Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 45


__ADS_3

Laras membaringkan dirinya di atas ranjang. Pikirannya sekarang sedang kalut. Dia memikirkan ternyata suaminya nggak jujur padanya bahwasannya sang mantan istri selalu menghubungi nya. Dan Laras pun jadi berburuk sangka terhadap suaminya. Apakah mereka di luar sering ketemu. Hatinya sakit sekali kalau ternyata itu benar. Ditambah lagi suaminya tidak memberi tahu kan kepadanya bahwasannya hari ini hari ulang tahun Alya. Laras benar - benar kecewa.


Laras yang mendengar suara pintu kamarnya dibuka. Dia berpura - pura tidur.


Ceklek....


"Sayang...". Ucap Reyhan dan menghampiri istrinya ke ranjang milik mereka.


Reyhan memeluk tubuh istrinya yang sedang tertidur dengan erat. "Maaf kan mas sayang. Tidak bermaksud untuk tidak jujur sama kamu, bahwasannya Silvi memang sering nelepon mas. Dia hanya menanyakan kabar Alya saja. Karena Silvi mas larang untuk datang kerumah. Dan kamu jangan khawatir mas tidak pernah bertemu dia. Kalau pun bertemu dia yang datang ke kantor mas. Itupun mas selalu ditemani sama Miko". Jelas Reyhan lembut sambil mengelus perut Laras yang sudah mulai membuncit.


Laras terus menutup matanya berpura - pura tertidur. Padahal dia mendengarkan semua penjelasan suaminya. Laras yang mendengarkan perkataan tulus suaminya Laras pun membalikan tubuhnya menghadap suaminya. Di pandanginya wajah suaminya. Dilihatnya tidak ada raut kebohongan. Dia pun mengelus pipi suaminya dengan lembut.


"Mas...maaf. Laras meragukan cintamu. Laras hanya takut kamu berpaling dari Laras mas. Jangan tinggalin Laras mas". Ucap Laras yang sudah tidak bisa menahan isak tangisnya.


"Sayang udah dong, jangan nangis. Maaf mas yang tidak jujur sama kamu". Ucap Reyhan lembut dan memeluk Laras dengan erat.


"Mas kok tidak bilang kalau hari ini ulang tahun Alya". ucap Laras masih menangis dipelukan Reyhan.


"Iya maaf. Tadu mas mau bilang sama kamu. Tapi..." Ucap Reyhan terputus.


"Tapi...karena mbak Silvi nelpon mas. Jadi mas lupakan?!". Sahut Laras merajuk.

__ADS_1


"Iya maaf. Uda ya jangan nangis ya sayang". Ucap Reyhan lembut sambil mengelus rambut Laras.


"Tadi Laras dengar, mas diajak makan di restoran sama mbak Silvi kan?". Tanya Laras lagi sambil terisak.


"Iya. Kamu ikut ya sayang. Temani mas dan Alya ya?. Sayang...kamu mau kan?". Tanya Reyhan.


Laras masih terus menangis dipelukan suaminya dan ia pun menganggukan kepala nya tandanya dia mau ikut bersama Reyhan. Dia sangat takut kehilangan suaminya. Karena kelelahan menangis Laras pun tertidur dipelukan suaminya. Begitu pun Reyhan ikut terlelap bersama istri tercintanya.


Tak terasa hari sudah mulai sore. Reyhan yang terbangun lebih dulu. Melihat jam di kamar sudah menunjukkan pukul 3 sore. Dia teringat janjinya kepada Silvi. Yang mengajak dirinya dan Alya untuk makan di Restoran. Dan ia pun ingin mengajak istrinya. Dilihatnya istrinya masih tertidur dengan lelapnya dipelukan nya. Di pandanginya wajah istrinya yang cantik dan di elusnya pipi putih dan mulus milik istrinya itu. Dan Reyhan pun beralih ke perut istrinya yang sudah kelihatan membuncit itu. Dikrenakan kehamilan Laras sudah berjalan 5 bulan. Di usapnya perut istrinya itu. "Sayangnya papi, kamu baik-baik ya di dalam perutnya mami. Jangan buat mami susah ya nak". Gumam Reyhan pelan dan diciumnya perut buncit istrinya.


Laras yang merasa terganggu pun terbangun.


"Mas...udah jam berapa ini?". ucap Laras yang masih merasa mengantuk. Karena kehamilannya ini Laras akhir - akhir ini memang selalu mengantuk. Bawaannya mau tidur aja.


Laras yang mendengarnya pun langsung membuka matanya lebar. Dia sangat senang karena tidak hanya mereka saja yang berada di reatoran. Tapi ada Mertuanya dan Tantenya.


"Makasih ya sayang". Ucap Laras senang dan memeluk suaminya.


Mereka pun bersiap - siap untuk pergi. Alya yang sudah menunggu dibawah pun sudah tidak sabar. Sementara yang lainnya sudah pergi duluan ke tempat tujuan.


Silvi pun yang sudah bersiap - siap dengan mengenakan pakaian yang sangat anggun. Dia ingin kelihatan sangat cantik di depan Reyhan. Silvi sudah memesan tempat di sebuah Restoran terkenal dikota. Silvi yang sudah selesai dandan dia pun pergi menuju tempat tujuan.

__ADS_1


Sampai di Restoran tersebut Silvi melihat belum melihat Reyhan dan Alya. Dia sudah tidak sabar menunggu kedatangan mereka.


Silvi tersenyum melihat seorang anak yang ditunggunya dari tadi berjalan menuju ketempatnya. Dia pun merentangkan tangan nya ingin memeluk anak tersebut.


"Mami....". Teriak Alya. Alya sudah mengetahui bahwasannya Silvi adalah ibu kandungnya. Dan Alya pun menerimanya dengan tulus, karena dia mempunyai mami dua. Dan dua - duanya dia sangat menyayanginya.


"Sayang...kamu cantik sekali?". Ucap Silvi dan memeluk Alya.


"Terimakasih mami". Jawab Alya tersenyum.


"Oya sayang...mana papi kamu?". Tanya Silvi karena belum melihat kedatangan Reyhan.


"Papi sama Mami Laras lagi nunggu Opa, Oma dan Nenek Mia". Sahut Alya polos.


"Mami Laras?". Tanya Silvi terkejut.


Bersambung....


Hari ini aku up lagi ya...


semoga kalian semua suk dengan cerita aku ini....

__ADS_1


jangan lupa bantu like, komen dan kalau bisa aku minta vote nya. Terimakasih.


__ADS_2