
Seminggu Rachel dirawat dirumah sakit. Dan siang ini ia akan kembali kerumah. Rachel minta pulang kerumah mama dan papa nya saja.
Kini keduanya lagi berada didalam mobil. Ivan mengantar Rachel pulang kerumah mama dan papanya. Rachel masih saja mendiamkan Ivan. "Kamu masih belum maafin mas? Dua minggu lagi kita akan menikah sayang. Maafin mas. Mas mencintai kamu." Ujar Ivan tulus sambil menggenggam tangan Rachel.
Selama seminggu, Ivan selalu berucapkan kata maaf. Karena ia memang benar - benar merasa bersalah.
"Sayang..." bisik Ivan memohon.
Rachel menatap manik mata kekasihnya. Kekasihnya itu benar benar tulus. Mata Rachel berkaca - kaca menatap Ivan.
Tangan Rachel bergerak keatas, dan menyentuh pipi Ivan. "Mas...berjanjilah, jangan lakukan itu lagi." ucap Rachel.
Ivan mengambil tangan Rachel dan mengecupnya. "Mas janji sayang. Mas akan selalu jujur sama kamu." janji Ivan.
Rachel menyandarkan kepalanya ke dada bidang calon suaminya. "Iya mas. Aku pegang janji kamu."
Ivan memeluk Rachel dengan erat. Akhirnya permasalahan nya selesai. Satu yang tidak bisa Ivan jujur. Tentang Rindi sang adik yang merencanakan balas dendam itu.
******
Keindra masih belum puas untuk memberi pelajaran kepada Amar, Dosen yang meneror istri tercintanya.
__ADS_1
Keindra mendatangi kampus milik kakak iparnya yaitu Rio. Kei langsung bertemu dengan Rio. Ia meminta kepada kakak iparnya itu memberi peringatan kepada dosennya yang bernama Amar itu. Agar tidak mengganggu Mega lagi.
Keindra juga belum mengijinkan sang istri ke kampus. Karena Kei tak ingin istrinya itu bertemu dengan Dosen brengsek itu.
"Bagaimana sayang? Apa Dosen itu masih mengganggu kamu lagi?" Keindra memainkan rambut panjang Mega dengan jarinya, salah satu bagian yang sangat disukai Keindra, rambut hitam lebat, panjang milik Mega begitu wangi dan terawat.
"Sudah tidak lagi sih mas. Terus, aku kapan boleh ngampus?" Ucap Mega.
"Baguslah sayang. Kamu ngampusnya nanti aja ya. Kalau perlu kamu cuti aja sayang." seru Keindra semangat.
"Gak gitu juga dong mas. Kan Pak Amar juga gak akan berani ganggu aku lagi." Rengek Mega.
"Makasih sayang..." sahut Mega dan mengecup pipi suaminya. Keindra hanya membalas dengan senyuman.
Keindra mendekap kepala Mega dan menyandarkannya ke dadanya. Mega sungguh sangat nyaman berada di dekapan sang suami. Malam ini mereka berdua menginap dirumah Mama Silvi. Dirumah mertuanya Keindra.
"Mas...mama menanyakan cucu." Kata Mega sejenak. Keindra menegakkan tubuhnya, membuat Mega kaget dan meraba dadanya, hampir saja ia terkena serangan jantung.
"Ayo kita buat!" Seru Keindra sangat bersemangat. Membuat Mega merengut.
"Mas ini, selalu pikirannya selalu ke situ." jawab Mega sebal.
__ADS_1
"Sudah tiga hari Lo sayang, kita gak buat dedek." Bujuk Keindra.
"Mas...badan aku masih gak enak. Gak tahu kenapa mas." rengek Mega.
"Yank...mas kangen kamu Lo. Katanya, mama minta cucu. Ayo kita buat." Ajak Keindra tak mau kalah.
"Gak deh, nanti aja ya? Badan aku gak tau kenapa, lemes banget mas. Ngantuk banget." Seru Mega lagi.
"Baiklah. Mas gak maksa kamu." seru Keindra pasrah. Padahal hasratnya sudah keubun ubun. "Sekarang kita tidur. Udah malam." Keindra mematikan lampu kamar dan mendekap erat tubuh sang istri tercinta.
Tidak berselang lama Keindra tertidur, ia sungguh lelah seharian bekerja. Mega merapatkan pelukannya, Keindra ternyata laki laki yang sangat baik dan penyayang. Mega tak salah memilih dan memperjuangkan cintanya sedari kecil. Ketampanan Keindra adalah nilai plus baginya.
Mega kembali mengingat ingat, selama ini ia tidak begitu peduli dengan siklus bulanannya, karena haidnya tidak teratur, namun ia belum pernah seterlambat ini. Mega bahkan belum pernah mendapatkan haid sejak sebulan terakhir ini.
Akhir akhir ini ia sering lelah dan tidak bersemangat, atau jangan jangan Mega sedang mengandung tanpa disadarinya? Mega harus membuktikannya sendiri.
Mega tersenyum bahagia, matanya menerawang jauh, mungkin ia benar hamil. Sungguh sangat senang sekali jika mereka memiliki bayi. Setiap orang menikah itu pasti menginginkan seorang bayi.
Mega mendekap Keindra. Tiba tiba sebuah keinginan muncul dihati Mega. Ia menginginkan Keindra saat ini. Ia tertawa sendiri dengan tingkahnya.
Bersambung....
__ADS_1