
Flashback On.
Ricko disibukan dengan banyaknya berkas diatas mejanya. Ia harus menyelesaikan semianya dengan secepatnya. Ia merencanakan untuk honeymoon bersama istrinya. Semua itu tertunda dikrenakan kesibukannya.
Disela kesibukannya, Ponselnya berdering.
Drrtt...drrt...drrtt...
Nama Sandra tertera di layar ponselnya. Ia pun menekan tombol hijau tandanya dia menjawab panggilan tersebut.
☎ *Ya halo San.
☎ Mas...bisakah kau makan siang bersamaku hari ini di apartemen aku?
☎ Sandra...maaf. Biasanya aku akan makan siang bersama istriku dirumah.
☎ Sekali saja mas, anakmu menginginkan ayahnya makan bersama*. Sandra mengatas namakan anak yang ada didalam kandungannya. Sebenarnya dia sangat merindukan pria itu.
Ricko berfikir sejenak. Akhirnya ia pun mengiyakannya.
☎ Baiklah, mas akan datang makan siang ke tempat kamu.
Ricko mengakhiri percakapannya dengan Sandra. Ia pun melanjutkan pekerjaannya tadi. Sangkin sibuknya ia lupa memberitahukan kepada istrinya, bahwasannya ia tak bisa pulang untuk makan siang bersama.
Waktu makan siang pun tiba. Ricko bergegas ke apartemen Sandra. Ia menepati janjinya untuk makan siang bersama Sandra.
Tidak perlu waktu lama sampai di Apartemen milik Sandra. Ricko telah sampai di basment apartemen Sandra dan ia pun menuju ketempat Sandra.
Bel pintu berbunyi. Ting...tong...
Sandra telah menyiapkan semuanya, makanan dan penampilannya pun telah ia persiapkan untuk menyambut sang pujaan hati. Dibuknya pintu.
Ceklek....
__ADS_1
Dengan senyum lebar. Sandra menyambut Ricko. "Mas...kau sudah datang?" Sandra sangat senang karena Ricko mengabulkan permintaannya.
"Iya Sandra." Jawab Ricko santai.
Masuklah Ricko kedalam. Dan Sandra merangkul lengan kekarnya membawa ke meja makan, telah banyak makanan telah dihidangkan untuknya.
"Mas...duduklah. Aku masak makanan kesukaan kamu." Ucap Sandra antusias.
Sandra pun mendudukan Ricko di kursi makan. Dan menyentongkan nasi ke piring Ricko. Kebetulan Ricko memang belum makan , dengn lahapnya ia menghabiskannya.
Sandra sangat senang ternyata Ricko menghabiskan masakannya.
Makan siang pun telah selesai. Sandra ingin mengajak Ricko untuk menghadiri acara ulang tahun temannya waktu Sma dulu. "Mas, bisa gak temani aku ke pesta ulang tahun teman aku." Mohon Sandra.
"Sandra, mas lagi sibuk. Banyak pekerjaan." Tolak Ricko halus.
"Ayolah mas...sebentar saja." Rengek Sandra manja.
"Sandra..."
Ricko menatap wajah Sandra yang ingin menangis merasa tak tega. Ia pun akhirnya mengalah lagi dan mengiyakan lagi.
"Baiklah...mas akan menemanimu." Ucapnya pasrah.
Sandra bersorak senang. "Mas...terimakasih." Sandra mengecup pipi Ricko dengn gemas.
Ricko terpaku diam Sandra mencium pipinya. Entahlah rasany ada rasa aneh yang dirasaknnya. Tak tahu rasa itu apa.
Sandra telah dandan cantik dan anggun. Walaupun tubuh di bagian perutnya tampak membuncit, namun kecantikannya tetap terpancar. Ricko sedikit terpesona melihatnya.
Diacara pesta ulang tahun itu. Ricko dan Sandra sangat serasi. Mereka seperti pasangan suami istri yang saling mencintai. Sandra yang selalu memeluk lengannya tanpa lepas. Orang - orang disekitar merasa iri melihatnya.
Teman Sandra yang berulang tahun sangat iri dengan Sandra. Betapa beruntungnya Sandra bisa mendapatkan suami seperti Ricko.
__ADS_1
Acara pun selesai. Sandra dan Ricko telah kembali ke apartemen Sandra. Pukul enam sore mereka berdua telah sampai.
Lagi - lagi Sandra menahan Ricko. Sandra meminta Ricko menemaninya lagi hanya untuk menonton drama korea kesukaannya. Dan lagi - lagi Ricko menyetujuinya.
Shinta yang menchatnya dan menelponnya pun tidak digubris oleh Ricko. Entah itu keasyikan berdua dengan Sandra atau karena dia lupa menghubungi istrinya.
Tak terasa pukul sembilan malam. Kantuk pun mulai menyerang. Sandra yang kelelahan menjatuhkan tubuhnya di bahu Ricko.
"Mas...aku merindukanmu." Ucap Sandra berbisik sambil mengelus dada bidang Ricko. Sandra merasa selama kehamilannya. Hasrat selalu ingin berduaan dengan Ricko.
Ricko menoleh ke arah Sandra dan menatap manik mata Sandra. Ricko pun menikmati elusan didadanya. Begitu lembut elusan itu. Membangkitkan gairahnya. Selama seminggu ini ia tidak mendapatkan kenikmatan dari istrinya. Dikarenakan Shinta lagi kedatangan tamu bulanannya.
Merasa terpancing dengan perlakuan Sandra. Ricko mendekap mesra tubuh Sandra. Bibir mungil dan merah itu sangat membuatnya ingin mencicipinya lagi. Hasratnya tak bisa dia tahan lagi. Di lumatnya lembut bibir mungil itu begitu lembut dan semakin dalam. Mereka sangat menikmatinya.
"Mas...aku menginginkan kamu malam ini. Apa boleh?." tanya Sandra lembut.
Ricko yang sudah tersulut gairah. Dengan cepat ia menggendong tubuh Sandra ala bridal style dan membawanya ke kamar. Di letakannya Sandra diatas ranjang. Dilumatnya lagi bibir mungil itu dengan lembut dan lebih menuntun. Sampai kedua tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun. Dan mereka pun menikmati nikmatnya dunia itu lagi. Sampai mengenal waktu. Ricko yang merasa ketagihan ingin menikmati tubuh Sandra lagi dan lagi. Entah berapa kali mereka mencapai kenikmatan itu. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari. Barulah mereka berhenti.
Mereka berdua kelelahan sampai terlelap. Pukul 02.00 dini hari Ricko terbangun dari tidurnya. Di lihatnya jam di dinding. Betapa terkejutnya dia. Ia melupakan istrinya yang sedang menunggunya.
Dilihatnya disamping ada seorang wanita yang sedang terlelap tubuhnya hany di tutupi oleh selimut tebal begitupun dengan dirinya.
Dengan gerak cepat Ricko turun dari ranjang. Dan memakai bajunya yang berserakan di lantai. Tanpa pamit dengan Sandra. Ia meninggalkan Sandra begitu saja.
Di perjalanan menuju apartemennya ia terus merutuki kebodohannya. Kejadian itu terulang lagi. Ia tak bisa menahan hasratnya. "Aargghhh...." Rutuknya.
Flashback off.
Bersambung....
Huft...sudah 3 bab nih saya up nya...
Semoga kalian semua suka ya.
__ADS_1
Beri like, komen, hadiah dan vote kalian. Terimakasih.