
Setelah bangun dari tidur nya Reyhan mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. sementara itu Laras sudah kembali dari pertemuannya dengan Ricko. Di lihatnya rumah sangat sepi. yang ada hanya para pelayan, bi surti dan bi minah.
"Assalamualakum", ucap Laras.
Tidak ada jawaban, "kemana mereka semua, bukan nya mobil mas Reyhan ada di garasi, tapi, kemana dia". Gumam Laras dalam hati.
Tak lama, bi surti pun menghampiri Nona muda nya.
"walaikumsalam nona Laras, maaf tadi bibi habis nyetrika pakaian nona". Jawab bi Surti.
"oohhh..., Laras pikir nggak ada orang dirumah bi, tapi...mobil mas Reyhan ada di depan bi, apa mas Reyhan uda pulang dari kantor ya bi?". Tanya Laras.
"iya nona, Tuan muda uda dari siang pulang kantor, sekarang tuan muda di dalam kamar nona". jawab bi Surti.
"yawda deh bi, saya ke kamar dulu ya bi, oh ya bi bisa nggak buatin saya jus jeruk bi?". Pinta Laras.
"ok, siap nona".
Laras pun menaiki tangga rumah menuju kamarnya bersama Reyhan. sampai di depan pintu kamar.
ceklek...
__ADS_1
Laras membuka pintu kamar, di lihatnya suami nya sedang di depan laptop, mengerjakan pekerjaannya yang dari kantor.
"mas Reyhan uda pulang?". tanya Laras dengan gugup. karena dia merasa takut dikarenakan pulangnya terlalu sore.
"hmm", jawab Reyhan singkat. mata nya terus tertuju di layar laptop.
"mas Reyhan sudah makan?". Tanya Laras lagi.
"uda", masih menjawab dengan singkat.
Laras menjadi merasa bersalah, dengan pulang nya ia terlalu sore tanpa mengabari sang suami. dan mengabaikan Alya.Di dudukan tubuhnya di atas sofa disamping Reyhan. Ia ingin meminta maaf pada suaminya itu, tapi sebelum dia mengatakan sesuatu, Reyhan terlebih dahulu memanggilnya.
"Laras", panggil Reyhan secara tiba tiba. Sebelum ia mengatakan sesuatu kepada Laras, dirapikannya dulu semua pekerjaannya, setelah itu. di tatap nya wajah cantik istri nya itu.
"ma...mas, tadi Laras pulang dari kampus ketemu sa...ma temen, te..rus kami singgah ke cafe sambil makan siang". ucap Laras dengan gugup, karena memang tadi dia ketemu seseorang, tapi bukan temen, melainkan kekasihnya Ricko.
Sebelum Reyhan bertanya lagi kepada Laras ,di tarik nya nafas nya perlahan.
"Laras, apakah kau menyayangi Alya?", tanya Reyhan dengan tulus.
Laras hanya terdiam, kenapa Reyhan bertanya seperti itu.bathin nya.
__ADS_1
"Larasati, maaf kan mas sebelumnya, mas nggak suka dibohongi terus, mas tahu kamu lagi di cafe, mas tahu dengan siapa kamu disana, dan mas tahu kamu lagi apa disana". ucap Reyhan dengan sedikit emosi.
Laras kaget mendengar semua pernyataan Reyhan, ia tahu semua nya. Laras menjadi gugup dan semakin bersalah kepada Reyhan. dan mata Laras sudah nampak berkaca kaca, menahan tangis yang mau keluar dari matanya.
"Laras, dengar kan mas, kau bisa bertemu dengan kekasih mu itu dengan bebas, tapi mas mohon, tolong sayangi Alya, dengan ketulusan hatimu., aku tahu kau tidak menginginkan pernikahan ini, tapi, aku mohon Laras, anggap Alya sebagai anak mu sendiri". mohon Reyhan kepada Laras dengan sangat.
Laras masih saja diam, tak terasa air mata nya tumpah begitu saja di pipi mulusnya. dia semakin merasa bersalah.
"sudahlah, jangan menangis, maaf kan aku karena menerima pernikahan ini". ucap Reyhan sambil menghapus air mata Laras.
Laras masih terus menangis didepan Reyhan,
"mas maaf, hiks hiks". ucap Laras.
Reyhan menangkup kedua pipi Laras, yang sudah di basahi oleh air matanya. dan menghapus air matanya. dan Reyhan mengecup dahi istri nya itu dengan kasih sayang.
Laras dengan tiba tiba memeluk Reyhan, dan ia membalas pelukan istrinya itu.
"sekarang kamu, mandi dulu terus setelah itu kamu istirahat ya". ucap Reyhan melepaskan pelukan istrinya.
*bersambung.....
__ADS_1
like and vote ya 😍😍😍😍*