
Setelah kepergian Rio. Alya mengistirahatkan tubuhnya. Rasanya sangat lelah, lelah pikirannya dan lelah hatinya. Alya bingung harus apa. Haruskah ia menerima Rio lagi. Atau harus melupakannya.Karena terlalu lelah. Alya terlelap sangat pulas.
Rio tidak kembali kekampus. Ia akan kekantornya, karena sekretarisnya menghubunginya bahwasannya sebentar lagi ada meeting penting dengan Perusahaan Lion Grup. Perusahaan ini sudah lama ingin bekerjasama dengan Perusahaan Rio yaitu FM Group. CEO perusahaan Lion Group adalah seorang wanita cantik. Wanita itu juga sudah lama mengincar sosok seorang Rio. Pria mapan dan tampan. Bahkan wanita itu sudah tahu kalau Rio sudah mempunyai seorang istri dan anak. Tapi dia tidak memperdulikannya. Dengan bekerja sama dengan FM Group ini kesempatan baginya untuk mendekatinya.
Rio telah sampai di Kantornya. Dengan bernampilan yang gagah dan berwibawa Rio berjalan menuju lift khusus CEO dan Staf yang berada di satu Lantai dengan Ruangannya.
CEO dari Lion Group sudah menunggunya di ruangan Rio. Dengan penampilan yang sexi wanita itu duduk manis di sofa di ruangan Rio.
Rio membuka pintu ruangannya.
Ceklek....
"Maafkan saya Nona Reina. Anda menunggu saya terlalu lama." ucap Rio merasa bersalah dan mengatupkan kedua tangannya.
Reina sang wanita itu berdecak kagum melihat wajah tampan Rio. Memiliki postur tubuh yang tinggi badan tegap ingin rasanya ia berlari kepelukan pria itu. "Tidak apa - apa Tuan Rio. Saya juga baru saja datang." ucap Reina tersenyum menggoda.
Rio mendudukan tubuhnya di sofa yang sama dengan Reina. Dengan rasa senang Reina menggeser sedikit duduknya lebih dekat dengan Reina. Serasa sudah cukup dekat Reina memandang wajah Rio dengan pandangan menggoda.
Tapi sayang, ekspresi Rio sangat datar dan dingin. Berkali - kali Reina menggodanya, Rio bahkan tak tergoda sedikit pun. Reina tak menyerah begitu saja. Ia mencari cara lain agar Rio tergoda dengannya.
Rio merasa risih dengan kelakuan Reina. Wanita itu selalu berdekatan dengannya dan dengan sengaja wanita itu menempelkan dadanya kelengan Rio. Rio berdecak kesal. Ingin rasanya Rio menjauhkan tubuh Reina dengan terpaksa. Tapi demi kontrak besar seperti ini, Rio tidak akan menyianyiakannya.
Dengan penuh kesabaran Rio menghadapi wanita itu. Ia berharap cepat selesai pertemuannya. Rio terselamatkan dengan dering ponselnya berbunyi. Rachel sang putri menghubunginya.
☎ "Halo papa? Papa lagi dimana? Rachel ingin bertemu dengan papa."
__ADS_1
☎ "Papa di kantor sayang, ada apa sayang?."
☎ "Rachel boleh ke kantor papa kan?"
☎ "Boleh dong sayang..."
☎ "Oke deh papa. Sampai ketemu di kantor ya?"
Panggilan pun berakhir. Reina sedari di cueki oleh Rio merasa kesal sekali. Menurutnya pria seperti Rio sangat susah untuk di taklukan. (Reina gak tau aja yang bisa menaklukan hati Rio hanya Alya...hihihi).
"Nona Reina. Maafkan saya. Saya ada janji dengan putri saya. Dan saya rasa pertemuan kita ini sampai disini dulu. Lain waktu kita akan lanjutkan." ucap Rio.
