan pernyataan Morgan ini. Apa pria di depannya ini bersungguh - sungguh. Kenapa ia ingin menikahi dirinya. Apa dia tau masa lalu kelam dirinya.


"Tu...tuan Morgan, anda?" ucapan Reina terputus. "Saya serius Reina. Maukah kamu menjadi istri saya dan menjadi ibu dari anak anak saya kelak?" kali ini Morgan tidak main main dengan ucapannya.


Reina tampak berpikir, "Tu...tuan, anda tahukan saya mempunyai seorang anak?" ucap Reina gugup.


"Saya tahu semua masa lalu kamu. Saya mencintai kamu Reina." ucap Morgan tegas.


Reina memandang wajah Morgan. Dilihatnya di mata Morgan, tidak ada kebohongan, pria itu berkata jujur.


Reina mengangguk pelan. "Saya....mau jadi istri anda." Ucap Reina malu malu.


"Benarkah? Terimakasih sayang." Morgan memasangkan cincin ke jari manis Reina.


"Besok, kita akan bertemu dengan mama kamu dan Jihan anak kita." Morgan tidak ingin berlama lama, ia akan segera menghalalkan Wanitanya.


"Secepat itu Tuan?" Reina tak menyangka, secepat itu Morgan ingin menikahinya.


"Ck. Jangan panggil Tuan lagi. Kamu sekarang kekasih aku." Decak Morgan.

__ADS_1


"Saya...panggil apa?" tanya Reina.


"Terserah kamu, yang jelas jangan Tuan."


"Baiklah, mas Morgan. Terimakasih mau nerima aku." ucap Reina tulus.


Sekarang Reina dan Morgan telah menjalin suatu hubungan. Morgan tidak ingin menunggu lama lagi untuk menjadikan Reina istrinya. Secepatnya ia akan menemui sang ibu dari calon istrinya itu dan juga akan menemui Jihan yang kelak akan menjadi putrinya.


...*************...


Disisi lain. Rachel dan Rindi lagi asyik duduk di sebuah cafe. Setelah pulang sekolah tadi ia dan sahabatnya Rindi mampir ke cafe untuk mengisi perut mereka dengan makanan yang menggugah selera mereka.


Canda tawa mereka menarik perhatian pengunjung cafe yang lain, namun mereka tidak memperdulikannya. Lagi asyik menikmati makanan mereka. Masuklah seorang wanita cantik dan seksi menuju tempat dimana Rachel dan sahabatnya duduk.


Rachel tampak terkejut ketika Rani memeluknya dan mengatakan 'Mama'. Rachel melihat raut wajah sahabatnya. Rindi mengernyitkan dahinya. Ia berpikir, kenapa wanita jalang di depannya ini menyebut dirinya mama kepada Rachel.


"Rachel? Wanita ini....??" tanya Rachel. Ia menahan emosinya. Apa benar wanita itu mama nya Rachel.


"Kak...Kak Rindi. Maaf?" ucapnya menunduk takut.


Sementara itu Rani terus memeluk sang anak.


"Sayang, mama kangen."

__ADS_1


Dada Rindi naik turun menahan gejolak emosinya. Ia pergi dari tempat itu meninggalkan Rachel dan wanita jalang itu.


"Kak....!!!!!" teriak Rachel.


"Mama!! Lepas kan Rachel!!" Rachel melepaskan tangan Rani yang memeluknya. Ia pun pergi mengejar sang sahabat. Biarlah ia kehilngan seorang mama kandung dari pada kehilangan sahabat.


"Kak...tunggu. Rachel bisa jelasin ke Kakak." ucap Rachel mencekal tangan Rindi.


"Ternyata Lo?! Anak sih wanita jalang. Lo bohongi gue!!" Rindi berteriak emosi.


"Kak. Maaf." isak Rachel.


"Gue mau pergi. Gue gak sudi punya temen kayak Lo?!!" Rindi pergi menaiki mobilnya dan meninggalkan Rachel yang menangis terisak.


Rachel menangis terisak. Ia pasti akan kehilangan sahabat sejatinya.


"Sayang...kamu kenapa Nak?" Rani menghampiri Rachel di parkiran. Ia tahu anaknya pasti sangat marah sama dirinya.


"Pergi!!!" Rachel meneriaki Rani.


bersambung ....


maaf baru up ya, dikarenakan kesibukan jadi harus menunda untuk menulisnya. Insyallah saya akan tambah up lagi nanti malam.. Untuk Dokter Cinta masih saya ketik. Sabar.....

__ADS_1


__ADS_2