Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Isi Hati Miko


__ADS_3

"Shinta?!!" mendengar teriakan dari pintu dapur, baik Shinta, Reyhan maupun Laras langsung melirik kebelakang.


Ternyata yang datang adalah Miko. Miko mendekati Shinta yang sedang duduk, ia menatap Shinta dan ingin minta penjelasan.


"Kamu?" dengan cepat Miko mendekat pada Shinta, Shinta yang cemas segera berlari menghindari dan bersembunyi dibelakang Reyhan.


"Mas Miko jangan mendekat.! Teriak Shinta kencang membuat langkah Miko langsung terhenti.


"Shinta?"


"Jangan mendekat. Disana saja."


Miko tidak memperdulikan teriakan Shinta. Ia menarik Shinta dan membawanya ke kamar yang berada di lantai bawah.


"Mas Miko?"Panggil Shinta takut.


Miko mendiami Shinta walaupun mereka masih dikamar itu. Pasalnya Shinta yang tak kunjung menjawab ucapan Miko, memancing emosi pria itu namun untuk melampiaskannya, Miko lebih memilih diam.


Dan sekarang Shinta lah yang membujuk Miko untuk mau berdamai.


"Mas jangan diam..." pinta Shinta lagi.


"Kamu yang pancing aku untuk diam Shinta."


Shinta diam seketika. Ia tahu ia salah, tapi apa yang harus ia jawab? Sedangkan ia sendiri sedang mencari cara untuk menjauh dari pria itu.


"Iya mas maaf. Sekarang kita keluar dulu ya? Shinta lagi masak, gak mungkin ditinggal." Ujar Shinta mencoba membujuk Miko yang sedang merajuk.


Sebenarnya Miko bukan pria yang tipe merajuk. Namun entah kenapa ketika bersama Shinta dia menjadi pria yang mencari perhatian.


Shinta yang mendiaminya sebulan ini membuat Miko ingin membalas, namun ia tidak bisa.


Tok tok tok...


Terdengar ketukan dari luar. "Kalian ngapain di dalam ? Berbagi kenikmatan?" teriak Reyhan dari luar, namun setelahnya terdengar suara desisan mengaduh.


Laras yang saat itu ada disamping Reyhan, langsung mencubit pinggang suaminya itu sehingga Reyhan meringis.


"Mas ini apa apan sih mas." Kesal Laras.


"Sayang sakit. Coba kamu pikir ngapain mereka di dalam ?."


"Terus mas pikir mereka melakukan yang macam macam ?"

__ADS_1


"Siapa tahu aja sayang. Mas itu tahu apa isi otak Miko."


"Sok tahu mas.!" Ucap Laras masih kesal.


"Tahu lah sayang, tiap hari mas selalu bersamanya. Jadi mas tahu apa isi otaknya."


Laras mendengus kesal. Ingin sekali Laras membantah ucapan Reyhan. Namun pintu kamar dibuka oleh Miko.


"Ngapain kalia?" tanya Reyhan curiga.


Shinta hanya diam. Miko memandang kearah Shinta, Ia pikir dia akan menjawabnya. Tapi wanita itu hanya diam.


"Berbagi kenikmatan. Kenapa emangnya?" jawab Miko berhasil membuat Shinta dan Laras melotot horor. Sedangkan Reyhan seketika memunculkan smirknya.


"Bener kan yank? apa mas bilang. Mereka pasti mendesah didalam."


"Mas Rey." Bentak Shinta kesal.


Reyhan menatap Shinta kesal padanya.


"Hahahah. Emosian banget kamu Shinta. Mana mas percaya sama pria yang satu ini. Kalau ia berani macam - macam sama kamu. Mas potong asetnya."


Laras tergelak keras, Shinta terbatuk dan Miko melotot ngeri.


"Laras?!"


"Aku setuju mas. Bener apa yang dibilang mas Reyhan. Halal dulu baru panas - panasan." Ledek Laras dan langsung berlari kedepan dengan tawa yang masih terdengar.


Wajah Shinta sudah memerah, sedangkan ekspresi wajah Miko susah ditebak.


Shinta menatap Miko yang termenung mendengar ucapan Laras tadi. Ada tatapan kosong dimata Miko. Entahlah, apa itu hanya perasaan Shinta saja. Tapi kenapa hati Shinta terasa nyeri.


"Udag yuk ke depan." ajak Reyhan pada kedua nya.


"Mas Rey sama Mas Miko kedepan duluan aja. Shinta masih mau nyelesaiin masakannya dulu. Nanggung mas." Jawab Shinta jujur.


"Ya udah mas kedepan ya?" Shinta mengangguk. "Yuk Ko. Kita kedepan duluan." Reyhan menarik Miko ikut dengannya.


"Lo duluan aja Rey. Gue masih mau ngomong sama Shinta. Kasih gue waktu lima menit lagi."


"Ya udah. Tapi awas jangan macam - macam Lo." Ancam Reyhan.


Miko tak menjawabnya. Setelah Reyhan pergi. Miko menarik Shinta untuk duduk di meja makan. Miko pun duduk dihadapan Shinta.

__ADS_1


Miko meraih jemari Shinta. "Shinta.." panggil Miko lembut.


Sinta yang meragu, tapi berusaha menatap Miko namun pada bagian hidungnya. Shinta tak sanggup menatap mata Miko secara langsung.


"Kamu kenapa menghindar dari mas?" lanjut Miko.


Shinta menunduk lalu menggeleng. "Nggak kenapa - napa." jawab Shinta pelan.


"Kalau gak kenapa - napa. Kenapa kamu diami aku?"


"Gak kok mas. Shinta gak diamin mas Miko. Perasaan mas aja kali."


"Dan perasaanku tak pernah salah. Kamu diamin aku Shinta. Kenapa?" Miko menatap Shinta yang masih menunduk.


Miko yang mulai gemas. Langsung menyentuh dagu Shinta dan mengangkatnya agar wanita itu menatapnya.


"Kenapa?" tanya Miko masih dengan kelembutan.


"Aku gak pernah diamin mas."


"Shinta!"


"Mas Miko yang perasa. Aku gak diamin, aku gak lakuin apa pun, dan aku gak pernah cari masalah sama mas Miko."


Miko menutup matanya sejenak untuk menahan kesal. "Yang bilang kamu cari masalah sama aku siapa?"


"Kalau aku gak cari masalah, terus kenapa mas nyari - nyari aku? kita gak ada urusan mas."


"Shinta.!"


"Aku serius mas. Kita gak ada urusan lagi. Kenapa mas Miko selalu desak aku? Kita gak ada hubungan apa pun, tapi kenapa mas seolah ada hak. Jangan kasihan padaku."Lirihnya.


Miko menghembuskan nafasnya kasar. Ia memegang bahu Shinta dan meminta Shinta untuk berkata jujur sekali lagi.


"Sayang..."


Deg!


Bersambung .....


Selamat hari minggu semuanya. hari ini aku up. nanti malam satu bab lagi ya. Berilah like, komen, hadiah dan vote kalian. Terimakasih.


Jangan lupa baca juga cerita aku DOKTER CINTAKU. Tadi malam aku sudah up satu bab.

__ADS_1


Thanks.


__ADS_2