
Malam ini Rindi menginap Di Aparteman sang Kekasih. Ada rasa takut dalam diri Rindi, apakah ini benar.
"Baby...kau belum tidur?" Jimmy masuk kedalam kamar.
"Ma...mas, aku masih belum ngantuk." Ucap Rindi gugup.
"Aku temani kamu tidur ya Baby." Seru Jimmy berharap.
Rindi membelalakan matanya. Satu ranjang dengan Jimmy?.
"Gak usah mas. Bentar lagi juga ngantuk kok." seru Rindi.
"Kamu gak usah takut Baby, aku hanya nemani kamu aja." seru Jimmy.
Rindi menghela nafasnya. Wanita itu menyetujui Jimmy untuk tidur satu kamar.
Jimmy menaiki ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Rindi.
Rindi pun dengan perlahan membaringkan tubuhnya disamping sang kekasih.
Keduanya sudah berada diatas ranjang. Kedua jantung mereka berdegup kencang.
Rindi tidur membelakangi Jimmy, sementara itu, pria itu menatap punggung Rindi. Ingin rasanya dia memeluk tubuh Rindi, mengukungnya.
__ADS_1
Jimmy menggerakkan tubuhnya berdekatan dengan Rindi, perlahan dia memeluk pinggang sang kekasih, mengendus - ngendus aroma tubuh Rindi, sungguh sangat nyaman. Jimmy ikut terlelap.
****
Ivan sampai di Mansion pukul dua belas malam, yang janjinya pulang pukul sepuluh. Sungguh sangat lelah sekali rasanya. Ivan sangat bersalah dengan istrinya. Suasana di Mansion sepi, para penghuninya sudah pada tidur.
Ivan menaiki anak tangga menuju lantai dua, dimana kamarnya dan sang istri. Sampai di anak tangga terakhir, Ivan berjalan menuju kamarnya, sebelum masuk kedalam, Ivan melihat kamar tamu disebelah kamarnya. Pintu kamar itu terbuka sedikit. Karena penasaran Ivan menuju pintu kamar berniat menutupnya.
Sampai di depan pintu, Ivan mendengar suara aneh dari dalam kamar tersebut. Ivan bisa melihat dari cela pintu. Ivan mendengus kesal, ternyata pasangan menyebalkan. Mega dan Keindra, keduanya bercinta di kamar tamu Mansionnya.
Karena kesal Ivan menarik hendle pintu dan menutup pintu itu dengan cara membanting keras.
Brakk...
Sontak pasangan yang ada di dalam kamar itu terkejut. "Mas..." bisik Mega. Mega sungguh kaget.
"Ck. Sialan!" dengus Keindra.
"Mas...?!" pekik Mega. Dia tak mau suaminya itu mengumpat kasar karena dirinya lagi mengandung.
"Maaf Yank. Ganggu aja Dia." seru Keindra.
"Aku malu mas?" bisik Mega lirih.
__ADS_1
"Udah biarin aja." seru Keindra dan melanjutkan kegiatan panas mereka tadi.
Ivan masih kesal, ia masih menggerutu kesal. Gerutuannya terhenti ketika melihat istri tercintanya terbaring gelisah di atas ranjang. Ivan sangat tahu, di usia kandungan yang memasuki sembilan bulan itu istrinya susah untuk tidur, mencari posisi yang nyaman.
Ivan merasa sangat bersalah. Pria itu membuka jas kerjanya dan membuka kemejanya dan juga celananya. Hanya meninggalkan boxer saja. Ivan langsung naik keatas ranjang dan bergabung bersama sang istri.
Ivan menarik tubuh Rachel untuk bersandar di dada bidangnya. "Mas....uda pulang?" bisik Rachel. Wanita itu menyadari kalau suaminya telah pulang.
"Iya Yank...maafin mas ya. Selalu pulang larut." Seru Ivan bersalah.
"Hmmm...." Rachel sudah mendapatkan posisi ternyamannya, bersandar di dada bidang suaminya.
****
Mentari pagi menyapa kota Jakarta. Jam dinding juga sudah menunjukan puku tujuh pagi. Sepertinya seluruh penghuni Mansion pada kesiangan semua.
Pasangan Keindra dan Mega pasti kesiangan dikarenakan kelelahan berolahraga malam. Sampai lupa waktu.
Pasangan Ivan dan Rachel sang tuan rumah juga kesiangan. Keduanya juga sangat lelah.
Ditempat lain.
Disebuah aparteman mewah. Sepasang kekasih yang baru saja menjalin hubungan itu, keduanya saling memeluk erat diatas ranjang.
__ADS_1
Pria tampan yang tidur bersama Rindi itu membuka matanya, orang pertama yang ia lihat ketika bangun tidur adalah sang kekasih. Ini adalah pengalaman pertama buat Jimmy. Walaupun Jimmy sering bangun tidur dipagi hari dengan pasangan panasnya. Itu sangat berbeda. Memandang wajah sang kekasih yang sangat cantik. Jimmy tersenyum tipis.
Perlahan Jimmy memajukan wajahnya dan mengecup dahi Rindi. "Aku sayang kamu Baby..." ucap Jimmy tulus.