
Miko tidak menyangka kalau Shinta meminta berpisah dengan Ricko. Apakah ini kesempatan untuknya mendapatkan cinta Shinta. Kalau memang iya, dia tidak akan menyia nyiakannya.
"Rey? Lo yakin Shinta sudah tahu semuanya?" tanya Miko menyakinkan lagi.
"Yakin Lah. Laras sudah ngomong semuanya. Shinta ingin berpisah." jawab Reyhan.
Wajah itu tersenyum lagi. "Rey, boleh kah gue mengejar cinta yang pernah hilang?" tanyanya lagi.
"Ck. Gercep banget Lo" ejek Reyhan.
"Hah..Rey, Gue masih mencintainya." jujur Miko.
"Terserah lo deh." ucap Reyhan.
Disinilah Shinta, di sebuah kamar tamu. Shinta untuk sementara akan tinggal dirumah Laras. Setelah gugatan perceraiannya degan suaminya selesai dia akan pergi dari kota ini. Ia akan memulai hidupnya yang baru. Menjadi seorang janda bukanlah pilihannya. Tapi sudah nasibnya. Ia menerima Ricko dikehidupannya berfikir akan bahagia. Tapi kebahagiannya hanya sesaat. Walaupun suaminya mencintainya. Tapi Shinta tidak ingin berbagi cinta.
Sandra masih terus memikirkan perkataan Shinta tadi. Shinta memintanya menikah dengan Ricko untuk mempertanggung jawaban anak yang ada didalam kandungannya. Senyuman yang lebar selalu saja menghiasi wajah cantiknya.
"Apakah, mbak Shinta tidak berbohong. Dan apakah dia sudah tahu anak ini anak mas Ricko?" Gumamnya sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.
Pikiran Ricko kalut, apa yang harus di lakukannya. Dia harus meminta maaf pada istrinya, dia tidak ingin berpisah dengannya.
Kalau perlu dia akan bersujud di bawah kaki sang istri. Rasa cintanya kepada Shinta lebih besar di banding ke Laras dulu. Hanya Shinta yang bisa mengisi cinta di hatinya.
__ADS_1
Dengan kesalahan besar yang dibuatnya, hubungannya dengan Shinta jadi terancam.
Ricko terus melajukan mobilnya kerumah Laras. Shinta pasti di sana pikirnya.
Sampailah ia di halaman rumah Laras. Ditariknya nafasnya dalam - dalam, menenangkan dirinya. Ricko pun keluar dari mobil dan berjalan menuju kedalam rumah.
Sampainya dia di depan pintu, kebetulan pintu rumah terbuka, Ricko pun masuk.
"Shinta!?" Teriak Ricko. "Sayang....aku tahu kamu disini. Keluarlah sayang. Mas minta maaf sama kamu." teriak Ricko.
Reyhan dan Miko yang sedang bersantai diruang tv merasa terganggu dengan teriakan seseorang. Mereka pun berdiri dari duduknya dan melihat siapa yang telah berteriak itu.
"Ck. Ada apa lagi!?" Ucap Miko mendekat ke Ricko.
"Gak perlu teriak - teriak Lo. Sakit kuping gue!!" sahut Miko.
"Rey, mana istri aku. Tolong Rey, panggil dia. Aku tahu dia ada disini." tanyanya sama Reyhan.
Reyhan masih diam. Di pandanginya wajah Ricko. Kelihatan sekali betapa hancurnya Ricko. Reyhan menghela nafasnya pelan. "Rick, Shinta di kamarnya!" Jawab Reyhan santai.
"Rey, kumohon panggil dia." Ujarnya sambil memohon.
Shinta yang mendengar keributan diluar ia pun keluar dari kamarnya. Kebetulan kamar yang ditempatinya di lantai bawah. Jadi dia bisa melihat siapa yang ribut- ribut.
__ADS_1
"Mas..." Panggilnya, betapa terkejutnya dia melihat suaminya. Penampilannya kusut.
"Sayang .... Jangan pergi. Jangan minta pisah. Mas gak bisa hidup tanpa kamu." Ucap Ricko memelas. Ia pun berlutut dihadapan istrinya.
"Sayang, aku mohon." Ucapnya lagi dan ia mulai terisak.
Shinta merasa kasihan melihatnya. Suami yang mulai ia cintai. Berlutut seperti ini dihadapannya. Shinta memejamkan matanya sesaat. Ia mengingat akan perbuatan suaminya. Sakit rasanya hatinya.
"Hiks...hiks...maafkan aku mas. Aku sudah memutuskannya, kita tetap akan berpisah. Dan kau bisa menikahi Sandra. Sayangi lah mereka mas." Ucap Shinta lirih. Air mata dimatanya sudah tidak bisa di bendung lagi.
"Mas gak mau pisah dari kamu. Aku Mencintaimu. Aku mohon." ujar Ricko terisak.
"Mas, pergilah." pinta Shinta.
Ricko tertunduk lesu dengan posisinya masih berlutut. Meratapi nasib pernikahannya yang baru beberapa bulan ia rasakan. Ia berharap bisa memiliki keluarga bahagia bersama istrinya. Pupus sudah.
Shinta meninggalkan Ricko dan yang lainnya. Setelah Shinta masuk kekamar. Laras yang keluar dari kamarnya sambil membawa baby Kei di gendongannya. Dilihatnya Ricko yang menangis tersedu - sedu dengan posisinya masih berlutut.
Ada rasa iba melihatnya. "Kak, sudahlah. Kau jangan seperti ini. Bahagialah dengan Sandra dan calon anakmu. Sandra orang baik kak. Dia sangat berharap tanggung jawab kamu." tutur Laras.
Dipandangnya wanita yang pernah mengisi hatinya. Karena wanita inilah dia melakukan perbuatan keji itu.
Sampai sini dulu ya...besok saya up lagi. Rasa kantuk sudah tidak bisa dibendung lagi.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote kalian ya. Thanks.