
Sampai di depan pintu kamar. Laras masih terpaku di depan pintu. Tiba - tiba rasa kecewa muncul lagi di hatinya. Antara ingin masuk atau tidak.
Laras masih diam terpaku dan menundukkan kepalanya di depan pintu kamar, namun tanpa sadar pintu Kamar terbuka.
ceklek...
Dengan perasaan yang sulit diartikan Reyhan memandang istrinya dengan tatapan kerinduan yang sangat besar.
"Sayang..." Ucap Reyhan lirih.
Mendengar dirinya di panggil Laras mendongakan kepala nya. Dilihatnya wajah tampan yang sangat dirindukannya terlihat sangat lusuh.
Mereka berdua saling tatap."Mas..." Laras sudah tidak bisa menahan kerinduannya lagi. Dipeluknya tubuh suaminya dengan sangat erat. Reyhan pun tak mau kalah dibalasnya pelukan istrinya yang teramat dirindukannya.
"Maafin Laras mas." Ucap Laras terisak. "Seharusnya Laras tidak meninggalkan mas". Reyhan sangat bahagia sekali. Dia bisa bertemu kembali bersama istrinya. Di renggangkannya sedikit pelukan mereka. Dan Reyhan pun menangkup wajah istrinya.
"Seharusnya mas yang minta maaf sayang. Mas kurang tegas. Jangan pergi lagi sayangku." Ucap Reyhan sambil mencium puncuk kepala istrinya dengan sayang.
Reyhan merasa bahagia akhirnya istri yang di cintainya pulang kerumah dan kembali kepadanya.
"Sayang...apa kau mau kita berdiri disini terus?" Tanya Reyhan menggoda istrinya."Mendingan kita masuk sayang. Mas sudah sangat merindukanmu sayang" Bisik Reyhan dengan mesranya.
__ADS_1
"Mas...., Kamu genit banget." Rengek Laras manja.
Reyhan dan Laras akhirnya melepas rindu mereka dan memadu kasih di dalam kamar mereka.(Tau sendirikan apa yang mereka lakukan).
****************
Dirumah yang cukup mewah. Seorang wanita sedang berteriak frustasi. "Mereka tidak boleh bahagia!!!." Teriak Silvi sambil melempari barang yang ada di sekitarnya.
Silvi tidak terima kalau Reyhan dan Laras bersatu lagi. Dia harus merencanakan sesuatu lagi, kali ini dia harus berhasil. Karena hanya cara ini yang tersisa.
Shinta mengajak Laras untuk sekedar makan bakso dan ngobrol tentang kembalinya sahabatnya itu kerumah suaminya. Pada saat mereka menikmati bakso, semua orang menatap kearah Laras. Laras yang merasa di tatap dan menggosipinya seperti itu merasa risih.
"Kasihan ya mbak ini". Ucap seseorang yang sedari tadi membicarakan Laras sambil menunjukkan ponsel nya ke temannya.
"Muka pelakornya lugu dan polos banget ya?!, nggak nyangka banget.
Shinta dan Laras tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh kedua wanita itu. Mereka berdua menyelesaikan makan mereka dan pergi dari tempat itu.
Di dalam mobil Laras masih memikirkan apa yang telah dikatakan oleh kedua wanita yang ada di tempat makan tadi. Ponsel milik Laras terus saja berbunyi, banyak sekali notofikasi yang masuk. Laras membuka layar ponselnya dilihatnya. Laras merasa terkejut melihat berita di media sosialnya. Di salah satu media sosial memberitakan bahwa dia perusak rumah tangga orang. Raut wajah Laras kebingungan, dia berpikir kenapa ada berita seperti ini. Shinta yang melihat sahabatnya itu kebingungan pun menanyakkan kepadanya. "Ras. Lho kenapa?" Tanya Shinta. Laras yang ditanya pun hanya berdiam diri saja. "Ras kamu baik - baik aja kan?" Laras mengangguk.
"Kepala aku sakit Shin" Jawab Laras lirih.
__ADS_1
"Kita pulang kemana?." Tanya Shinta.
"Shin. Antar aku kerumah tante Mia ya?." Jawabnya pelan. Sakit kepalanya semakin menjadi. Keringat dingin terasa mengalir deras.
"Kita ke rumah sakit dulu ya?" Pinta Shinta. Ia khawatir melihat kondisi sahabatnya itu. Namun Laras menolaknya.
"Gak usah aku lupa minum vitamin. Nanti juga baik- baik aja." Jawabnya jujur.
Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di depan sebuah rumah yang sederhana, yaitu rumah Tante Mia.
Mereka pun turun dari mobilnya. Sampai di depan pintu rumah. Tante Mia sudah menyambut mereka. Wajahnya tampak cemas. Ia berjalan mendekati pintu.
"Sayang. Kamu kenapa?" Tanya nya khawatir, karena dilihatnya wajah Laras yang memucat.
"Kepala Laras pusing Tante." Jawab Laras lirih.
"Ya sudah kamu istirahat di kamar saja dulu. Tante mau hubungi suami dulu." Ucap Tante Mia menekan layar ponselnya.
"Tante jangan." Pinta Laras. Dan seketika itu juga tante Mia heran melihat keponakan nya itu.
Bersmbung.....
__ADS_1