
Keindra sangat marah, ia menarik tangan Mega dengan kasar, membawa gadis itu menuju mobilnya. Keindra memaksa Mega untuk masuk ke dalam mobilnya.
Kedua nya sudah berada di dalam mobil, Keindra menatap Mega dengan tatapan tajam nya. Sedangkan Mega tak memperdulikan tatapan Keindra. Ia memutar mata nya malas, sesungguhnya Mega sangat kesal dengan Keindra. Pria itu melupakan janji nya. Tak memberi kabar.
"Ngapain aja kamu?! Kenapa bisa sama Dosen itu!" seru Keindra dengan suara tinggi nya.
Mega menghadapinya dengan tenang, tak ingin emosi. "Tadi, aku makan siang sama Pak Amar." sahut Mega tenang.
"Ck, kalau mau makan siang, kan bisa sama kakak!" ucap Keindra, masih dengan suara tinggi.
"Emang, ponsel situ aktif?" Mega berkata degan tenang dan menyindir.
Keindra, menelan saliva nya. Ia merogoh saku celana nya. Benar saja, ponsel nya tak aktif. Ia mendengus kesal. "Maaf..." bisik nya.
"Hmm...bisa antar Mega pulang?" seru Mega datar.
Keindra malu, dan juga merasa bersalah. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan nya. Tiada satu kata yang keluar dari mulut keduanya. Di dalam mobil mewah itu sangat sepi dan hening.
Sampai akhirnya di halaman rumah Mega. Keduanya masih juga belum mau mengeluarkan suara.
"Besok, kakak antar ke kampus." seru Keindra memecah keheningan.
Mega menghela nafas pelan. "Gak usah janji, kalau gak bisa menepati nya. Gak mau kecewa Saya." sahut Mega datar dan gadis itu keluar dan turun dari mobil.
Brrraakk....
Mega menutup pintu mobil dengan kuat. Meninggalkan Keindra sendiri di dalam mobil.
Keindra sontak kaget, ia menyadari kesalahannya. Dua kesalahan yang ia buat hari ini. Yang fatal nya, seharus nya pagi tadi, Keindra mengantar Mega ke kampus. Nyatanya ia ingkar. Di karenakan bertemu dengan Rachel, ia lupa akan janji nya dengan Mega.
__ADS_1
Keindra akui dirinya salah. Ingin meminta maaf, ingin masuk menyusul Mega ke dalam rumahnya, ketika ingin turun dari dalam mobil. Ponsel Keindra bergetar.
Ddrrt....drrt...
Nama Rachel tertera di layar ponselnya. Mengernyitkan dahi nya, ada apa Rachel menghubunginya. Keindra menggeser tombol hijau.
"Hallo...."
"Kak Kei, hiks...hiks...." sahut Rachel di sana.
"Rachel kamu kenapa?" tanya Keindra panik.
"Kakak...hiks..." bisik Rachel terisak.
"Tunggu kakak. Kakak ke tempat kamu." ucap pria itu. Keindra melajukan mobilnya dengan cepat.
Di balik jendela kamarnya, Mega mengintip, menunggu Keindra meminta maaf. Gadis itu kecewa, Keindra malah pergi, tak ada niat untuk meminta maaf.
**********
Di Apartemen Rachel.
Rachel terus saja menangis, hatinya sakit. Kekasihnya berkhianat. "Kamu jahat Mas." gumamnya.
Ting...tong...
Rachel segera bangkit dari duduknya, itu pasti Keindra. Pria yang selalu ada disaat ia sedih, pria yang selalu memanjakannya.
Dengan langkah lebarnya, Rachel membukakan pintu Apartemennya.
__ADS_1
Ceklek...
"Sayang...." ucap seorang pria. Pria yang begitu di cintai Rachel.
Rachel ingin menutup pintu, namun tangan pria itu menahannya. "Sayang, dengarkan Mas dulu. Kamu salah paham sayang." ucap Pria itu tak lain adalah Ivan. Kekasih Rachel.
"Apa yang mau mas jelaskan lagi? Aku gak mau dengar Mas." bentak Rachel.
"Dengar dulu sayang..." ucap Ivan memelas. Pintu Apartemen perlahan terbuka.
"Sayang..." Ivan masuk kedalam.
Ivan berdiri tepat di hadapan Rachel. "Sayang...dengarkan mas, kamu salah paham. Wanita itu yang merayu mas sayang." Ivan memegang kedua tangan Rachel dan kedua tangan Ivan berpindah ke kedua pipi Rachel. "Mas, hanya mencintai kamu sayang." bisik nya.
Rachel mulai luluh dan mulai mendengarkan Kekasihnya. "Kamu percaya sama mas kan. Mas gak ada hubungan apa pun dengan wanita itu." jelas Ivan. Wajah Ivan sudah mendekat ke wajah Rachel. Bibir Ivan menyentuh bibir mungil Rachel. Rachel pun menyambutnya. Keduanya menikmatinya.
******
Keindra buru buru turun dari mobilnya. Berlari kecil menuju unit Apartemen Rachel. Ia takut terjadi seauatu kepada Rachel.
Sedikit tersengal sengal, Keindra mengatur nafasnya. Ia melihat pintu Apartemen Rachel terbuka sedikit.
Perlahan Keindra membuka pintu itu, separuh tubuhnya sudah masuk.
Deg....
Keindra menggenggam erat handle pintu. Ia dapat melihat dengan jelas, sepasang kekasih lagi menikmati ciuman panas nya.
Nyess....
__ADS_1
Hati Keindra berdenyut nyeri. Ia menutup pintu perlahan.
Bersambung......