Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 86


__ADS_3

Reyhan sangat risih dengan tingkah Chintya. Ingin rasanya dia ngebentaknya. Tapi, demi proyek besar ini dia menahannya.


Sudah 2 hari Reyhan berada di Bandung. Pekerjaannya hampir saja selesai. Ini semua Reyhan lakukan untuk segera pulang kerumah untuk ketemu istri dan anak - anaknya.


*******


Ditempat lain. Hari ini Shinta akan memberikan jawabannya untuk pernyataan Ricko waktu itu.


Shinta sudah memikirkan semuanya. Dia harus mengorbankan salah satunya.


Shinta dan Ricko sekarang berada di sebuah cafe, ditempat itu dia akan menjawabnya.


"Shinta, apa kamu sudah mempunyai jawabannya?." tanya Ricko sambil menggenggam tangan Shinta.


Shinta menghela nafas panjang sebelum menjawabnya. "Kak Ricko, Shinta .... ." perkataannya terputus, dia masih ragu untuk mengatakannya.


"Shinta!. Kakak akan terima apa pun jawaban dari kamu." ucap Ricko menenangkan.


"Kak, aku mau menjalin hubungan yang serius sama kak." jawab Shinta yakin.


Ricko sangat senang mendengarkannya. Di genggamnya erat tangan Shinta.

__ADS_1


"Terimakasih sayang. Kakak janji akan selalu menjagamu." ucap Ricko senang.


Shinta yang di panggil sayang pun menununduk malu, menimbulkan rona di pipinya.


Shinta sudah membuat keputusan, kalau dia akan menemui Laras sahabatnya dan Miko. Untuk Miko dia akan melupakannya dengan perlahan. Walaupun sebenarnya di hati sekarang ini masih ada nama Miko di hatinya.


**********


Di Bandung.


Reyhan muak dengan sikap Chintya. Ingin rasanya dia menyudahi proyek ini. "Wanita gila, aku harus pulang. Aku sangat mencintai istriku dan anak - anak ku." Batin Reyhan.


Akhirnya Reyhan memutuskan akan pulang sore ini. Dia akan mneyerahkan semuanya kepada Miko. Reyhan sudah memesan tiket untuk kembali ke kotanya. Sebelum dia berangkat. Ia akan menemui Miko terlebih dahulu.


Ceklek.... suara pintu terbuka.


"Ko. Gue pulang sore ini. Lo urus semuanya di sini. Gue muak dengan tingkah Chintya." ucap Reyhan tanpa aba - aba.


"Apaan sih Lo Rey, maen nyelonong aja. Ketuk pintu kek." ucap Miko sewot.


"Sorry Ko. Gue buru - buru. Soalnya sore ini gue balik, sekitar pukul 15.30 nanti." ucapnya lagi.

__ADS_1


"Nggak bisa gitu dong Rey. Lo tega ninggalin gue sendiri?."


"Lo tenang aja. Gue udah nyuruh Amanda datang kesini untuk ngebantu Lo." jawab Reyhan.


Amanda adalah sekretaris Reyhan di perusahaan. Amanda seorang gadis yang cantik, rajin dan cerdas. Semua pekerjaan yang di berikan kepadanya selalu cepat selesai.


"Lo nyuruh Cewek genit itu kesini bantuin gue?" ucap Miko kaget.


"Iya Lah, siapa lagi yang bisa ngebantuin Lo selain dia." jawab Reyhan.


Miko hanya menghela nafasnya. Sebenarnya dia ogah untuk di bantu oleh wanita itu. Miko tau kalau Amanda itu suka padanya. Wanita itu selalu saja mencari perhatian Miko. Walupun Miko selalu berkata kasar kepadanya, Amanda selalu saja sabar menghadapinya. Amanda sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia pikir dengan seiring jalannya waktu Miko akan membuka hatinya untuk dirinya.


"Serah deh Lo." ucap Miko pasrah.


"Ya sudah, gue pamit ya. Gue nggak mau Laras diami gue. Hampa hidup gue." ucap Reyhan dan pergi begitu saja.


Reyhan pun pergi. Ketika dia ingin menaiki mobil menuju bandara, Chintya melihatnya.


"Rey." teriak Chintya.


Reyhan yang mendengar teriakan Chintya pun cepat - cepat masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh supir untuk melajukan mobilnya menuju bandara.

__ADS_1


Chintya yang melihat kepergian Reyhan pun merasa geram. "Awas kau Rey!!." geram Chintya.


Bersambung......


__ADS_2