
"Sayang.."
Deg!
Shinta terkejut. Ia melotot tak percaya saat mendengar Miko memanggilnya sayang.
"M...mas Miko?"
"Sayang..?"
"Mas Miko ap..."
"Shinta sayang..."
"MIKO!"
Shinta membentak marah dan lansung berdiri. Panggilan sayang Miko dianggapnya hanya sebuah ejekan. Shinta menganggap Miko sedang mengejeknya.
"Inilah Shinta yang aku kenal." Shinta tertegun dan kembali terdiam. "Shinta yang aku kenal bukan Shinta yang selalu diam dan menangis. Shinta yang aku kenal adalah Shinta yang seperti ini. Yang selalu membentak dan memarahi seorang Miko. Shinta yang selalu memukul ketika dia lagi kesal. Itulah Shinta yang Miko kenal."
Shinta menatap Miko berkaca - kaca. Shinta sudah terisak, perkataan Miko membuatnya menghangat.
"Jangan diam lagi. Jadilah seperti Shinta yang dulu." Ucap Miko tulus.
"Shinta yang dulu sudah tidak ada lagi. Shinta yang dulu sudah hancur." Jawab Shinta terisak.
"Siapa yang bilang? Siapa yang bilang kalau Shinta yang dulu sudah tiada. Dia ada disini. Dan ia baru saja kembali."
"Hiks..."
"Dan Shintanya seorang Miko sudah kembali..."
Shinta semakin terisak. "Sekarang katakan padaku apa alasan Shinta yang dulu berisik ini berubah."
Keheningan kembali terjadi. "Mas...aku malu mas sama kamu. Statusku janda sekarang." Jawab Shinta gugup.
"Aku gak peduli status kamu apa. Yang aku tahu, dari dulu sampai sekarang aku masih mencintai kamu. Dan akan selalu mencintai kamu." ucap Miko yakin dan tulus.
"Mas...hiks..." isak Shinta.
"Sayang..." Panggil Miko lembut. "Apa kau cinta sam aku?" tanya Miko lagi.
"Aku..." Ucap Shinta gugup.
"Kamu...?"
"Aku...Aku jatuh cinta pada seorang Miko." ucap Shinta tertunduk malu.
Betapa Bahagianya Miko mendengarnya. Shintanya mengatakan cinta kepadanya. Miko memeluk erat tubuh Shinta."Terimakasih sayang.." ucap Miko mengecup dahi Shinta.
************
Hubungan Shinta dan Miko semakin akrab. Mereka saling mencintai.
Makan malam kecil - kecilan baru saja selesai dilaksanakan di sebuah resort keluarga Reyhan. Tak hanya Reyhan dan keluarganya saja yang ikut. Pasangan Miko dan Shinta juga berada di sana.
__ADS_1
"Gimana Shin. Pengurusannya sudah selesai?" tanya Laras.
"Udah Ras. Ting..."
"Surat apa?" Shinta terdiam saat Miko memutus percakapan mereka.
Suasana mendadak berubah tegang. Bahkan semua mata tertuju ke arah Shinta dan Miko.
"Surat apa sayang?" tanya Miko lagi. Semenjak Shinta dan Miko dekat lagi. Miko selalu memanggilnya sayang.
"Surat...Surat untuk kuliah di Amerika. Aku ingin..."
"Kapan berangkat?" tanya Miko lagi.
"Mas Miko aku..."
"Kapan berangkat Shinta..?"
"Miko..Lo"
"Sekali lagi aku tanya, kapan berangkat?!" ucap Miko sedikit membentak.
Hening.!
Itulah yang terjadi. Bahkan Reyhan yang ingin mencairkan suasana pun tidak bisa.
"Du...dua hari lagi mas." jawab Shinta terbata - bata.
Miko menggigit bibir bawahnya kesal.
"Ikut aku..."
"Ko!" teriak Reyhan.
"Jangan ada yang masuk!!" teriak Miko.
Suara bantingan pintu terdengar sangat kuat. Sehingga membuat orang - orang yang berada diluar terdiam.
