
"To..tolong", Ucap batin seseorang yang berada dalam salah satu bus.
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah perdebatan Dia dan Suaminya, Laras memutuskan untuk pergi dari ruangan suaminya dengan dada yang terasa sesak dan air mata yang mengalir terus dari matanya, tidak ada maksud apa pun bertemu dengan Ricko, dia hanya menjelaskan saja kepada Mantan Kekasihnya itu, bahwasannya dia sudah bahagia bersama suami dan anaknya sekarang. Dia tidak ingin memberitahukan kepada suaminya karena menurutnya itu tidak perlu, Laras sudah yakin akan keputusannya dia yakin dia akan bahagia bersama suaminya. Tapi sayangnya suaminya tidak percaya kepadanya.
Wanita itu kini sudah berdiri dihalte bus, dia mau menuju sekolah Alya, menunggu bus datang bersama orang orang yang hendak berangkat kerja. Tangannyan terlipat diatas dada, sesekali ia pun melihat jam yang melingkar ditangannya, dia takut terlambat menjemput Alya disekolah.
Hanya menunggu beberapa menit saja, sebuah bus akhirnya berhenti dihalte tersebut. Laras pun menaiki bus tersebut. Setelah berada didalam bus, Laras mencari tempat duduk yang nyaman, setelah mendapatinya, Laras duduk dikursi tersebut dan menaruk tas di atas pangkuannya.
Selama dibperjalanan, berkali kali Laras mengecek ponsel yang kini berada digenggamannya, berharap suaminya menelpon dan meminta maaf, tapi ternyata itu tidak terjadi.
Laras pun menghela napasnya dalam dalam , dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya."mas, maafkan Laras, seharusnya Laras jujur", batin Laras. Laras pun tiba tiba teringat raut wajah suaminya yang terlihat sangat marah dan juga kecewa padanya, hatinya sakit mengingatnya.
Tinn...tiinnn....
__ADS_1
Terdengar suara klakson bus yang cukup panjang. Awalnya Laras tidak perduli dan memilih larut dalam pikirannya sendiri.
Tepat pada saat Laras ingin berdiri dari tempat duduknya, bunyi klakson yang sangat panjang terdengar berulang kali, hingga tak begitu lama suara bunyi benda bertabrakan terdengar sangat keras, diikuti guncangan yang sangat hebat hingga bus yang ditumpangi Laras hampir saja terguling, jika saja badan bus tidak tertahan oleh tiang listrik.
Disusul tabrakan lain dari sisi yang lainnya, banyak tubuh para penumpang yang sudah tak sadarkan diri. Kini keadaan dalam bus sangat kacau banyak darah segar dari kepala penumpang yang terbentur mengotori kaca jendela bus.
Beruntungnya Laras yang duduk tepat dikursi bagian tengah dan cukup terhalang dari besi penyangga yang digunakan untuk menggantungkan sebuah alat berpegangan bagi penumpang yang berdiri. Laras hanya terluka dibagian kening saja . Laras yang sempat pingsan kini ia sadar dan dilihatnya disekelilingnya banyak penumpang yang tidak terselamatkan. Laras mencoba menggerakkan tubuhnya untuk mengambilkan tas yang terjatuh kebawah kakinya, tetapi tiba tiba kepalanya pusing dan dia pun kembali tak sadarkan diri.
*******
Sementara itu disebuah ruangan kerja, Reyhan yang kelihatan sibuk dan fokus mengerjakan pekerjaannya, sekilas dia mengingat perlakuannya kepada Laras, yang menurutnya sudah keterlaluan. "Maaf kan mas sayang, seharusnya mas mendengarkan mu", Gumam hati nya.
Barakkk....
Suara pintu ruangannya terbuka secara kasar dan mengalihkan perhatian Reyhan.
__ADS_1
Reyhan melihat temannya sekaligus asisten pribadinya berdiri didepan pintu dengan nafas terengah engah. Reyhan yang melihatnya merasa heran.
"Ada apa?", tanya Reyhan.
"kemana aja lo di telpon nggak ngangkat?", tanya Miko dengan kesal.
" Gue lagi beresi berkas ini untuk besok, ada apa ?", tanya Reyhan saat melihat raut wajah khawatir Miko.
Drrtt...Drrttt...
Suara getaran ponsel milik Reyhan kembali berbunyi. Dengan cepat Reyhan menggeser tombol hijau tersebut lalu menempelkan pada telinganya.
"Halo."
Bersambung....
__ADS_1
sampai disini dulu ya, bsk saya up lagi, hari ini cukup sampe sini aja.
dukung saya trus ya. tetimakasih.