Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 82


__ADS_3

Jimmy mencari Rindi ke Aparteman nya. Pasti kekasihnya itu kesini. Jimmy berkali kali memencet bel nya, namun tak ada respon.


Jimmy mendengus kesal, kekasihnya tak ada di dalam. "Kau lihat saja Sisil. Jangan pernah main - main sama ku." Ucap Jimmy kesal dan marah.


Jimmy meninggalkan apartemen sang kekasih, dia sangat tahu, kalau Rindi ke Mansion kakaknya. Bertemu Ivan sepertinya Jimmy belum siap, pasti pria itu akan sangat marah, karena telah membuat Rindi adik kesayangannya terluka dan menangis.


Mungkin untuk sementara Jimmy akan memberi waktu Rindi untuk menenangkan pikirannya. Saat ini Jimmy akan menyelesaikan Sisil terlebih dahulu. Dia akan membuat ???perhitungan kepada wanita itu.


***


Sisil tersenyum kemenangan, membuat Jimmy dan Rindi bertengkar hebat, mungkin hubungan antara mereka akan berakhir.


"Kalian lihatkan, takan kubiarkan kalian bahgaia." Ucapnya sinis.


***


Beberapa hari kemudian....


Rindi masih betah di Mansion kakaknya. Dia masih belum siap untuk bertemu dengan Jimmy. Pria itu selalu saja membuat dirinya kecewa. Jimmy berkali - kali menelpon Rindi, tapi Rindi tak meresponnya.


Bahkan Rindi berniat ingin mengganti nomor ponselnya, dia tak ingin bertemu dengan Jimmy.


Rindi duduk di bangku taman belakang Mansion milik Ivan sang kakak. Beberapa hari di sana Rindi selalu termenung, kenapa susah sekali menemukan cinta yang tulus.


Berkali - kali dirinya menarik nafas dan menghembuskannya. Sesekali Rindi mengeluarkan air mata.


Rachel yang ingin ke dapur membuat susu untuk baby nya, menghentikan langkahnya, dia melihat adik iparnya sekaligus sahabatnya itu duduk di taman belakang sambil termenung. Rachel menghampiri Rindi.

__ADS_1


"Eehmm..."Rachel berdehem.


Rindi kaget, ia menolehkan kepalanya kearah belakangnya, akibat melamun membuat Rindi terkejut.


"Rachel..." pekik Rindi sambil mengelus dadanya.


Rachel cekikikan, ternyata sahabatnya itu kaget mendengar deheman nya.


"Melamun Bu?" ejeknyanya.


"Ish...kau ini." Dengus Rindi kesal.


Rachel melupakan susu sang anak, ia duduk disebelah Rindi di bangku taman.


"Kamu kenapa?" tanya Rachel.


Rindi menghela nafasnya. "Aku, gak tahu. Mungkin ini karma untuk aku." Keluh Rindi.


"Udah, aku uda lupain semua itu kok." sahut Rachel.


"Hel, ternyata patah hati itu sangat tak enak. Apa kamu juga seperti itu?" tanya nya.


"Ada masalah sama Jimmy?" tanya Rachel.


Rindi mengangguk. "Iya,..."Jawabnya lirih.


"Kenapa lagi? Cerita aja sama aku." Seru Rachel.

__ADS_1


"Hiks...aku sangat mencintai Jimmy, tapi, lagi - lagi dia buat aku kecewa." Isak Rindi. Mungkin sedikit curhat dengan Rachel akan mengurangi beban dilemanya.


Dengan perlahan Rindi menceritakan semuanya. Sisil yang datang dan mengatakan dirinya hamil anak Jimmy. Rindi sangat sakit mendengarnya, baru saja berbaikan dengan Jimmy, kini datang lagi masalah.


Rachel masih mendegarkan saja. Dia membiarkan sahabatnya berkeluh kesah. Setelah sahabatnya itu selesai berbicara. Barulah Rachel mengeluarkan pendapatnya.


"Apa kau yakin, itu anak Jimmy?" tanya Rachel tak yakin. Rachel sangat tahu siapa Sisil. Wanita bernama Sisil itu pasti berbohong.


"Aku yakin. Mereka berdua pernah melakukannya." Seru Rindi.


"Apa karena, mereka pernah melakukannya, Sisil hamil?" tanya Rachel.


Tak ada jawaban dari Rindi. "Rin, Kau masih ingat? Sisil itu mantan kekasih mas Ivan, aku tahu mereka juga pernah melakukan itu. Tapi, apa pernah Sisil hamil?" Ujar Rachel.


"Pria seperti Jimmy, tidaklah bodoh. Pria seperti Jimmy akan bermain aman." Jelas Rachel yakin.


Rindi terdiam. Benar juga pikirnya. "Rin, dengarkan dulu penjelasan Jimmy, aku yakin Sisil itu hanya mengganggu Kalian saja." Ucap Rachel.


Rindi masih setia dengan keterdiamannya.


Rachel menghela nafasnya pelan. "Ya sudah, aku mau buat susu baby dulu. Kamu pikirkan saja dulu." ucap Rachel dan lalu bergegas kedapur untuk buat susu.


Ketika langkah kaki Rachel berjalan menuju dapur, Rachel menghentikan langkahnya, pengasuh baby nya, menghampiri Rachel sambil membawa Baby Arya. Sang Baby menangis menunggu susunya.


"Nona, baby menangis, karena haus."Ucap sang pengasuh.


Dengan cepat Rachel menggendong sang anak. "Maafkan mama ya sayang." Ucapnya merasa bersalah.

__ADS_1


Pengasuhnya yang membuat susu untuk baby Arya.


Bersambung....


__ADS_2