
"Dasar wanita sialan!!!" Geram Reyhan.
Reyhan tidak akan membiarkan Silvi menyakiti istri yang sangat di cintainya.
**************
Sementara itu di tempat Silvi memarahi semua orang suruhannya. Karena mereka gagal untuk mencelakakan Laras.
"Kalian semua BODOHH..!!!". Bentak Silvi.
Entah sudah keberapa kali nya wanita itu berteriak mengumpati orang suruhannya yang tak becus mengurus satu orang perempuan saja.
"Maafkan kami Nyonya, wanita itu selalu keluar bersama suaminya. Jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa". Ujar salah satu anak buah Silvi.
"Saya tidak mau tahu. Kalian habisi wanita itu dan jangan kalian lukai Reyhan. Atau kalian yang saya habisi." Bentak Silvi.
***********
Setelah Reyhan dan yang lain berdiskusi tentang perbuatan Silvi. Reyhan sudah menyuruh anggota David menjaga Rumahnya dan menjaga keluarganya.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka, Laras yang melihat suaminya masuk kedalam kamar mereka.
"Mas..."
"Kenapa sayang?" tanya Reyhan yang menghampiri istrinya dan mengecup pipi Laras.
"Laras takut mas". Ucap Laras yang masih takut.
"Sayang. Mas akan selalu ada buat kamu" sahut Reyhan menenangkan istrinya dan memeluk erat istrinya.
__ADS_1
"Mas. Jangan pernah tinggalin aku, aku nggak mau kehilangan kamu. Kalau itu terjadi aku akan susulin kamu mas".
"Yang!!!" teriak Reyhan tertahan. Ia tak suka mendengar Laras istrinya berbicara seperti itu."Kamu ngomong apa sih?".
"Aku takut Mas. Hiks...Hiks...."
"Sayang uda ya? jangan nangis. Mas janji akan menjaga kamu dan Alya. Mas janji sayang."
"Janji?."
"Janji sayang." Reyhan dan Laras menyatukan jari kelingking mereka. Sebuah pinky promise namun sangat berarti.
"Sekarang kamu percaya sama mas kan?" tanya Reyhan.
Laras mengangguk pelan.
"Kamu harus buat segel janji dulu."
"Hmm?."
"Caranya gimana mas?." Tanya Laras bingung.
"Caranya seperti ini sayang." Reyhan menarij tengkuk Larad dan menyatukan bibir mereka.
Reyhan mencium bibir istrinya dengan lembut dan ditutup dengan sedikit menekan bibir Laras tanda segel sudah di lakukan.
"Mulai sekarang, setiap berjanji harus di segek ya Yang." Ucap Reyhan membuat Laras merona malu.
"Hmm...sayangnya mas kalau lagi malu manis banget sih?." Goda Reyhan.
"Ih mas !"
__ADS_1
"Ya udah sekarang kamu lagi ya?" Mas mau nelepon Miko dulu" Laras kembali menahan tangan Reyhan saat suaminya itu akan membaringkannya.
"Mas. Temani Laras tidur ya?" pinta Laras manja.
Cup
"Iya sayang" ucap Reyhan setelah mengecup Laras.
Reyhan gemas melihat sikap manja istrinya itu padanya. Reyhan pun membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Menarik Laras dalam pelukannya dan menepuk - nepuk pundak istrinya pelan sampai tertidur.
Setelah dirasa Laras benar - benar tertidur. Reyhan mencoba merenggangkan pelukannya dan merapatkan selimut ke tubuh istrinya.
Reyhan berhasil melepaskan diri dari pelukan istrinya itu dan segera turun dari tempat tidurnya dan Reyhan menuju balkon kamar mereka. Dia ingin menelpon Miko menanyakan tentang pengawalan dirumahnya.
************
Di tempat lain dengan kondisi yang sesikit memanas.
"Bunuh dia Evan, saya tak mau melihat perempuan itu bahagia dengan mas Rey dan anakku Alya." Ucap Silvi geram pada pria berwajah sangar didepannya yang tadi ia panggil Evan.
Evan adalah teman kencan dari Silvi. Semenjak Silvi berpisah dari Tama. Silvi mempunyai seorang pria yang hanya untuk kesenangannya.
"Kau tenang sayang. Sekarang kau harus memuaskan dulu" ucap Evan penuh gairah.
Mereka melakukan kegiatan panas mereka di kamar milik Silvi.
"Kau harus janji Evan, kau harus membunuh Laras dan Reyhan akan kembali kepadaku" ucap Silvi di sela - sela pergumulan mereka.
"Terus. Bagaimana dengan hubungan kita sayang."
"Kita akan tetap seperti ini".
__ADS_1
Silvi memang berencana ingin melenyapkan Laras. Agar Reyhan menjadi miliknya seorang dan dia bisa berkumpul dengan anaknya.
Bersambung....