Sementara didalam Shinta sudah ketakutan setengah mati. Miko belum juga melepaskannya. Miko menghempaskan tubuh Shinta diatas ranjang. Jujur Shinta sangat ketakutan saat ini.
"Ma...mas?."
"Aku gak akan apa - apain kamu. Tapi, jawab dengar jujur. Kenapa kamu ingin pergi?." Ucap Miko geram. Ia menahan kedua tangan Shinta disamping kepala wanita tersebut.
"Kenapa sayang?" tanya Miko lagi dengan lembut, ia tahu Shinta sangat ketakutan.
"It...itu karena aku.."
"Jawab yang benar."
"Aku...aku ingin belajar mas. Aku ingin menjadi seseorang yang pantas untuk di daaptkan mas."Air mata Shinta jatuh sampai ke kupingnya.
"Pantas dasar apa Shinta?"
"Mas aku..."
__ADS_1
"Pantas dasar apa??." tanyanya lagi.
Shinta memejamkan matanya sejenak. Mungkin saatnya ia akan jujur. Mungkin Miko akan menerimanya.
"Mas...aku ini tidak perawan lagi. Aku seorang janda. Bahkan tubuhku sudah banyak orang yang menikmatinya mas." Shinta kesulitan berbicara. Ia menahan kuat tangisnya. Sedangkan Miko masih mendengarkan dengan seksama dengan posisi yang sama.
"Aku gak punya apa - apa lagi yang bisa aku banggain nanti dengan seseorang yang ingin bersamaku. Aku ingin masuk kuliah lagi dan sekolah masak dan di Amerika ada tante aku disana mas."
"Di Amerika?." Tanya Miko.
Shinta mengangguk.
"Hanya ingin memantaskan diri kamu, kamu ingin pergi sejauh itu? Atau kau ingin menghindari aku lagi?."
"Mas Miko...aku"
"Aku mohon jangan pergi. Tetap lah disini bersama aku. Apa kau tega meninggalkan aku lagi. Aku harus bagaimana sayang. Aku gak bisa hidup tanpa kamu." mohon Miko.
Deg!
"Mas.."
"Aku sayang kamu, aku cinta kamu Shinta."
Shinta diam membisu. Tak tahu harus berkata apalagi. Jika bisa menjawab dia pasti akan menjawab kalau dia juga sangat mencintai laki - laki yang ada di hadapannya. Tapi....
"Mas...aku tak pantas untuk mu."
"Siapa yang menjamin seorang pantas atau tidak pantasnya.?"
"Mas.."
"Posisinya disini, aku sayang sama kamu. Aku cinta sama kamu. Jangan menolak, aku tidak ingin ada kata penolakan."
Shinta menatap mata Miko sangat dalam. Mata pria itu berkaca - kaca. Bahkan air mata itu nyaris jatuh kalau saja Miko tak beranjak dari tubuh Shinta.
Miko duduk ditepi ranjang. Dari sudut, Shinta bisa melihat Miko menyeka air matanya.
"Mas.." panggil Shinta sembari menyentuh pundak Miko.
"Maaf...aku gak ada hak ngelarang kamu." ucap Miko yang dibalas Shinta dengan gelengan.
Dengan cepat Shinta memeluk Miko dari belakang. "Mas punya hak. Sangat punya hak. Aku juga sayang kamu mas. Tapi, aku gak pantas bersanding dengan kamu mas. Aku...."
Ucapan Shinta terhenti saat Miko tiba - tiba berbalik badan dan menciumnya. Mencium tepat dibibir mungil Shinta.
Secara perlahan, Miko merebahkan tubuh Shinta di atas ranjang dengan keadaan mereka masih *******. Bukan. Bukan Shinta hanya Miko yang *******.
Shinta memukul dada Miko. Meminta untuk bernafas sedikit. Saat ciuman itu terlepas, saat itu pula Shinta mengambil nafas sebanyak mungkin, untuk mengisi paru - parunya yang kosong.
"*Will you marry me?."
Bersambung....
Diterima Shinta gak ya???
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, beri hadiah dan vote ya. Semakin banyak kalian memberi hadiah semakin giat saya akan up. Terimakasih*.
Jangan lupa juga baca cerita aku DOKTER CINTAKU.