Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 62


__ADS_3

Dilarut malam, Rachel tak bisa tidur, perutnya yang sudah semakin besar membuat dirinya susah bergerak. Hanya suaminya yang bisa membuat dirinya terlelap. Elusan diperut buncitnya membuat Rachel tenang. Karena kedua masih marahan Rachel menahannya saja.


"Aduh sayang, jangan nakal dong nak? Mama mau tidur." Rachel mengelus perutnya dengan lembut. Anaknya didalam selalu bergerak gerak.


"Ssshhttt...tenang ya sayang..." seru Rachel lagi. Jam dinding sudah menunjukan pukul satu malam, Rachel masih belum bisa tidur.


Dikamar tamu Ivan sudah terlelap dengan nyenyak.


Rachel benar benar tak bisa tidur tanpa suaminya. Mau tak mau Rachel harus menghampiri suaminya di kamar sebelah.


Dengan perlahan Rachel berjalan menuju kamar yang ada suaminya.


Ceklek....


Rachel melihat sang suami sudah terlelap. Dengan wajah yang ditekuk dan cemberut Rachel menghampiri suaminya. Rachel merebahkan tubuhnya di samping Ivan.


Tanpa berlama lama, Rachel memeluk tubuh sang suami. Ivan merasa ada yang mengganggu tidurnya. Ia bisa merasakan sebuah tangan melingkar diperutnya.


Ivan membalikan tubuhnya, pria itu tersenyum, ternyata istri tercintanya yang memeluknya.


Kedua mata mereka bertemu. "Gak marah lagi kan sayang?" tanya Ivan lembut.

__ADS_1


Rachel hanya menggeleng saja. Wanita itu sungguh sangat malu. Rachel tak bisa berlama lama marah dengan suaminya.


"Yawda kita tidur ya sayang. Anak papa nakal ya Nak. Buat mama gak bisa tidur. Maunya tidur di dekat papa terus ya?" seru Ivan sambil mengelus perut Rachel.


Sungguh sangat malu sekali Rachel. Ia membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya. Elusan lembut Ivan membuat mata Rachel terpejam dan keduanya pun sama sama terlelap sampai pagi menjelang.


****


Pagi hari menyapa.


Rindi gadis cantik namun menyimpan dendam yang begitu mendalam dengan sahabatnya yaitu Rachel. Rindi tak bisa memaafkan kesalahan Rachel. Walaupun sebenarnya yang melakukan kesalahan adalah mama Raninya Rachel.


Pagi ini Rindi akan mencek tokonya di mal terlebih dahulu. Rindi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Pukul sepuluh siang Rindi sudah sampai di parkiran Mall. Ia memarkirkan mobilnya ditempat itu.


Rindi melangkahkan kakinya masuk kedalam mal tersebut. Masih pukul segini saja mal itu sudah sangat ramai. Begitupun toko perhiasannya.


Seluruh karyawan sangat ramah terhadap Rindi. Salah satu karyawannya memberitahukan kepadanya bahwa ada seorang pelanggan yang akan datang untuk mengambil cincin pesanannya.


"Nona, ada seorang pria yang memesan cinci berlian ditoko kita." Seru Karyawan bernama Nia.

__ADS_1


"Apa sudah kalian siapkan?" tanya Rindi.


"Sudah Nona." Ucap Nia dan menunjukan cincin itu.


Cincin yang sangat indah sekali. Pasti cincin ini akan diberikan kepada orang yang sangat spesial.


"Kau atur saja." Perintah Rindi kepada Karyawannya.


"Nona, sebentar lagi orangnya akan datang."


"Baiklah aku akan menunggunya."


Rindi duduk disofa sambil menunggu orang yang memesan cincin itu.


Lima belas menit kemudian orang yang di tunggu pun telah datang. Seorang pria yang sangat tampan sekali. Rindi saja begitu sungguh sangat terpesona akan ketampanannya. Namun ia sungguh terkejut ternyata Rindi mengenal orang itu. Seorang pria yang menghiasi pikirannya semalaman. Pria yang bernama Jimmy.


Dengan langkah tegapnya pria itu memasuki toko milik Rindi. Tanpa menunggu lagi Rindi langsung bangkit dari duduknya. Wanita itu menyapa pria itu.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" sapa Rindi rama dengan sebuah senyum yang sangat manis.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2