
Pasangan pengantin baru Keindra dan Mega telah kembali dari bulan madu mereka. Kini keduanya lagi berada di Bandara Jakarta. Keduanya lagi menunggu jemputan. Mereka dijemput oleh Ariel kakak laki laki Mega.
"Kak Ariel?!" teriak Mega. Wanita itu menghampiri sang kakak. Ia sungguh sangat merindukannya.
Keindra mendengus kesal. Istrinya itu kalau sudah bertemu dengan kakaknya, lupa akan keberadaan dirinya.
"Ck. Jangan lama - lama pelukannya." dengus Keindra sebal.
Mega hanya terkekeh geli, suaminya cemburuan sekali.
"Hah. Payah Lo. Adik gue ini." sahut Ariel.
"Iya. Tapi ini istri gue." Menarik tangan Mega dan memeluk sang istri.
"Ck. Cemburuan." dengus Ariel.
"Udah ah. Kita pulang yuk." ajak Mega.
Ketiga sudah berada didalam mobil. Ariel membawa mobil sendiri. Kedua pasangan suami istri itu duduk di jok belakang. Ariel supirnya. Ariel semakin kesal saja dibuatnya. Karena pasangan saumi istri itu tak tau tempat. Keduanya bermesraan. Membuat jiwa jomblo Ariel meronta ronta.
"Hei?! Kalau mau bermesraan jangan di mobil gue! " ucap Ariel kesal.
"Makanya Nikah lo. Umur lo uda memasuki Tua. Nikah sana. Biar tahu rasanya." ejek Keindra.
"Ck. Sialan Lo. Adik ipar tak tahu diri. " ucap Ariel ketus.
Mega hanya tersenyum geli dan geleng - geleng. Ia tahu kalau kakaknya dan suaminya itu hanya sekedar becanda.
Ketiganya sampai di Mansion Papi Reyhan dan Mami Laras. Semua keluarga sudah menunggu kedatangan Keindra dan Mega di tempat itu.
__ADS_1
Dengan cepat Mega keluar dari mobil tanpa menghiraukan sang suami yang kesal.
"Yank...?! Kok jalan duluan sih. Tunggu Mas dong." teriak Keindra.
Mega menghentikan langkahnya. Dan berbalik kearah suaminya dan wanita itu hanya nyengir saja. Dan keduanya berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan.
Sementara itu, Ariel semakin kesal saja melihat tingkah kedua pasangan itu terlalu mesra membuat ia cemburu saja. Tapi, ia bahagia melihat sang adik kini lagi bahagia. Dulu saja, ia hampir menghajar Keindra. Karena membuat adiknya selalu bersedih. Kini melihat betapa Keindra mencintai adiknya, ia hanya berdoa mudah mudahan pernikahan adiknya sampai selamanya.
Ketiganya sudah masuk kedalam Mansion. Semua anggota keluarga sudah menunggu.
"Assalamualaikum...." sapa ketiga tamu itu.
"Walaikumsalam..." sahut semuanya.
"Mama, papa." sapa Mega. Ia terlebih dahulu menyapa kedua orang tuanya. Mega memeluk mama dan papanya. "Mega kangen mama dan papa." ucapnya dan memberikan kecupan di pipi kedua orang tuanya. "Mama juga kangen sama kamu sayang." seru mama Silvi. "Papa juga Nak." ucap Papa Hendri.
Pasangan Rio dan Alya juga berada di tempat itu. Mega dan Keindra menyapa keduanya.
"Oya kak. Kak Rachel manam" tanya Mega mencari keberadaan Rachel.
"Rachel lagi mencari cincin pernikahan bersama Ivan." jawab Alya.
*****
Di sebuah toko perhiasan di mall. Pasangan calon pengantin itu lagi memilih milih cincin untuk pernikahan mereka nanti.
"Mas...bagus gak yang ini?" Rachel menunjuknkan sepasang cincin kepada Ivan.
__ADS_1
Ivan mengambil cincin itu dan melihatnya. Cincinya bagus dan simple. Apa pun yang dipilih Rachel pasti ia akan menyukainya.
"Bagus Yank..." seru Ivan.
"Yang ini aja ya Mas? Aku suka." seru Rachel.
"Iya sayang." sahut Ivan.
Akhirnya cincin sudah di dapat. Setelah ini keduanya akan mencari gaun untuk akad nanti. Ivan membayar cincin itu. Setelah selesai melakukan pembayaran keduanya keluar dari toko itu.
Sepasang mata yang melihat kemesraan keduanya mengepalkan kedua tangannya. Ia sungguh tak terima dengan kedekatan keduanya. Kenapa semakin hari semakin mesra saja.
Sisil melihat itu tak terima. Yang membuat dirinya semakin kesal karena Ivan dan Rachel keluar dari toko perhiasan dan membeli sepasang cincin pernikahan.
Apakah mereka akan menikah? Pikir Sisil. Gak, ini tidak boleh terjadi. Ivan miliknya. Ia akan menggagalkan pernikahan itu. Dengan langkah cepat ia ingin bertemu dengan Rindi dan mengatakan kepada Rindi.
Langkah Sisil terhenti ketika seseorang memanggil namanya. "Sil, Sisil!" panggil orang itu. Sisil menoleh kearah suara. Sisil kelihatan sangat kesal. Ternyata yang memanggilnya adalah seorang pria bernama Feri. Pria One Night Stand nya. Iya. Sisil pernah menyewa pria itu untuk memuaskan nafsunya untuk satu malam saja.
"Hai Sil. Kemana aja. Gak pernah kelihatan." Ucap pria bernama Feri itu.
"Ck. Apa urusan Lo? Gue sibuk!" jawabnya ketus.
Feri terkekeh. "Apa Lo tidak merindukan sentuhan gue?" ejek Feri menggoda.
"Gue gak nafsu sama Lo lagi!" seru Sisil kesal dan Sisil meninggalkan tempat itu.
Feri hanya geleng geleng saja. Feri sepertinya menyukai Sisil. Menurutnya Sisil itu cantik dan sangat ****. Ia menyukai wanita seperti itu. Mungkin ia akan merencanakan sesuatu agar Sisil mau menjadi miliknya.
Bersambung.....
__ADS_1