
Sisil cukup puas setelah bertemu dengan Rindi. Ia juga mengutarakan niatnya. Meminta Kepada Rindi, agar dirinya dinikahkan dengan Ivan saja.
Ketika Sisil mengucapkan itu, Rindi tampak berfikir, dan ia mengatakan akan mencoba mengatakan ini kepada Ivan.
*****
Ternyata tanpa orang yang kita cintai, rasanya begitu hampa. Dulu nya Rachel selalu mengingatkannya makan, bla...bla.... Sekarang semua nya tak ada lagi perhatian itu.
Kepala Ivan sungguh sangat pusing, ketika bangun dari tidurnya. Minum alkohol membuat nya sakit kepala. Itu dilakukannya hanya ingin melupakan wanita yang sangat di cintainya.
Ivan mendapat pesan dari sekretarisnya, bahwasannya hari ini ada meeting penting dengan perusahan dari Bandung. Mau tak mau Ivan harus bergegas mandi dan bersiap.
Ia menatap dirinya di cermin, tak ada raut kebahagian di sana. Ivan sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Penampilannya tak serapih dulu. Dengan penampilan apa adanya Ivan menuju perusahaan nya.
Menaiki mobil Mewahnya. Untuk sekarang ini Ivan tak membawa mobil sendiri, ia menyuruh supir saja. Diperjalan Ivan hanya diam saja. Memandang jalanan dari jendela mobilnya.
Lampu lalu lintas berwarna Merah. Itu tandanya seluruh kendaraan harus berhenti. Begitupun Mobilnya Ivan.
Ivan melihat sosok yang sangat di rindukannya. Mobil yang di kendarain Rachel mengalami ban bocor. Wanita itu sangat kebingungan.
Ingin rasanya Ivan membantu wanitanya itu, namun tak bisa. Ivan menggeram kesal, seorang lelaki membantu Rachel. Pria itu sangat tampan. Ivan mengepalkan tangannya. Tak ada yang boleh mendekati Rachel.
*****
Keindra dan Mega berencana untuk berbulan madu.
"Kamu kenapa jadi pendiam begini sih?" Keindra tersenyum melihat Mega yang salah tingkah ketika di tatap. Pria itu mengelus pipi sang istri.
"Aku, masih belum percaya Mas. Seperti mimpi rasanya. Menjadi istri kamu" Keindra terkekeh kemudian mencubit pipi istrinya itu dengan gemas.
"Sakit Mas...!" ucap Mega manja. Kini Mega merubah panggilannya kepada suami. Ia sekarang memanggil suaminya sebutan mas.
"Itu berarti bukan mimpi sayang. Sekarang kita sudah menjadi sepasang suami istri.
"Sayang....mami dan papi, memberikan kita hadiah. Tiket ke Paris." seru Keindra menunjukan dua buah tiket.
"Paris Mas? Wah...aku mau Mas. Kapan kita perginya Mas?" seru Mega antusias.
__ADS_1
Keindra terkekeh geli melihat istrinya. Keindra sungguh bahagia. Mendapatkan istri seperti Mega.
"Mas...kapan kita perginya?" tanya Mega.
"Besok Sore sayang.." sahut Keindra.
*****
Keindra dan Mega kini bersiap - siap untuk pergi untuk berbulan madu ke Paris.
"Kalian sudah siap? Jam berapa keberangkatannya?" tanya papi Reyhan. Mama dan papa Mega juga ingin mengantar Mega dan Keindra ke Bandara.
"Pukul empat sore Pi." sahut Keindra.
"Pokoknya, kalian harus kasih mama dan papa cucu yang banyak." Ucap Mama Silvi.
"Gampang Ma. Kei, nanti akan ngurung Mega di kamar terus, biar cepat dapat cucunya." Ujar Keindra santai.
"Mas..." bisik Mega malu. Pipi Mega merona merah.
Mega dan Keindra diantar oleh seluruh keluarga. Kei dan Mega akan menaiki jet pribadi milik papi nya.
Kini Kei dan Mega suda berada di dalam jet pribadi papi Reyhan. Keduanya akan terbang ke Paris untuk berbulan madu. Hadiah ini dari Papi dan Mami nya Kei. Pria itu sungguh bahagia. Seluruh keluarga mendukungnya untuk membahagiakan wanita yang sekarang menjadi istrinya itu.
****
Mega sungguh sangat kelelahan, perjalan ke Paris itu sungguh sangat lama. Untungnya mereka menaiki jet pribadi. Dan di dalam peswat itu ada kamarnya. Jadi, Mega bisa beristirahat.
Mega tidur dengan lelapnya di atas ranjang. Kei, melihat kekasih hatinya itu tersenyum bahagia, ia membelai lembut pipi Mega. "Mas, janji akan selalu membahagiakan kamu." gumam Keindra dalam hati.
Keindra terus menatap wajah cantik sang istri. Ingin rasanya Kei menyatu dengan istrinya itu. Ia sungguh tak sabar menunggu sampai di Paris. Mungkin, malam pertama di pesawat menyenangkan. Timbul ide licik di benak Keindra.
