
Rio pusing mendapat kabar dari papanya. Ia akan dijodohkan. Baru saja memulai hubungan dengan Alya lagi. Sekarang papa nya ingin menjodohkannya dengan wanita yang tidak dikrnalnya sama sekali.
Sama seperti Rio. Alya juga memikirkan tentang perjodohan yang dibuat Papinya. Untuk mengajar saja Alya tidak bisa konsentrasi. Sehingga Alya menyudahi materinya dengan cepat.
Walaupun hatinya masih gusar. Alya tetap untuk mendekati Rachel. Ia akan tetap megajak Rachel untuk shopping siang ini.
Dengan penuh semangat Alya menjemput Rachel di sekolahnya. Alya membawakan Rachel coklat. Kata Rio Rachel sangat menyukai coklat.
Alya menunggu Rachel di parkiran sekolahnya. Gadis itu akan keluar dari kelas bekisar 15 menit lagi.
Seluruh siswa telah menuju gerbang sekolah pertanda jam pelajaran telah usai. Tampak lah seorang gadis cantik berjalan dengan teman - temannya. Alya menghampirinya dengan senyum yang mengembang.
"Hai Rachel." sapa Alya sambil melambaikan tangannya.
Rachel yang sedang ngobrol dengan teman - temannya tersentak mendengar suara seorang memanggilnya. Rachel menoleh ke arah Alya.
"Tante." gumam Rachel.
"Hai Rachel. Tante jemput kamu. Tadi tante udah bilang ke Papa kamu." ucap Alya.
__ADS_1
Rachel menatap jengah Alya. Mengatas namakan Papanya. Mau tidak mau Rachel menyetujuinya. Dengan langkah malasnya Rachel menuju ke mobil Alya.
Alya hanya tersenyum melihat tingkah Rachel. Mereka sekarang sudah berada di dalam mobil. Hanya keheningan yang di rasakan di dalam mobil itu.
"Rachel, mau gak jalan - jalan ke mall?" ucap Alya memecah keheningan.
Rachel tidak merespon ucapan Alya. "Rachel pengen beli sesuatu gak?" tanya Alya lagi.
Sebenarnya Rachel ingin sekali memiliki jam tangan bermerk. Jam tangan tersebut limited edition yang harganya sangat mahal sekitar 35 juta. Alya tidak berani meminta kepada Papanya.
"Rachel. Ayo katakan kamu ingin beli apa? Tante akan membelikan nya." ucap Alya.
Alya mengangguk. "Aku ingin jam tangan. Harganya sangat mahal. Barangnya limited edition." ucap Rachel.
"Boleh. Berapa harganya?" tanya Alya.
"Tiga puluh lima juta." jawab Alya.
Alya tersenyum. Uang segitu bukan apa - apa untuknya. Ya walaupun penghasilannya menjadi dosen tidak sebesar itu. Tapi papinya memberi Kartu black card. Yang mana kartu itu hanya di miliki oleh orang - orang tertentu saja.
__ADS_1
"Ok. Sekarang kita beli jam tangan yang kamu inginkan." ucap Alya melajukan mobilnya ke mal.
Smpailah mereka di sebuah mall terbesar di kota. Alya memarkirkan mobilnya di parkiran. Dan mereka turun dari mobil. Tanpa Rachel sadari ia menggenggam tangan Alya. Alya sontak kaget. Tapi, Alya sangat senang.
Alya mengajak Rachel menyusuri setiap toko di mall. Alya banyak membelikan Rachel barang - barang. Dan akhirnya mereka masuk ketoko jam tangan. Sesuai keinginan Rachel tadi, Alya membelikan Rachel sebuah jam tangan mahal.
Rachel merasa tidak enak sebenarnya. Tapi, ia sangat menginginkan jam itu. Setelah lelah berbelanja. Mereka mengisi perut. Mereka berdua makan di restoran nusantara.
"Gimana? Rachel seneng gak?" ucap Alya.
"Seneng banget tante. Makasih ya tante." ucap Rachel dengan senyumannya.
"Iya sayang. Kamu, kalau ingin sesuatu kasih tahu tante aja sayang." seru Alya.
Rachel menganggukan kepalanya. Makanan telah tersaji di hadapan mereka. Rachel sangat lahap memakannya. Alya sesekali menyuapinya dan membersihkan mulut Rachel yang terkena saus dari makanan yang ia makan.
Drari tempat duduk yang berbeda. Sepasang mata melihat mereka dengan kilat cemburu. Orang itu adalah Rani. Mama kandung Rachel. Ia sangat kesal kepada putrinya.
Bersambung....
__ADS_1
Vote .... vote....vote ....terimakasih.