Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD Season 2


__ADS_3

Dengan gerak cepat Keindra beranjak dari duduknya. Ia berlari dan keluar dari villa. Gadis kecil itu sangat kesal. Keindra tetap saja menyebalkan. Gadis kecil itu adalah Mega anak dari Silvi dan dokter Hendri. Masih ingat Silvi kan??


"Gadis kecil menyebalkan" gumam Keindra kesal.


...**************...


Diperjalanan menuju pantai.


Rio yang sebagai supir di cuekin oleh kedua wanita kesayangannya. Istri dan Putrinya. Wajahnya selalu ditekuknya. Salahnya memang, janji ingin pergi dengan istri dan anaknya, malah ia di sibukan dengan pekerjaannya. Weekend saja namanya, tapi tetap saja Rio bekerja walaupun hanya dua jam. Namun itu sangat lama untuk kedua wanita kesayangannya. Menurut mereka waktu dua jam terbuang sia - sia, seharusnya mereka sudah berada di pantai bersama yang lainnya.


"Nyonya, Nona apa kalian tidak ingin mampir ke mini market untuk membeli minuman?" ucap Rio memecah keheningan.


"Tiidakk....!!" ucap mereka serentak.


Rio menelan salavinanya. Dan mendengus. Ternyata wanita wanita kesayangannya masih saja ngambek.


Sementara Alya dan Rachel mereka berdua menahan tawanya. Ternyata mereka hanya memgerjai Rio saja. Sapa suruh membuat kesal keduanya.


"Yank...duduk dong di depan, temeni mas di depan?" mohon Rio pada Alya istrinya.


"Yank...." rengek Rio.


Alya masih saja menahan tawanya. Suaminya sangat lucu sekali. "Fokus kedepan nyupirnya!" ketus Alya.


"Huhh..." Rio menghembuskan nafasnya.


Akhirnya dengan wajah yang cemberut Rio melanjukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ingin rasanya ia memberhentikan mobilnya dan bersujud di hadapan kedua kesayangannya.


Alya dan Rachel tertidur lelap. Rio memdengus kedua kesayangannya terlelap. Rio memberhentikan mobilnya dan nepi di pinggir jalan. Ia membuka pintu mobil dan keluar berjalan menghampiri jok belakang mobil. Dan membuka pintunya, mengangkat tubuh istrinya dan meletakannya di depan. Sedangkan Rachel di belakang.


Sudah setengah perjalanan. Kira - kira 25 menit lagi mereka akan sampai. Akhirnya mereka sampai juga di sebuah villa dekat dengan sebuah pantai.


Alya yang tertidur dengan pulasnya terbangun ia melihat sekeliling dalam mobil, sepertinya ada yang berubah. Dilihat di samping ia melihat suaminya yang tersenyum di depannya. Sementara ia tidak melihat Rachel, kemana putrinya. Dengan paniknya ia menjadi bingung, kemana putrinya.

__ADS_1


Rio memandang kesayangannya itu. Sungguh menggemaskan sekali. "Kenapa sayang?."


"Rachel mana mas?" tanya Alya. Ia belum menoleh ke jok belakang. Padahal putrinya lagi tertidur pulas. "Mas...Rachel mana?" tanyanya lagi semakin panik.


Rio tersenyum dan mengangkat bahunya dengan santainya. Senang sekali rasanya membuat istrinya panik seperti ini. Itu berarti Alya sangat menyayangi anaknya.


"Mass....Rachel mana?!" Alya semakin panik. Ia ingin keluar dari dalam mobil. Dan ketika melihat arah keluar dari jendela mobil. Alya mengkerutkan dahinya, "Kita diamana mas?" tanyanya.


"Udah sampai" jawab Rio.


"Sampai mana?" masih belum sadar.


"Sampai di villa" masih dengan ke jailannya.


"Villa siapa?."


"Villa keluarga."


Alya menoleh ke arah suaminya. "Keluarga siapa?."


Alya masih dengan kebingungannya. Ini akibat mendadak kebangun dari tidurnya tadi dan ia tiba tiba berpindah tempat.


"Mas...."


Rio tidak menyahut panggilan istrinya. Ia membuka pintu mobilnya dan keluar. Dan ia membuka pintu untuk istrinya. "Ayo sayang turun, kita udah sampai."


Masih dengan kebingungannya. Alya menurut saja. Ia melihat kearah depan villa, sungguh sangat mewah sekali dan di sampingnya ada pantai. Teringat akan pantai, ia ingat.


"Mas....kita uda sampai ya?" ucapnya senang. Ia masih melupakan bahwasannya tadinya ia berpura pura ngambek ke suaminya.


Rio mengangguk. "Iya sayang."


Rio membuka pintu belakang mobil. Dan membangunkan Rachel putrinya. "Sayang, udah sampai kita. Bangun dong."

__ADS_1


Rachel mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan. Dilihatnya kesamping kanan kiri. Mama Alya nya tidak ada. "Mama....??."


"Itu mama kamu" seru Rio menunjuk keluar. Istri dan anaknya sama saja. Panikan.


Rachel menghela nafasnya. Ia pun turun dari mobil. "Mama?" panggilnya.


Alya menoleh. "Sayang...kamu kemana aja?" tanya Alya dan memeluk putrinya.


Rachel merasa bingung. "Bukannya kita tadi di dalam mobil ya mam" ujar Rachel. Mamanya ini kenapa.


"Tadi, mama bangun, kamu gak ada sayang. Yang mama lihat cuma papa kamu" ucapnya.


Dipandangnya wajah papanya. Sedangkan si papa hanya cengar cengir saja.


"Rachel duduk di belakang sama mama kan?."


Alya menggeleng. "Mama duduk di depan sama papa" sahutnya.


Rachel menatap papanya lagi dengan tajam. Ia paham sekarang. Ini pasti ulang sang papa.


"Ma, berarti mama dipindahin papa."


Alya mulai sadar. Di tatapnya sang suami. Rio yang di tatap hanya cengar cengir. Alya memejamkan matanya. Ia sadar sepenuhnya. Ternyata mereka sudah sampai di villa keluarga dan berencana untuk liburan.


Alya menatap sinis kearah suaminya. Ini pasti ulah suaminya. Alya mengajak Rachel masuk kedalam villa tanpa memperdulikan sang suami. Rio menghela nafasnya. Ngambek lagi deh.


bersambung.....


udah senin ini jangan lupa ya.....


vote....


like....

__ADS_1


komen....


hadiah....


__ADS_2