Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 24


__ADS_3

Laras yang sudah tampil cantik dan anggun sesuai permintaan suaminya, dia akan ikut dengan suaminya makan siang bersama rekan kerjanya. Setelah semuanya selesai dia bergegas untuk pergi kekantor suaminya, sebelum itu dia berpamitan dulu kepada bi surti dan mbak ina. Dan Laras menitipkan Alya kepada mereka, Alya akan dijemput oleh supir keluarga.


Setelah berpamitan Laras pun pergi kekantor suaminya dengan diantar supir keluarga. Sampai didepan kantor Laras turun dari mobilnya dan menuju ke loby kantor, semua mata memandang kearah Laras yang berpenampilan cantik dan anggun. Semua karyawan menyapanya dengan ramah semuanya sudah mengetahui bahwasannya Laras adalah istri dari CEO mereka.


Sampai didepan pintu ruangan suaminya, Laras yang diizinkan langsung masuk oleh sekretaris Reyhan.


ceklek...


"Assalamualaikum mas CEO ku". Sapa Laras.


"Walaikumsalam, ah....sayang sudah datang ya?". Ucap Reyhan menghampiri istrinya dan mengecup dahi istrinya.


Reyhan sangat terpesona oleh kecantikan sang istri, dipandangnya dari atas sampai bawah, sungguh cantik.


"Sayang kau sangat cantik". Bisik Reyhan menggoda istrinya.


"Ihh...mas Rey". Manja Laras.


"Bener sayang kamu cantik banget, kalau gitu kita berangkat sekarang ya sayang". Ucap Reyhan sambil mengecup bibir Laras sekilas.


Laras pun mengangguk. Mereka pun menuju parkiran dan masuk kedalam mobil. Diperjalanan Reyhan dan Laras saling bergenggaman tangan. Reyhan sangat bahagia sekali semenjak Laras menjadi istri seutuhnya tak akan pernah dilepaskannya istrinya ini akan selalu dijaga dan dicintainya.

__ADS_1


Sampailah mereka berdua dirumah rekan kerja Reyhan.


"Mas, bukannya ini rumah mbak Chintya ya?". Tanya Laras ketus.


Reyhan hanya tersenyum mendengar pertanyaan istrinya. "Iya sayang, ini rumah pak Samsul Papa nya Chintya, mas bekerjasama dengan papanya bukan anaknya sayang". Ucap Reyhan mengelus pipi istrinya.


Mereka pun keluar dari mobil menuju pintu rumah Chintya. Sementara itu Chintya sudah tidak sabar menunggu kedatangan sang pujaan hatinya. Terdengar suara dari luar Chintya menghampirinya ternyata yang ditunggu telah tiba. Tapi Chintya merasa kesal ternyata Reyhan datang dengan istrinya. Dilihatnya Reyhan yang menggandeng istrinya dengan mesra Chintya merasa cemburu. Tapi dia tidak peduli disapanya Reyhan dengan mesra tanpa memperdulikan istrinya.


"Wah...selamat datang Rey". Ucap Chintya dan mencium pipi Reyhan. Reyhan pun terkejut mendapat sambutan yang tidak diduganya. Diliriknya Istrinya, Laras merasa kesal melihatnya.


"Ayo Rey, mama papa sudah menunggumu". Ajak Chintya dan mengandeng tangan Reyhan tanpa memperdulikan Laras yang berada disamping Reyhan.


"Selamat datang tuan Reyhan". Sapa Pak Samsul dan istrinya Bu Diana.


"Iya, terimakasih pak sudah mau mengundang saya dan istri saya makan siang bersama.


"Iya Tuan, mari kita langsung saja menikmati makan siangnya". Ajak Pak Samsul.


Reyhan yang duduk diantara dua wanita, disamping kanan istrinya dan disamping kiri Chintya. Chintya terus saja memberi perhatian kepada Reyhan sementara Laras yang jengkel melihat suaminya yang membiarkan wanita itu terus nempel kepadanya, sehingga Reyhan lupa kalau dia membawa istri.


"Masku sayang, sepertinya disamping mu itu calon Pelakor ya?". Bisik Laras ketus.

__ADS_1


"Sayang, mas nggak akan berpaling dari kamu, I love U". Bisik Reyhan balas.


"hmm...". Ucap Laras dengan cemberut. "Mas Laras ke toilet bentar ya, kebelet". Bisik Laras Lagi. Laras pun pamit ke toilet rumah Chintya.


Chintya pun menyusul Laras dengan sengaja.


"Wah, pasti kamu mau menikah sama Rey ku karena mau hartanya saja kan?". Sindir Chintya.


Laras yang dikatai seperti itu hanya diam saja. Pikirnya dia tidak mau menggubris apa yang dikatakan Chintya.


"Dengar ya, aku akan merebut suamimu, dan akan kubuat dia mencintaiku, aku yakin Reyhan mau denganku, karena kami dari dulu sudah saling mencintai". Ucap Chintya.


Laras masih diam, dia tidak mau terpancing.


"Coba saja kau merebut suamiku, nggak akan aku biarkan itu terjadi, mas Reyhan hanya milikku". Gumam Laras dalam hati.


"Kau tidak yakin dengan yang aku katakan ini, apakah Reyhan pernah mengatakan tentang kejadian waktu kami dipuncak?". Bohong Chintya, dia hanya memanasi Laras saja. Padahal ketika itu tidak terjadi apa apa di puncak. Memang mereka ketika kuliah dulu mengadakan study tour. Ketika itu Chintya ingin sekali menjebak Reyhan tapi sayang rencananya gagal dan itu diketahui Reyhan.


Bersambung.....


selamat malam semuanya...malam ini aku sempati up ya. karena sudah malam. jadi mataku ini tidak sanggup untuk melanjutkan ceritanya, jadi besok or besoknya aku sambung. Terimakasih ya jgn lupa like coment and vote.

__ADS_1


__ADS_2