"Sayang, bangun dong"bisik Keindra mesra sekali. Mega tak bergeming. Keindra tak menyerah begitu saja. Tangan pria itu mulai meraba - raba kemana - mana. Hingga sampai di salah satu dada sang istri, Kei mulai meremas nya dengan pelan sekali. Jangan di tanya seberapa ingin Kei ingin menyentuh Mega. Sesuatu di balik celananya sudah menegang sejak tadi.
"Sayang bangun yuk katanya mama dan mami minta cucu yang banyak, buat yuk?" Yang Keindra dapatkan hanya deru nafas milik Mega. Kei semakin gemas saja, Kei memainkan kedua gundukan Mega lagi, dan Keindra menjelahkan bibirnya ke leher istrinya.
Mega yang setengah sadar, langsung melotot merasakan aset berharganya di sentuh seseorang. Reflek ia menggerakan tangannya menyikut Keindra hingga pria itu terjungkal dan jatuh dari ranjang.
__ADS_1
Mrlihat suaminya mengaduh dilantai sambil memegangi perut, Mega langsung bangkit dan menghampiri. "Mas...maaf, aku reflek tadi." Ucap Mega panik. Ia memegang perut Keindra yang sakit.
"Bukannya di sayang - sayang, aku malah di tendang." Ucap Keindra merajuk. Mega merasa bersalah dan merasa gemas degan ekspresi wajah suaminya.
"Mana yang sakit Mas? Ini yang sakit?" Mega memegang salah satu sisi perut Keindra. Pria itu menggeleng. Tangan Mega berpindah, lagi lagi Keindra menggeleng. "Mana yang sakit Mas?" Tanya Mega khawatir. Otak mesum Keindra langsung bereaksi dengan cepat. Kei meraih tangan Mega dan mengarahkan untuk menyentuh sesuatu yang sejak dari tadi sudah menegang.
"Ini yang sakit dari tadi." Wajah Mega langsung memerah. Terlebih merasakan sangat keras benda itu. Dilihat dari bentuknya sangat besar. Mega ingin mundur tapi langsung di cekal oleh suaminya dan di tarik kepangkuannya.
"Mau kemana hmm?" Mega tampak salah tingkah.
"A...ku mau mandi dulu boleh Mas? Gerah banget." Keindra menggeleng.
"Mandinya nanti aja kalau udah kotor." Mega menelan salivanya kasar. Ia sungguh tahu maksud dari suaminya itu. Apalagi dari tatapan mata suaminya. Ia sungguh tahu, suaminya ingin apa.
Diantara semua debar yang mulai menggila, pria itu mengecupi leher Mega. "Akhirnya kamu benar - benar menjadi milik mas sekarang sayang." Bisik Keindra setegah mendesah. Diakhiri dengan mengulum bibir istrinya itu dengan ganas.
Ciuman itu terasa begitu romantis dan syahdu. Mega sudah memejamkan mata dan menikmati semuanya. Keindra mengecup leher Mega lagi. Membuat wanita itu mabuk kepayang. Tanpa aba aba pria itu mengangkat tubuh Mega dan mendudukannya di samping ranjang dan kemudian mulai membuka resleting dress yang di pakai istrinya.
"Kamu, sangat indah sayang. Dan sekarang kamu adalah milik Mas." Kata kata itu diakhiri dengan ciuman. Terlalu dalam membuat Mega tidak sadar sudah polos di bawah kungkungan Keindra. Pria itu pun sama, sudah polos juga. Tangan Kei sudah berada di gundukan Mega tanpa melepas ciuman mereka. Kei terus saja menggunakan tanganya untuk meraba raba tubuh indah milik istrinya. Membuat Mega bergerak tak karuan. Gairah Kei sudah di ubun ubun.
"Mas...hh..." Mega memekik kaget karena Keindra sudah mengarahkan miliknya tepat di depan milik Mega.
"Katakan sayang, ini yang kamu mau kan?" Mega dibuat kembali merintih dengan gesekan benda itu dengan titik yang tepat.
"Padahal, mas masih pakai gaya biasa aja Lo, kamu udah jerit jerit gini." Goda Keindra. Keindra mengecup bibir Mega dengan penuh napsu. Kemudian mulai medorong tanpa aba aba membuat wanita itu menjerit mencengkram bahu Keindra dengan kencang.
"Saki mas..." bisiknya. Keindra mendiamkannya sebentar kemudian kembali
memberikan rangsangan dimana mana. Hingga Mega kembali terlena, Kei meghentakannya dengan sangat keras menerobos penghalang di dalam disana. Mega menjerit sambil mencengkram punggung suaminya.
"Aku tahu ini sangat sakit sayang. Tapi, nanti juga gak akan sakit. Malah kamu akan ketagihan." Goda Keindra di sela sela permainan mereka.
Mega tak bisa berkata kata lagi, ia sangat menikmati sentuhan sang suami. Benar kata suaminya, ini sungguh nikmat.
"Jadilah, pasangan seumur hidupku sayang. Jadilah Ibu dari anak anak ku kelak. Aku mencintai kamu." Ucap Keindra di akhir pelepasannya. Keduanya begitu menikmati permainan mereka. Sampai sampai nafas mereka tersengal sengal. Semoga saja, hasilnya tadi cepat tumbuh di dalam rahim sang istri. Keindra menutupi tubuhnya dan istrinya dengan selimut, membawa istrinya kedalam pelukannya. Keduanya pun tertidur sambil saling memeluk.
Bersambung.....
__ADS_1