
Shinta sampai berteriak kesal. Ia mendumal kasar saat Miko tak mau mengajaknya. Tanpa Shinta sadari, ada yang tengah meliriknya dari dalam mobil.
"Sepertinya itu gadis yang dikatakan oleh Bos. Sudah tabrak saja dia. Bos bilangkan bunuh saja. Tabrak kencang pasti mati." ucap salah satu dari mereka yang ada di dalam mobil.
"Tabrak begok!!." perintahnya lagi pada sang supir.
"Jangan dulu Bos, Kita nikmati aja dulu tubuhnya. Sepertinya menggiurkan tu kayaknya." seloroh pria yang ada di bangku kemudi.
Seketika tiga orang yang berada di dalam mobil langsung melihat kearah Shinta, lebih tepatnya pada tubuh wanita itu.
"Ya sudah sekap dia. Makan enak hari ini kita." seringai pria yang tadi dipanggil Bos.
*******
Shinta yang belum menyadari akan ada bahaya akan dirinya. Shinta sendiri masih kesal pada Miko yang sudah meninggalkannya di Basment.
Shinta mulai sedikit curiga karena dia merasa ada yang mengikutinya di belakang. Saat ia melirik kebelakang, Shinta dikejutkan dengan sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya.
Dengan cepat Shinta menghindar, membuatnya terguling ke samping. Mobil itu pun berhenti dan turun lah empat orang pria berbadan tegap di hadapannya. Shinta sangat takut melihatnya. Ia berusaha lari dari 4 pria tersebut. Shinta berlari menuju lift, Shinta mrnekan tombol untuk membuka, namun butuh waktu yang lama. Dan tanpa pikir panjang Shinta berlari menuju tangga darurat.
Sambil berlari Shinta menghubungi Reyhan, tapi dia berpikir Reyhan pasti sedang berduan dengan Laras. Dan akhirnya Shinta menghubungi Miko. Tapi sayang Miko tak mengangkat telepon Shinta. Akhirnya Shinta mengirimi pesan di ponsel Miko. Shinta mengetik "Mas Miko tolong" isi dari chat nya. Shinta melihat isi chat nya terkirim, Namun sialnya salah satu penjahat itu menarik baju Shinta sampai Shinta tertarik dan terjatuh di tangga darurat.
Shinta meringis kesakitan, kakinya sampai keseleo, sehingga tak sanggup berdiri.
Plakk....
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Shinta, Bos dari penjahat itu menduduki tubuh Shinta.
__ADS_1
"Mau lari kemana lagi kau wanita brengsek."
ucapnya sambil tertawa menakutkan.
Shinta merasa ketakutan, mau melawan pun tidak bisa. Penjahat itu masih memegangi tubuhnya.
"Lepas brengsek." ucap Shinta menggema.
satu-satu harapan Shinta adalah Miko membaca isi chatnya dan akhirnya Miko membaca chat dari Sinta. Miko pun menghubungi Shinta.
Sebelum Shinta menjawab telpon dari Miko, sih penjahat merampas ponsel Shinta.
"Hahahahaha. Nyari gadisnya ya? Sedang kita nikmati. Hahahahaha."
"Darah Miko mendidih mendengar perkataan sang penjahat. Miko menyesal meninggalkan Shinta sendirian tadi.
"Siapa kalian brengsek!!!. Dimana Shinta!."
Miko sudah tidak bisa menahan amarah nya, ia langsung putar balik kekantor Reyhan.
^^^Plakkk...^^^
"Aaaaaaa. Sakit toooloong---Mas Miko tolong." Shinta berteriak kesakitan membuat Miko semakin panik.
"Sialan kalian. Brengsek, jangan kalian sentuh dia seujung kuku sedikit pun. Atau kalian akan mati di tanganku!!!." Teriak Miko.
"Mas Miko. Gue di tangga darurat kantor Mas Rey..."
__ADS_1
Tut tut tut
"Halo?Halo Shinta? Shinta? BRENGSEK!!!
."
Miko membanting ponselnya, di laju nya mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Miko menelpon Reyhan dan memberitahukan apa yang terjadi.
Reyhan yang mendengarnya langsung mengerahkan anak buahnya menuju tangga darurat.
Miko telah sampai di parkiran kantor Reyhan. Dia tidak memperdulikan letak mobilnya. Dia terus berlari menaiki anak tangga menuju dimana Shinta berada.
"BRENGSEK."
Bugh...
Miko menghajar penjahat yang menduduki tubuh Shinta sampai tersungkur. Miko kembali memanas melihat tubuh Shinta bagian atas tidak tertutup.
"Brengsek."
"Sialan. Gue bilang jangan menyentuhnya seujung kuku pun." Amarah Miko semakin memuncak.
Miko terus saja memukul dengan sekuat tenaganya. Menghabisi para penjahat tanpa ampun.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen dan vote ya.
__ADS_1
kalau mau satu bab lagi jangan lupa vote yang banyak ya. nti malam saya up lagi.
terimakasih.