Reina bangun dari duduknya. Iya menganggukan kepalanya. "Baiklah Tuan Rio. Saya permisi." ujar Reina. Dengan keberaniannya Reina mendekati Rio dan dengan beraninya dia mencium pipi Rio. "Terimakasih Tuan Rio. Senang bekerja sama dengan anda." ucap Reina dengan menggoda dan Reina juga mengelus pipi Rio.
Rio menghela nafasnya kasar. Ia bernafas dengan lega, Reina, wanita itu sudah pergi dari ruangannya.
Alya kini sudah mau keluar dari kamarnya. Setelah cukup beristirahat dan tidur. Tubuhnya serasa kembali segar. Apalagi ia kedatangan pria pujaan hatinya. Dan pria itu mengatakan cinta kepadanya. Tapi Alya tidak mau senang dulu. Ia akan melakukan sesuatu kepada Rio. Alya ingin Rio benar - benar mencintainya.
Alya bergabung dengan keluarganya untuk makan malam bersama. Dan kebetualan mami Silvi dan Papi Hendri nya datang berkunjung kerumahnya. Mami Silvi sangat merindukan anaknya. Anak laki - laki Hendri pun ikut serta dengan mereka. Ia ingin bertemu dengan kakak kesayangannya. Ariel seorang mahasiswa di kampus tempat Alya mengajar. Ariel sosok pria yang sangat baik dan ramah dan juga penyayang. Ia sangat menyayangi Alya.
"Hai, Ariel kamu ikut juga?" ucap Alya.
"Iya dong kak. Aku kan kangen banget sama kakak." sahutnya.
Silvi juga sekarang mempunyai seorang anak perempuan dengan pernikahannya dengan Dokter Hendri. Gadis kecil itu sekarang berumur 6 tahun. Silvi menikah dengan Hendri memang membutuhkan waktu yang lama untuk memiliki seorang anak. Ketika Ariel anak sulung mereka berumur 13 tahun Silvi mengandung bayi perempuan. Dan sekarang bayi perempuan itu sudah berumur enam tahun.
__ADS_1
"Princes kakak juga ikut ya?" ucap Alya gemes mencubit pipi chuby gadia kecil itu.
Mega gadia kecil itu cemberut, karena pipinya di cubit oleh kakak nya. "Ih...kakak. Pipi aku nanti jadi merah kakak cubit nih." ucap Mega sebel.
"Duh, maaf dong princess. Pipi kamu gemesin." ucap Alya gemes.
Semua orang yang berada di meja makan itu hanya tekekeh saja melihat tingkah laku Alya dan Mega.
"Sayang...kamu jangan goda adik kamu saja." ucap Mami Laras.
"Gemesi mami pipinya." ucap Alya lagi sambil mentoel - toel pipi Mega.
Mega terus saja cemberut. Ia kesal sekali dengan kakaknya ini. "Kakak!!" rengek Mega.
"Iya deh, iya maaf." ucap Alya sambil mengacak rambut Mega.
Bersambung....
Bab ke dua ya. Hanya dua bab saja ya malam ini. Mata saya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi ni. Sudah sangat ngantuk saya.
Maaf sebelumnya saya masih belum bisa melanjutkan cerita Ricko Dkk. masih fokus ke cerita ini dulu. Cerita Dokter Cintaku pun saya up nya lama. Insyallah bulan 5 nanti saya akan menceritakan kisah Ricko DKk.
'Bercerita tentang single Parent untuk sementara karena Sandra sang istri koma terlalu lama. Sampai - sampai anak yang dilahirkan nya sudah berumur 3 tahun. Namun Ricko dengan setianya menunggu kesadaran sang Istri. Ia menebus semua kesalahannya dengan Sandra istrinya dengan cara menyiksa dirinya. Dia akan setia menunggu Sandra.'
Jangan lupa vote, like, komen dan beri hadiah kalian sebanyak - banyaknya. Terimakaaih
__ADS_1