Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Bimbang


__ADS_3

Setelah drama dikampus tadi. Alya dan Rio berhenti di sebuah Restoran. Tempat makan itu tempat favorit mereka berdua.


"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Rio lembut.


"Apa aja mas." jawab Alya dingin. Alya sedari di dalam mobil hanya di diam saja. Ia merasa tak enak hati dengan Reza. Apa Alya akan mengikuti perintahnya Rio atau tidak. Walaupun hanya seminggu berpacaran dengan Reza, namun sifatlah Reza sangat baik dan perhatian. Title Playboy kampus sudah hilang. Reza sudah berubah karena dia sudah menemukan cinta sejatinya yaitu Alya. Reza pernah berucap seperti itu ke Alya.


"Sayang...kamu kenapa?" tanya Rio lagi. Ia melihat wanitanya sedari tadi hanya diam saja.


"Gak kenapa - napa mas." sahutnya


Pelayan pun datang untuk mengantarkan makanan mereka. Mereka berdua menikmati makanan itu. Ketika menikmati makan, suara seorang wanita dan anak kecil memanggil nama Rio.


"Papa!"


"Mas!"


Rio yang sedang menikmati makanannya langsung bangkit dari tempat duduknya. Ia kaget putrinya dan istri berada di sini.


"Papa disini juga?" tanya Rachel sang putri.

__ADS_1


Alya dan Rani saling tatap. Rani tahu pasti wanita yang di hadapannya ini adalah kekasih suaminya.


Alya tak enak hati dengan adanya putri dan istrinya Rio. Ia merasa pengganggu saja.


"Pa? Rachel tanya lo." tanya putrinya lagi.


"Hmm...iya sayang."


Rachel melirik kearah Alya. "Tante ini siapa pa?" tanyanya.


"Hai, saya Alya. Dosen papa kamu. Saya dan papa kamu makan berdua karena ada yang ingin di bicarakan." sahut Alya.


"Kami boleh gabung kan?" tanya Rani.


"Silahkan mbak. Lagian, saya juga udah selesai dan urusan saya dan Pak Rio sudah selesai kok. Jadi saya permisi ya mbak." pamit Alya.


Alya pun berpamitan dengan Rani dan Rachel. Ia tak berpamitan dengan Rio. Alya merasa kesal dan tak enak hati berada di tengah - tengah keluarga mereka.


Rio hanya memandang kepergian wanitanya. Alya pasti keceqa dengannya.

__ADS_1


"Mas, bolehkan aku sam Rachel makan disini.?" tanya Rani.


"Hmm." jawab Rio singkat.


Rio telah menyelesaikan makannya. Ia pun ingin segera menyusul Alya. "Sayang, papa pergi duluan ya? Masih ada kerjaan lain papa, kamu makan sama mama kamu ya?" ucap Rio dan mengecup dahi putrinya. Rio pun meninggalkan Rachel tanpa memperdulikan Rani.


Sedangkan Alya, merutuki kebodohannya. Kenapa ia mau saja menuruti Rio. Seharusnya ia tidak ikut makan siang bersama Rio. Alya memutuskan pulang saja kerumah. Ia tidak ke kampus, lagian hari ini ia tidak kelas lagi.


Taxi membawa Alya kerumahnya. Sampailah Alya di depan rumah yang sangat mewah yaitu rumah orangtuannya.


Rio mencari Alya di kampus, namun nihil. Ia pun mencari kerumah Alya. Dan benar Alya berada dirumahnya.


Rio berada di rumah Alya, tapi sayang Alya tidak ingin bertemu dengannya. Alya ingin menenangkan dirinya.


Sedangkan dikamar Alya melihat dari jendela kamarnya, Ia melihat Rio di halaman rumahnya. Rio tidak diperbolehkan masuk karena Alya yang memintanya. Kenapa Alya mencintai seorang pria yang sudah menikah. Rasa cintanya begitu besar. Alya tidak tahu bagaimana caranya untuk melupakan Rio. "Apa aku harus menjauh darinya, apa aku harus pergi?." Gumamnya.


Rio kecewa karena Alya tidak mengizinkannya masuk kerumahnya tadi. "Aku tidak bisa begini terus, aku harus segera bercerai dengan Rani. Sayang....tunggu mas. Mas sangat mencintai kamu." gumam Rio.


Rio melajukan mobilnya ke kantornya. Ia ingin menemui asisten pribadinya untuk mengurus perceraiannya dengan Rani. Rio tidak ingin menunda lebih lama lagi. Rio sudah yakin untuk berpisah dari Rani.

__ADS_1


__ADS_2