
Seminggu sudah Reyhan cuti dari pekerjaannya di karenakan menjaga istri tersayangnya, Ia pun kembali bekerja seperti biasanya. Banyak pekerjaan yang menantinya, rasanya sangat letih sekali, Reyhan memilih untuk menutup pekerjaannya hari ini. Ia meraih ponsel dan hendak menghubungi istri tersayangnya. Namun setelah dipikir lagi sepertinya lebih baik untuk memberikan istrinya itu kejutan. Ia mengambil kunci mobilnya dan memilih untuk pulang kerumah. Di tengah perjalanan dia berhenti di sebuah toko bunga, Reyhan ingin memberikan hadiah bunga untuk istrinya, Reyhan memarkirkan mobilnya di area parkir toko bunga tersebut. Tepat di saat yang bersamaan sosok yang dikenalnya keluar dari mobilnya.
"Rey", sebuah suara yang teramat sangat dikenalnya menyapanya.
Reyhan mengernyitkan dahinya, tidak terkejut dan juga tidak bahagia. Senyum yang tadinya mengembang di wajah cantik terawat itu perlahan memudar.
"Mas Reyhan", Wanita itu mencoba meraih lengan Reyhan. Namun Reyhan bergeming.
"Bagaimana kau bisa disini?", Kalimat dingin itu membekukan langkah wanita itu.
"Tadi aku ingin kekantor mu, tapi aku melihat mobil mu, jadi aku ikuti kamu mas", Ucap Wanita itu.
"Kenapa?". Tanya Reyhan.
"Aku merindukan mu mas Rey", sahut wanita itu.
__ADS_1
Reyhan tidak memperdulikannya. Ia pun melangkahkan kakinya ke pintu toko bungan tersebut, tapi sebelum sampai ke depan pintu, wanita itu mengatakan.
"Apa kau tidak merindukan ku mas?", tanya wanita itu sedikit berteriak.
Reyhan memberhentikan langkahnya dan berbalik ke hadapan wanita itu.
"Tapi aku tidak merindukan mu, dan tak akan pernah", jawab Reyhan dingin.
Reyhan pun berbalik dan masuk ke toko bunga itu, Wanita tadi menunggunya diluar toko. Wanita yang sedang menunggu Reyhan tersebut dia adalah mantan istrinya, siapa lagi kalau buka Silvi. Istri yang dinikahinya 6 tahun yang lalu, pernikahan yang bertahan hanya 3 bulan saja, di karenakan Silvi tidak tahan hidup sederhana.
"Mas Rey, kamu mau kemana dan bunga itu untuk siapa?", katanya penasaran. dan mencoba meraih pria itu. Tapi tatapan tajam Reyhan menyurutkan niatnya.
"Berhentilah, kau tidak perlu lagi datang kepadaku karena semuanya sudah lama berakhir. Dan kalau kau belum tau, aku sudah menikah". Reyhan menunjukkan cincin pernikahannya di tangannya.
"Kau ingin tau, bunga ini untuk siapa?, bunga ini untuk istri tersayang ku", ucap Reyhan bangga.
__ADS_1
Silvi terkejut mendengarnya, ternyata Reyhan mantan suaminya itu sudah menikah lagi. "Kau sudah menikah lagi mas?", tanyanya.
"Kenapa?", tanya Reyhan balik.
"nnggak mas, a..ku ingin kembali kepadamu mas", lirih Silvi.
"Kau ingin kembali padaku, setelah kau tau aku sudah menjadi pengusaha terkaya di Asia, ahh...dasar wanita matre...", ucap Reyhan ketus dan sedikit berteriak.
"Tidak mas!". Silvi mendekat dan meraih lengan Reyhan. Namun pria itu menepisnya dengan kasar.
"Aku akan terus mengejarmu mas, aku tak kan berhenti untuk mendapatkan mu kembali!, Camkan itu mas!". Teriaknya lantang, karena Reyhan memilih untuk pergi dari tempat itu.
Silvi sudah membulatkan tekad nya. Ia harus membawa pria itu kembali kedalam pelukannya. Dengan cara apapun. Bagaimanapun caranya Reyhan harus menjadi miliknya lagi.
Reyhan merasa kesal kepada Silvi mantan istrinya itu, kenapa dia harus kembali lagi setelah dia sudah bahagia bersama istrinya Larasati. Reyhan mengepalkan tangannya di setir mobilnya. "Tak akan ada yang bisa memisahkan ku dengan Laras, tak kan kubiarkan siapa pun itu", Bathin Reyhan.
__ADS_1
Bersambung,........