
Semenjak kejadian di cafe kemaren itu. Hubungan persahabatan Rachel dan Rindi renggang. Rindi merasa ditipu oleh Rachel, ia mengatakan kalau wanita jalang itu hanya saudara jauhnya saja. Tapi, ternyata wanita jalang itu adalah mama kandung Rachel.
Rindi benar - benar marah. "Kamu mengkhianati ku Rachel!!" teriak Rindi di dalam kamarnya.
"Aku benci sama kamu Rachel. Aku gak mau ketemu sama kamu Rachel.!!" masih dengan teriakan Rindi.
Terdengar suara berisik di dalam kamar sang anak. Mamanya Rindi mendatangi Rindi dikamarnya. Dibukanya kamar sang putri. Betapa terkejutnya mama Rindi yaitu mama Yuli. Semua barang yang ada di kamar anaknya berhamburan kemana mana. Sangat sangat berantakan.
"Rindi sayang!" pekik mama Yuli. "Kamu kenapa sayang?" ucapnya lagi. Ia melihat keadaan sang putri begitu kusut. "Kamu kenapa Nak?" tanya mama Yuli.
"Ma...hiks...hiks...aku benci sama Rachel ma." ucap Rindi memeluk sang mama. Ia menangis tersedu sedu. "Rachel ....aku gak mau bertemu dia lagi ma. Aku kecewa sama dia ma." isak Rindi.
"Kenapa sayang? Cerita sama mama Nak?" seru mama Yuli lembut.
Dengan sesugukkan Rindi menceritakan semuanya. Ia mengatakan kepada mamanya bahwa Rachel anak dari wanita jalang yang merayu dan merebut papanya. Wanita simpanan papanya.
Mama Yuli sangat terkejut mendengar perkataan sang putri. Ia tahu anak perempuannya ini sangat membenci wanita simpanan suaminya.
"Sayang....apa kamu sudah mendengar penjelasan Rachel?" tanya mama Yuli lembut. Ia tidak ingin anak gadisnya bermusuhan dengan Rachel. Mama Yuli yakin kalau Rachel anak yang baik.
"Aku gak mau bertemu dengan dia lagi ma!" ucap Rindi.
"Kalian sudah berteman lama sayang. Apa kamu tidak menyayanginya?" seru mama Yuli.
Rindi hanya terdiam saja mendengarnya. Iya, ia dan Rachel sudah lama sekali berteman. Walau hanya berbeda dua tahun saja. Rindi menganggap Rachel adiknya. Mereka selalu bersama. Selalu jalan bareng.
"Kamu harus mendengar mendengar penjelasan Rachel terlebih dahulu sayang. Mama yakin Rachel tidak bermaksud membohongi kamu." Mama Yuli sangat lembut menasehati anaknya.
Rindi tak habis pikir kenapa sang mama begitu baik. Padahal hati dan jiwa hancur dibuat mama dari sahabatnya itu.
Rindi memgangguk pelan. Kalau Rachel menemuinya nanti ia akan mendengar penjelasan sang sahabat.
__ADS_1
......********************......
Di Papi Reyhan.
Rachel turun dari taxi nya dan langsung masuk kedalam kamarnya dengan mata sembab. Alya dan Mami Laras kaget melihat Rachel berlari tanpa menyapa mereka yang berada diruang keluarga.
"Mi, Rachel kenapa Mi?" tanya Alya khawatir. Ia melihat putrinya menangis. Tanpa menunggu jawaban sang Mami, Alya berdiri dari duduknya dan mengejar Rachel kedalam kamarnya.
Tok...tok...tok....
"Sayang....ini mama. Mama masuk ya sayang?" teriak Alya dari luar.
Tanpa menunggu jawaban Rachel, Alya memberanikan diri untuk masuk saja kedalam kamar sang putri. Ia sedih melihat sang putri menangis terisak sambil menelungkupkan badannya di ranjang.
Alya mendekatinya. "Rachel, sayang kamu kenapa? Kenapa sedih seperti ini?" tanya Alya.
Rachel membalikan tubuhnya menghadap Alya dan langsung memeluk tubuh sang mama dengan erat.
"Kecewa kenapa sayang?" tanya Alya lembut.
"Ini...ini semua gara - gara mama Rani. Aku benci mama Rani Ma!!!" teriak Rachel.
"Hei...sayang kenapa? Mama Rani, mama kamu juga sayang." seru Alya.
Dengan berbalut emosi Rachel menjelaskan kepada Alya. Ia bertemu dengan mama Rani. Dan ia mengatakan kalau sahabatnya Rindi tidak mengetahui kalau ia anak dari seorang Rani. Wanita yang telah menghancurkan rumah tangga orang tua Rindi. Dengan kejadian tadi, akhirnya Rindi mengetahui bahwa Rachel anak Rani. Rachel sempat mengatakan bahwa Rani adalah saudara jauhnya. Namun ternyata semuanya telah terbongkar.
Alya sedih mendengarnya, putrinya sangat sedih akan kehilangan sahabatnya. "Sayang...apa kamu tidak menjelaskan kepada Rindi?" tanya Alya.
"Kak...Rindi...hiks...hiks...gak mau mendengarkan penjelasan aku Ma?" ucap Rachel tersedu sedu.
"Mau mama temani kerumahnya sayang? Kita kesana, kamu jelasin kenapa kamu tidak jujur padanya." seru Alya.
__ADS_1
Rachel melepas pelukannya dari sang mama dan memandang sang mama. Mamanya ini sangat baik dan penyayang.
"Apa, kak Rindi mau mendengarkan Rachel Ma?" tanya Rachel.
"Kita coba sayang. Malam ini kita kerumah Rindi ya?" ucap Alya.
Rachel mengangguk ragu. Ia takut kalau Rindi tidak ingin bertemu dengan diirnya lagi.
"Kamu sudah makan sayang? Mama ambilin ya makan siang untuk kamu?."
"Rachel uda makan tadi Ma. Terimakasih ma, Rachel sayang sama mama. Gimana kabar adek aku Ma?" tanya Rachel sambil mengelus perut Alya.
"Kabar adek baik kakak." ucap Alya menirukan suara bayi.
Rachel tersenyum. Bahagia rasanya memiliki mama seperti Mama Alya. Dipeluknya lagi tubuh mamanya. "Rachel sayang mama."
"Iya. Mama juga sayang sama kakak Rachel." ucap Alya membalas pelukan sang anak.
"Kok Kakak Ma?."
"Kan kamu bentar lagi mau punya adik." ucap Alya. "Sekarang kakak mandi dulu. Kakak bau acem." ledek Alya sambil menggoda sang putri.
"Ikh...mama. Rachel masih wangi ya." ucapnya tidak terima di bilang bau acem.
"Makanya sekarang mandi dulu ya sayang? Sebentar lagi papa dan Opa Reyah pulang dari Kantor."
"Iya ma." Rachel beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi untuk mandi.
Alya lega melihat putrinya sudah tidak sesih lagi. Ia akan melakukan apapun untuk membahagiakan anak perempuannya ini.
Pukul sudah menunjukkan pukul Tiga sore. Suami tercintanya dan papi tercintanya akan pulang. Alya ingin menceritakan semuanya denga Rio. Ia ingin Rio melakukan sesuatu agar Rindi sahabat putrinya itu tidak marah dengab Rachel.
__ADS_1
Bersambung.....